
Selamat pagi sobat,
Di pagi hari yang cerah ini saya mengangkat topik di rubrik NGETEH MORNING tentang Mengaktualisasikan Pemikiran Raden Ajeng Kartini.
Hari ini, kita memperingati Hari Kartini. Setiap memperingatinya, kita selalu diingatkan tentang emansipasi. Kesetaraan antara laki laki dan perempuan, begitu teorinya.
Banyak yang memperingati hari Kartini hanya sekadar merayakan atau memperingatinya dengan upacara atau perlombaan perlombaan saja.
Sejatinya setiap memperingati hari Kartini maka yang harus kita lakukan adalah bagaimana kita bisa mengaktualisasikan pemikiran pemikiran Raden Ajeng Kartini di masa lalu.
Kali ini saya ingin mengulas pemikiran Raden Ajeng Kartini lewat tulisannya yang masih sangat relevan untuk diaktualisasikan di masa sekarang ini.
Salah satunya surat Kartini tertanggal 25 Mei 1899 yang tertera di seperti bawah ini :
“Aku sungguh ingin mengenal seorang yang kukagumi, perempuan yang modern dan independen, yang melangkah dengan percaya diri dalam hidupnya, ceria dan kuat, antusias dan punya komitmen, bekerja tidak hanya untuk kepuasan dirinya namun juga memberikan dirinya untuk masyarakat luas, bekerja untuk kebaikan sesamanya”.
Dari tulisan Kartini di atas, bisa kita aktualisasikan di masa sekarang ini adalah kita berusaha untuk semakin banyak menghadirkan sosok perempuan Indonesia yang modern dan independen. Makna modern dan independen adalah perempuan yang terpelajar, terdidik dan tidak terkungkung dan tergantung dalam tradisi kolot dan mengingat.
Disamping itu mampu menghadirkan sosok perempuan Indonesia yang memiliki sikap percaya diri dalam hidupnya, ceria dan kuat dalam arti optimis, antusias dan punya komitmen.
Ini berarti dalam kehidupan dalam bermasyarakat memang dibutuhkan sosok perempuan Indonesia yang memiliki sifat dan sikap seperti tersebut di atas.
Tidak boleh ada lagi perempuan Indonesia yang dalam mengarungi kehidupannya tidak memiliki sikap percaya diri atau diliputi dengan keragu raguan, pesimis dan lemah serta tidak punya komitmen.
Dan yang terpenting adalah hadirnya sosok perempuan Indonesia yang punya komitmen untuk memajukan sesamanya dan bekerja bukan sekedar untuk dirinya namun juga untuk masyarakat luas dan bekerja untuk kebaikan sesamanya.
Kebaikan dalam hal ini tentu kemajuan dalam banyak hal untuk sesamanya, salah satunya berkesempatan luas dalam pendidikan, karier dan kelayakan dalam hidup.
Itulah sejatinya pemikiran Kartini yang begitu futuristik untuk tampilnya sosok perempuan Indonesia yang berpendidikan dan punya jati diri seperti percaya diri, kuat, antusias dan punya komitment untuk bekerja tidak hanya untuk dirinya nanun juga untuk memajukan masyarakat luas dan kebaikan bagi sesamanya.
Pertanyaannya, apakah keinginan Kartini sudah bisa terwujud di era sekarang ini atau yang banyak disebut sebagai era milenial ?
Kalau boleh saya jawab, tentu saja sudah namun pemikiran pemikiran Kartini harus terus menerus diaktualisasikan kepada semua perempuan Indonesia di era sekarang ini.
Selain tulisan Kartini tersebut di atas, saya juga mengulas tulisan Kartini yang lain tertanggal 23 Agustus 1990 seperti berikut ini :
“Aku ingin dan aku harus berperang untuk kemerdekaanku. Bagaimana aku bisa meraih kemenangan jika aku tidak berjuang ? Bagaimana aku akan menemukannya jika aku tidak berusaha mencari ? Tanpa perjuangan tidak akan ada kemenangan. Aku harus berjuang Stella, aku hendak menggapai kemerdekaanku”.
Tulisan Kartini tersebut di atas merupakan sikap gigih Kartini untuk meraih kemerdekaannya. Makna kemerdekaan adalah terbebas dari tradisi yang menjadikan perempuan di masa itu harus nrimo dan patuh.
Dan untuk itu Kartini harus berjuang bahkan dalam bahasa yang lebih ektrim lagi yaitu berperang. Itulah bentuk sebuah perjuangan gigih untuk meraih kemenangan.
Tanpa perjuangan tidak akan ada kemenangan, begitu tulis Kartini yang harus bisa dihayati dan diamalkan dalam situasi sekarang ini.
Apa yang bisa dipetik pemikiran dari tulisan Kartini tersebut dan bisa diaktualjsasikan di era sekarang ini ? Bahwa tidak saja bagi perempuan Indonesia namun bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk tetap gigih berjuang dalam mengatasi berbagai kesulitan seperti ekonomi, pendidikan dan pekerjaan. Kemudian gigih berjuang dalam menghadapi berbagai bencana yang terjadi terutama pandemi COVID-19 yang berkepanjangan.
Bila pemikiran pemikiran Kartini dari dua tulisan di atas disatukan dan diaktualisasikan pada situasi sekarang ini maka dalam gigih berjuang untuk bisa meraih kemenangan maka dibutuhkan sosok perempuan Indonesia yang terpelajar dan terdidik serta berfikiran maju dan senantiasa percaya diri, optimis dan kerja keras, selalu antusias dan punya komitmen terutama mempunyai kemauan keras untuk kebaikan masyarakat luas dan sesamanya.
Semoga kita bisa mengaktualisasikan pemikiran pemikiran Raden Ajeng Kartini dalam situasi sekarang ini ..
Insya Allah ..
Sumber : Buku Surat surat Raden Ajeng Kartini
Saya tutup tulisan ini dengan sebuah pantun :
Melihat Cewek Mirip Syahrini
Di Dekat Rumah Kuno Warisan Kolonial
Aktualisasikan Pemikiran Raden Ajeng Kartini
Sebagai Motivasi Diri Di Era Milenial
Sobat, saatnya saya undur diri dan mari kita nikmati secangkir teh hangat di pagi hari ini ..
Selamat beraktivitas dan memperingati Hari Kartini ..
Salam sehat ..
NH
Depok, 21 April 2021








