
Selamat pagi sobat,
Di pagi hari yang cerah ini saya mengangkat topik di rubrik NGETEH MORNING tentang menyatukan barang barang kenangan.
Kemarin (Senin, 28/06/2021), saya bangun tidur saat hari menjelang siang, maklum saya baru tidur jam enam pagi setelah nonstop nonton bola Euro 2020 dan Copa America 2021 dari jelang tengah malam hingga pagi hari.
Setelah beraktivitas menulis sebuah artikel dan makan siang, saya dibantu istri dan anak harus memperbaiki lemari baju saya yang triplex penutup belakang terlepas dari pakunya, mungkin karena terdesak baju baju di dalam lemari yang terlalu penuh.
Tentu saja sebelum memperbaiki triplex penutup belakang lemari, semua baju yang berada di dalam lemari harus dikeluarkan terlebih dahulu agar lemari bisa digerakkan dan saya leluasa untuk bisa memperbaiki triplex penutup belakang lemari tersebut.
Singkat cerita, triplex penutup belakang lemari sudah saya perbaiki dan baju baju harus dimasukkan lagi ke dalam lemari. Agar isi lemari agak longgar, saya memutuskan untuk mengumpulkan beberapa jaket dan baju seragam organisasi yang digantung untuk saya lipat lalu dimasukkan ke dalam sebuah koper yang kosong.
Saat berorganisasi dulu, saya hanya aktif mengikuti tiga organisasi yaitu FKPPI, KNPI dan Golkar. Oleh karena itu, jaket dan seragam dari ketiga organisasi tersebut saya kumpulan dalam satu koper.
Jaket KNPI ada 3 buah merupakan kenangan saat saya selama tiga periode aktif di Dewan Pengurus Pusat (DPP) KNPI. Periode pertama (1990-1993) ketika Ketua Umumnya adalah mas Tjahjo Kumolo (Kini Menteri PAN-RB), lalu periode kedua (1993-1996) ketika Ketua Umumnya adalah mas Tubagus Haryono dan periode ketiga (1996-1999) ketika Ketua Umumnya adalah Mas Maulana Isman.
Kemudian ada jaket FKPPI saat saya menjadi Pengurus Daerah IX FKPPI DKI Jakarta periode 1985-1988 ketika Ketuanya adalah Bang Ruhut Poltak Sitompul. Kemudian ada 4 baju seragam FKPPI yang saya gunakan saat aktif di Pengurus Pusat FKPPI/Generasi Muda FKPPI dari tahun 1990 s/d 2001 dengan tiga Ketua Umum, mas Indra Bambang Utoyo, kang Asep Ruchimat Sudjana (Alm) dan mas Adiguna Sutowo (Alm).
Ada pula dua jaket GOLKAR lengan pendek dan lengan panjang yang selalu saya gunakan semasa saya aktif sebagai kader GOLKAR yang menjadi Wakil Rakyat (Anggota DPR/MPR RI).
Selain itu, ada juga jas batik yang saya gunakan ketika saya mengikuti program JICA di tahun 1992 sebagai wakil pemuda Indonesia mengunjungi negara Jepang selama 40 hari lamanya.
Itulah jaket dan seragam Organisasi yang bagi saya memiliki kenangan tersendiri dan tidak pernah akan terlupakan.
Jaket dan seragam Organisasi adalah identitas kita sebagai kader dari Organisasi tersebut yang tentu saja merupakan kebanggaan tersendiri bagi kita yang memakainya.
Oleh karena itu, jaket dan seragam Organisasi milik saya akan tersimpan dengan baik dan aman dalam satu koper.
Saya tutup tulisan ini dengan sebuah pantun :
Selagi Nonton TV Untuk Mencari Berita
Mendengar Suara Wanita Cekikikan
Jaket Dan Seragam Oraganisasi Milik Kita
Menjadi Kenangan Yang Tak Terlupakan
Sobat, saatnya saya undur diri dan mari kita nikmati secangkir teh hangat di pagi hari ini ..
Selamat beraktivitas ..
Salam sehat ..
NH
Depok, 29 Juni 2021








