Perpanjangan Waktu Belajar dari Rumah

Terbaru713 Dilihat

Oleh Nuraini

Hari ini, 6 Juni 2020, sehari tidak mengunjungi blog, teringat akan kalimat,”Menulislah setiap hari, lihatlah apa yang akan terjadi.” Ungkapan atau kalimat ini merupakan sebuah judul buku karya Bapak Blogger Ternama ” Wijaya Kusumah” yang biasa dipanggil dengan nama Om Jay. “Salah satu tempat yang cukup efektif untuk mengembangkan budaya menulis adalah blog. Pada  blog, apa pun ide bisa ditulis, mulai dari hal yang sederhana sampai yang sangat rumit. Jika ingin terampil menulis, maka anda bisa memilih blog adalah media.” begitu sebagian kalimat motivasi yang dituliskan oleh Bapak Ngainun Naim dalam blog beliau https://spirit-literasi.blogspot.com.

Di samping itu, berangkat dari ungkapan Om Jay dan pilihan tempat yang sangat cocok untuk melatih ketrampilan menulis menurut Bapak Ngainun Naim, maka hari ini saya mengasah kemampuan menulis lewat blog https://nurainiahwan.blogspot.com. Tulisan masih seputar pembelajaran jarak jauh, di masa Corona Virus Disease 19 (covid 19). Tulisan kali ini memasuki seri ke 21.

Tulisan pada seri ke 21, melirik tentang perpanjangan waktu belajar terkait Work From Home, Teach From Home, Study At Home atau belajar dari rumah di masa covid 19. Perpanjangan waktu belajar dari rumah sebagai mana saya menyebutnya dalam tulisan sebelumnya dengan istilah belajar dari Rumah tahap 1, 2 dan seterusnya, maka tanggal 2 Juni sampai tanggal 16 Juni 2020  merupakan tahap 6 Belajar Dari Rumah (BDR)

Apa yang dilakukan guru di tempat saya bertugas mulai tanggal 2 Juni?
Untuk menyimak apa kegiatan mereka, pembaca bisa membaca tulisan dalam blog ini sampai tuntas. Barangkali ada kesamaan yang diperbuat oleh guru di tempat pembaca atau hal yang belum dilakukan oleh guru di tempat saya bertugas. Pembaca bisa meninggalkan kritik dan saran membangun karena blog adalah tempat yang efektif untuk saling berbagi.

Selasa 2 Juni 2020, sehari setelah hari lahirnya Pancasila, merupakan hari pertama masuk kembali ke sekolah bagi guru setelah libur puasa dan Idul Fitri. Hari ini kami gunakan untuk bersilaturrahmi di sekolah setelah lebaran, Terasa berbeda memang, karena tidak ada jabat tangan, tidak ada cipika cipiki bagi ibu -ibu, tetapi hanya tangan dikepit di depan dada seraya mengucapkan kalimat permintaan ma’af untuk menegaskan kembali kalimat ma’af yang berseliweran di whatsAap. Itu pun tetap dengan memperhatikan jarak, masker penutup mulut dan hidung, sehingga senyum ikhlas memberi maaf tidak terlihat.

Kegiatan pertama yang dilakukan pada awal masuk adalah rapat kepala sekolah dengan pendidik dan tenaga kependidikan. Rapat hari itu dilaksanakan tidak secara virtual, tetapi dilaksanakan secaratatap muka langsung. Materi rapat membahas kegiatan Belajar Dari Rumah sekian hari ke depan. Saya menyampaikan kepada peserta rapat  untuk mulai menyapa peserta didik dalam grup kelas masing-masing. Belajar dari rumah dilaksanakan untuk persiapan penilaian akhir semester (PAS) sampai tanggal 6 Juni 2020. Pelaksanaan PAS  dimulai tanggal 8 Juni sampai 11 Juni 2020. Bagaimana teknik pelaksanaannya akan dibicarakan kemudian, jelas kepala sekolah pada tanggal 2 Juni 2020

