Hasil Biobsi

Selasa, 27 Juli 2021 akhirnya saya kembali ke rumah sakit untuk menanyakan hasil biobsi. Rencana awal staff rumah sakit bagian tindakan (operasi) akan mengabari hasil nya melalui pesan WhatsApp Tapi sampai hari ini, tiada kabar yang datang. Saya sebagai keluarga pasien bertanya-tanya apakah hasil biobsi sudah ada atau belum? Kalau sudah ada hasilnya kenapa belum ada kabar. Kalaupun belum juga bisa memberi kabar sehingga keluarga pasien tidak merasa cemas.

Waktu itu Petugas tersebut berkata, “Hasil biobsi keluar berkisar 14 hari, bisa lebih awal, bisa setelah empat belas hari.” Saya hanya menganggukkan kepala sebagai persetujuan. Ketiadaan informasi membuat saya nekad mendatangi rumah sakit untuk menanyakan secara langsung hasil dari biobsi tersebut, karena waktu kontrol ke dokter tinggal dua hari lagi. Paling tidak saya sudah mendapatkan informasi sehingga ada jawaban yang saya berikan ketika kontrol.

Karena sudah terbiasa bolak-balik rumah sakit, saya tidak merasa canggung lagi. Saya tahu dengan jelas dan mengerti tujuan saya ke sana begitupun dimana saya harus mengambil hasil Biobsi tersebut. Seperti biasa di pintu masuk, petugas dengan siaga mengontrol dan mengcek setiap orang yang masuk termasuk alasan ke rumah sakit. Hal pertama yang diingatkan adalah mencuci tangan dan dilanjutkan dengan cek suhu tubuh. Jika dianggap aman maka pasien dan keluarga pasien dipersilahkan masuk.

Saya menaiki lift menuju lantai 6 dimana tindakan operasi dilakukan. Setiba di sana saya merasa kebingungan karena tidak ada siapapun yang bisa dihubungi. Saya pun menoleh kiri, kanan, mengintip ke dalam ruangan untuk memastikan apakah ada atau tidak ada petugas. Setelah Mondar mandir beberapa waktu, saya duduk di kursi panjang yang telah disediakan. Sesekali saya menoleh mana tahu ada petugas.

Ketika saya hendak menelpon, tiba-tiba pintu lift terbuka, keluarlah perawat beserta keluarga pasien mendorong pasien untuk melakukan tindakan. Dengan cepat sebelum petugas masuk ke ruang tindakan, saya bertanya, “Apakah tidak ada petugas ya, bang?” “Saya mau mengambil hasil Biobsi.”Sambil mendorong bed pasien, petugas pun menjawab, “Tunggu sebentar ya bu.” Saya pun kembali duduk. Berselang sesaat, petugas memanggil saya masuk dan mempersilahkan duduk. Sambil mengeluarkan kumpulan kertas hasil tindakan, beliau bertanya atas nama siapa, dan tanggal berapa tindakan dilakukan? Saya pun menjawab nama suami dan tanggal biobsi dilakukan.

Selanjutnya, beliau meminta maaf karena belum sempat mengabari keluarga pasien jikalau hasil tindakan sudah ada. Alasan beliau adalah karena beliau sangat sibuk dan ikut serta membantu pasien covid-19 yang membludak saatitu. Saya dapat memaklumi nya, lagian kami kontrol masih dua hari lagi. Saya datang lebih awal karena saya tidak mau ada masalah nantinya terutama ketika hari kontrol tidak mendapatkan hasil Biobsi.

Sambil menunggu beliau mencari hasil biobsi atau PA, beliau sempat bercerita jikalau salah satu petugas di rumah sakit tersebut juga menderita penyakit yang sama dengan suami dan kondisi nya jauh lebih parah karena sudah mengeluarkan darah, dan pasien terlambat datang berobat ke dokter. Beliau pun sembuh dari sakit nya setelah melewati kemoterapi dan radioterapi.

Beliau pun menyarankan, ikuti anjuran dokter, karena masih ada harapan untuk sembuh. Saya bersyukur bisa bertemu orang-orang hebat di bidang nya masing-masing yang tiada henti memberikan motivasi dan semangat untuk terus berobat dan berjuang. Setelah cukup lama saling berkomunikasi dan mendapatkan hasil Biobsi, saya pamit undur diri. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih.

Selanjutnya saya langsung ke tempat kerja. Meskipun work from home, kami tetap diharuskan hadir. Kami bisa bekerja menyiapkan segala administrasi yang diperlukan.

Saya sudah tidak sabar menunggu dua hari berlalu sehingga kami bisa tahu kelanjutan pengobatan suami terutama dalam Penanganan kankernya. Semoga hari-hari suami tidak terlalu melelahkan sehingga fisik dan raganya tetap kuat dan sehat dalam menjalani pengobatan.

Tinggalkan Balasan