
Selamat pagi sobat,
Di pagi hari yang cerah ini saya mengangkat topik di rubrik NGETEH MORNING tentang kepeleset lidah.
Setiap orang bisa jadi pernah melakukan kepeleset lidah atau yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai slipped the tongue.
Saya pun kerap kepeleset lidah saat mengajar di depan mahasiswa saya di ruang kelas atau di saat pandemi COVID-19 secara virtual menggunakan media Google Meet.
Akan beruntung ketika kita kepeleset lidah saat mengatakan sesuatu yang tidak benar namun audiens kita tidak mengetahui kalau kita telah kepeleset lidah.
Yang celaka apabila kita kepeleset lidah, kesalahan itu diketahui oleh audiens kita maka bisa berakibat kita menjadi gunjingan atau tertawaan mereka. Misalnya saja kaset kita menyebutnya dengan keset.
Andai kita melakukan kepeleset lidah dan menyadarinya maka kita harus cepat mengklarifikasi kesalahan ucap yang kita lakukan agar tidak menimbulkan kegaduhan dan mis interpretasi.
Kepeleset lidah biasanya terjadi bila kita sedang tidak fokus dalam berbicara atau kita kurang persiapan saat akan berbicara di depan audiens.
Kepeleset lidah tidak begitu menjadi masalah ketika dilakukan oleh “orang biasa” namun ketika dilakukan oleh publik figur maka bakal berakibat fatal dan runyam karena reputasi sang publik figur lah yang dipertaruhkan.
Oleh karena itu, menjadi sangat penting saat kita akan berbicara di depan audiens maka kita harus mempersiapkan diri dengan sebaik baiknya dan harus tetap fokus saat berbicara di depan audiens.
Insya Allah, jika hal tersebut di atas kita lakukan maka kita akan selamat dari kepeleset lidah ..
Saya tutup tulisan ini dengan sebuah pantun :
Jelang Sore Berangkat Ke Bandara
Mau Tengok Saudara Di Kota Kuala Kedah
Fokus Dan Persiapkan Diri Saat Akan Berbicara
Agar Kita Tidak Kepeleset Lidah
Sobat, saatnya saya undur diri dan mari kita nikmati secangkir teh hangat di pagi hari ini ..
Selamat beraktivitas ..
Salam sehat ..
NH
Depok, 20 Mei 2021








