Cara menjaga kerukunan dan keberagaman

Mahasiswa507 Dilihat

Konflik Keberagaman, Tantangan Multikulturalisme di Indonesia

 

Cara menjaga kerukunan dan keberagaman adalah dengan saling menghormati satu sama lain. Keberagaman di Indonesia merupakan sesuatu yang indah dan anugerah dari Tuhan. Bukanlah sesuatu yang pantas untuk dipermasalahkan.

Prinsip bhineka tunggal ika yaitu berbeda-beda tetapi tetap satu jua.Meski berbeda kita tetap bersatu. Selama tetap dalam tujuan yang sama, maka keberagaman suku, budaya, dan agama pun tidak akan menjadi rintangan dalam menciptakan negeri yang rukun dan damai.

Kita sadari bahwa dengan terciptanya kerukunan antar umat beragama menjadi pilar utama bagi bangsa Indonesia dalam melaksanakan pembangunan, demi terciptanya masyarakat yang adil dan makmur,  hidup rukun dan damai.  Selain itu dengan kerukunan antar umat beragama diharapkan akan mampu melahirkan kesadaran diri bahwa pada dasarnya manusia memang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa  dengan beraneka ragam dan saling membutuhkan satu dengan yang lainnya.

Untuk perbedaan beragama/kepercayaan kepada kita rakyat Indonesia di persatukan oleh sila Ketuhanan Yang Maha Esa, perundang-undangan dan hukum, yang menjamin dan memberikan kebebasan kepada kita rakyat Indonesia dalam memeluk agama yang kita anut, peraturan hukum tersebut mengikat kita selaku masyarakat yang beragama di Indonesia ,kita saling menghormati, oleh karena itu kita sesama warga negara memiliki toleransi yang sangat tinggi kepada saudara-saudara kita yang berbeda agama

Kerukunan antar agama sengat dibutuhkan dalam kehidupan kita sehari-hari tentu saja bertoleransi juga sangat penting. Tanpa adanya kerukunan antar agama dan toleransi kedamaian dalam bersosialisasi dengan orang banyak tidak akan terwujud, dan mungkin akan timbul rasism dalam kehidupan ini.

Dua point penting itu tak sekedar kita amalkan dalam daily life kita, namun jika juga harus memahami makna-makna didalamnya. Seperti menghargai satu salam lain baik perbedaan pendapat dalam berpikir, agama, suku, dan ras lainnya. Karena sebetulnya kita semua itu sama. Sama dalam artian kita hanya manusia biasa yang butuh manusia lain untuk melakukan aktivitas dan kerjasama baik dalam lingkungan keluarga ataupun masyarakat.

Kerukunan umat beragama itu ditentukan oleh dua faktor, yakni sikap dan prilaku umat beragama serta kebijakan negara/pemerintah yang kondusif bagi kerukunan. Semua agama mengajarkan kerukunan ini, sehingga agama idealnya berfungsi sebagai faktor integratif. Dan dalam kenyataannya, hubungan antarpemeluk agama di Indoensia selama ini sangat harmonis. Hanya saja, di era reformasi, yang notabene mendukung kebebasan ini, muncul berbagai ekspresi kebebasan, baik dalam bentuk pikiran, ideologi politik, faham keagamaan, maupun dalam ekspresi hak-hak asasi. Dalam iklim seperti ini mucul pula ekspresi kelompok yang berfaham radikal atau intoleran, yang walaupun jumlahnya sangat sedikit tetapi dalam kasus-kasus tertentu mengatasnamakan kelompok mayoriras.

Adapun kebijakan negara tentang hubungan antaragama termasuk yang terbaik dan menjadi model di dunia. Hanya saja, sebagian oknum pemerintah di daerah dengan pertimbangan politik kadang-kadang mendukung sikap intoleran kelompok tertentu atas nama pemenuhan aspirasi kelompok mayoritas. Klaim aspirasi kelompok mayoritas ini pun tidak selalu sesuai kenyataan, karena suatu tindakan intoleran itu seringkali hanya digerakkan oleh kelompok tertentu dengan mengatasnamakan mayoritas. Meski demikian, kebijakan Pemda yang cukup arif dan adil, termasuk dalam konteks menjaga kerukunan umat beragama, jauh lebih banyak dari pada kebijakan yang dianggap mendukung sikap intoleran ini.

kerukunan beragama berarti kebersamaan antara umat beragama dengan Pemerintah dalam rangka suksesnya pembangunan nasional dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebagai manusia beragama, umat Islam diajarkan untuk saling

mengasihi, memberi kepada mereka yang membutuhkan, bukan untuk

kepentingan mereka, tetapi untuk kepentingan diri kita sendiri, untuk

kepentingan membersihkan hati dan jiwa, dan kepentingan mengosongkan

nurani kita dari perasaan tamak, sombong, tidak mau berbagi dan kikir.

Sekian hasil diskusi kelompok kami, bila ada kesalahan kata serta makna didalamnya mohon dimaafkan karena sesungguhnya manusia merupakan tempatnya salah.

  1. Monica Elsyadai br pandia 20063
  2. Nurul Izzah 20067
  3. Putri Minatasari 20069
  4. Raihani Meliana Putri
  5. Rispa Yuliantiak 20071

Terimakasih.

 

Tinggalkan Balasan