WhatsAap grup kelas, dari kelas 1 sampai kelas 6 termasuk whatsAap guru mata pelajaran sudah mulai ramai dengan chat saling sapa di antara anggota grup. Guru kelas mengingatkan  orang tua  dan peserta didik bahwa kegiatan Belajar dari Rumah sudah aktif lagi mulai tanggal 2 Juni  2020 ini. Sudah ada guru yang memberikan tugas kepada peserta didik melalui whatsAap. Tugas diberikan untuk menjawab permintaan orang tua.  Mereka  sudah tidak sabar melihat putra-putri mereka hanya bermain-main saja di rumah. Putra-putri mereka hanya  disibukkan dengan  kegiatan bermain-main saja. Oleh karena itu orang tua berharap ada tugas dari guru. (ini untuk orang tua yang  aktif karena ada juga orang tua dan peserta didik yang pasif)

Pada rapat,  saya menyampaikan bahwa tidak hanya peserta didik yang merindukan kelasnya, tetapi kelas juga merindukan peserta didik.  Kelas juga merindukan bapak dan ibu guru untuk masuk. Seandainya kelas bisa berbicara.  Saya meminta kepada guru untuk melaksanakan beberapa hal seperti: dalam 3 hari ke depan, di samping  melaksanakan tugas dalam pembelajaran jarah jauh ini, guru harus menyapa kelasnya dengan cara masuk ke dalamnya, barangkali kelas juga membutuhkan sapaan guru, membutuhkan sentuhan tangan guru. Menyiapkan  kelas masing-masing untuk menyambut peserta didik- jika benar-benar masuk tanggal 16 Juli nanti.  Amiin, ucap saya  merendahkan suara.

Dua agenda lagi yang saya minta kepada guru  untuk dikerjakan di sekolah karena tugas piket tidak dilanjutkan lagi selama 2 minggu ke depan. Dua tugas yang dilanjutkan setelah guru menyapa kelas adalah menyapa taman sekolah dan menyapa bunga- bunga yang sedang mekar. Taman bunga, saat kami tinggalkan masih ditumbuhi bunga yang masih kecil-kecil bahkan ada yang baru saja ditaburi bibit. Demikian juga dengan apotik hidup, ditanami dengan berbagai tanaman obat, kini sudah tumbuh subur dan berbunga.

Rak sepatu yang disiapkan untuk masing-masing kelas, saat kami tinggalkan masih dalam keadaan belum rapi dan belum dicat. Ini pula yang diagendakan untuk dikerjakan di sekolah dalam beberapa hari ke depan. Agenda-agenda ini tidak mengganggu tugas guru dalam mendampingi pembelajaran jarak jauh,

Budaya gotong royong, saling membantu tetap terjaga di sekolah kami. Karakter ini diharapkan juga menjadi karakter yang mendukung terlaksananya pembelajaran jarak jauh melalui wharshaap grup kelas.  yang menhgarapkan karakter gotong royong, tolong menolong dan saling membantu menjadi akar pelaksanaan whatshap grup multilevel tanpa laba yang dilaksanakan di sekolah kami.

Tugas tambahan ini tidak membuat tugas pokok kami terganggu, menyiapkan pelaksanaan Penilaian Akhir Semester 2 tahun pelajaran 2019-2020. Dalam 3 hari, semua sudah dikerjakan. Kelas sudah bersih, taman dan apotik hidup semakin tersenyum tumbuh subur dan rak sepatu yang indah, siap ditempati oleh puluhan pasang sepatu peserta didik yang akan masuk kelas. Peserta didik siap duduk rapi di area breakpast dan pojok literasi sebelum mereka duduk manis di kursi mereka masing-masing untuk menerima pelajaran. Semoga prilaku hidup bersih dan sehat menjadi budaya yang selalu kita laksanakan di sekolah.
Selamat menunggu saat pelaksanaan Penilaian Akhir Semester bagi seluruh peserta didik.

Lombok, 6 Juni 2020
Hp yang bisa dikunjungi, 08180559
h ( Daring Seri 21)

Tinggalkan Balasan