Jangan Jadikan Alasan Untuk Tidak Menulis

KMAB, Literasi, Terbaru, YPTD776 Dilihat

Celoteh Anak Pesisir Pulau

 

Menulis sebenarnya pekara yang sangat mudah.Banyak sekali kejadian yang bisa kita tulis untuk menjadikan sebuah buku.Mungkin kejadian dilingkungan keluarga kita,mungkin juga dilingkungan sekolah dan juga lingkungan masyarakat.Biasanya orang yang tidak terbiasa menulis cendrung malas untuk membaca berbagai macam inspirasi buku-buku.Menulis adalah seseuatu yang sangat menyenangkan,dengan menulis maka daya atau pola pikir kita akan menjadi lebih cerdas,dikarenakan semua otak bekerja dengan baik.Baik itu otak kiri maupun kanan.

Hari ini aku mengngikuti program menulis 40 hari tanpa jeda.Dengan istilah semboyan Karena Menulis Aku Bahagia.Program ini suatu kegiatan yang sangat bagus,karena memberikan insfirasi,motivasi untuk terus menulis tanpa alasan apapun itu.Tiada batasan dalam menulis,apapun profesinya,apapun pangkatnya,yang terpentiang ia mampu untuk menulis,agar bisa dibaca orang lain.Didalam kegiatan 40 hari Karena Menulis Aku Bahagia,banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil bersama-sama dari kegiatan tersebut.Salah satunya adalah : 1. Menciptakan pemikiran dan jiwa raga yang disiplin terhadap tugas dan tanggung jawabnya. 2. Saling menghargai tulisan orang lain juga pemikiran para sahabat penulis. 3. Saling berlomaba-lomba dalam koridor persaingan sehat dalam menulis 40 hari tanpa jeda. 4. Menjalin silaturahmi kekeluargaan yang luar biasa. 5. Tidak mengukur berapa besar penghasilanmu. 6.Saling memberikan semangat dan saling mengngingatkan siapa yang belum mengirimkan tulisannya. 7. Tiada perbedaan antara penulis senior kaula tua ataupun penulis junior kaula muda.

Dikegiatan menulis 40 hari Karena Menulis Aku Bahagia mempunyai citra rasa tersendiri bagi semua penulis,dengan berbagai macam latar belakannya.Semua saling bekerja sama dan memberikan sportipitas yang luar biasa. Ayahnda Thamrin Dahlan adalah salah satu penggerak literasi menulis untuk semua kalangan.Agar kita mencintai dan mampu menghargai tulisan orang lain yang mana berbeda latarbelakannya. Kegiatan ini suatu kegiatan yang mampu memanusiakan manusia lewat sebuah tulisan. Berbagai macam tulisan yang bisa kita tuliskan untuk menjadi sebuah buku,baik itu puisi,cerpen,novel,inspiratif keagamaan,pendidikan dan berbagai macam lainnya yang bisa kita tulis.

Wai sebagai penulis muda terus menerus menggalakkan teman-teman kepala sekolah,guru,Tu,komite sekolah,orang tua siswa untuk gemar menulis apa saja yang dilihat,dirasakan,didengar atau pembicaraan yang kita anggap suatu cerita yang memberikan etika motivasi pada diri juga bisa kita tuliskan. Wai ingin sekali menjadi dan mengajak anak-anak pesisir pulau untuk dapat mengasah minat bakatnya melalui menulis.Karena Wai sangat menyadari bahwa didaerah pesisir, baik itu anak-anak maupun orang tuanya sangat kurang untuk membaca berbagai macam buku yang memberikan inspirasi positif untuk kehidupan sehari-hari. Sahabat-sahabat penulis Wai ,baik itu kaula tua ataupun muda yang menulis di laman Yayasan Thamrin Dahlan terkadang ada juga yang sakit,sibuk dengan pekerjaan namun masih bisa menulis untuk memberikan bahasa-bahasa inspiratif kepada semua kalangan. Ini membuktikan suatu kesungguhan yang menciptakan keperibadian untuk memanusiakan manusia.

Peluang untuk terus menulis senantiasa hadir di laman YPTD,al hasil mau atau tidaknya Wai dan teman-teman yang lain untuk menulis. Setelah Wai bergabung di laman YPTD,Wai merasa semangin mahir menulis dan merangkaikan sebuah kata-kata untuk dijadikan sebuah tulisan. Semua ini tak terlepas dari aksi nyata dari sahabat-sahabat penulis juga peluang yang besar,yang diberikan oleh YPTD. Saat ini Wai telah kehilangan laptop dimana isi didalamnya semua tulisan yang telah Wai tuliskan untuk Wai jadikan sebuah buku.Namun semua itu tak terlepas dari kehendak Alloh. Biarpun Wai tidak punya laptop,Wai tetap masih biasa menulis lewat Hp.Terkadang Wai menulis di sekolah disaat Wai bertugas, menggunakan komputer sekolah. Bagi wai tidak ada alasan untuk tidak menulis. Kebahagian yang Wai rasakan ketika Wai menulis,teramat terasa pada kepuasan zahir maupun batin Wai.

Wai ingin terus menulis untuk menggiatkan anak-anak pesisir pulau,karena Wai anak pesisir. Terkadang Wai juga memberikan sapaan di setiap gerup WhatsApp,Facebook,Messenjer,Instagram,Telegram, Wai terus membujuk,mau atu tidaknya untuk menulis.Yang terpenting bagi pribadi Wai ,Wai sudah memberikan sapaan yang baik Ayo menulis,menulis. Wai seorang pendidik malu rasanya jika Wai tak mampu untuk menulis. Hari ini sebagai seorang pendidik harus bisa berinovasi,memberikan karya-karya yang bermanfaat. Wai ingin,Wai bermanfaat buat orang lain. Jika sebagai pendidik disekolah sangat banyak hal-hal,atau kejadian yang bisa kita tuliskan. Kita juga bisa menggalakan kepda anak-anak didik kita untuk menggiatkan literasi menulis selama 15 menit. Terkadang Wai merasa khawatir pada teman-teman yang profesinya sama dengan Wai sebagai seorang pendidik.Namun mereka tidak giat untuk menulis. Akhirnya untuk menyusun PTK,PTS dan lainnya mereka harus menguras kantong,dengan alasan tak paham atau tidak tau. Ini jawaban yang sangat salah menurut pandangan Wai. Karena jika kita pendidik maka kita mampu memberikan,menginspirasi karya-karya baru yang bernilai tinggi.

Terkadang kita selalu takut salah.Sebenarnya jika kita ingin menjadi orang yang sukses,hebat semua itu akan dapat kita raih melalui sutu kegagalan atau kesalahan.Dengan kesalahan kita akan terus berusaha untuk memperbaikinya menjadi lebih baik. Yang mampu menilai semua cerita kita ataupun tulisan kita adalah orang lain,bukan diri kita sendiri. Jangan takut untuk menulis,belajar dan belajar dari sebuah kesalahan.

Wai pada awalnya juga mempunyai pikiran yang sama tentang menulis,Wai takut kata-katanya tak tersusun dengan baik. Bahasanya tidak sedap didengar atau dibacakan. Namun dengan kegigihan dan keyakinan serta semangat yang kuat Wai merasa Wah,dari karya-karya yang Wai tuliskan setiap hari. Mari kita bersama-sama merubah pola pikir kita untuk rajin membaca buku. Banyak sekali inspirasi di setiap sudut lingkungan kita,yang bisa kita ceritakan dalam sebuah tulisan.

 

MAU ATAU TIDAKNYA DIRI KITA UNTUK BERKARYA

Oleh : Raja Zainol Afandi

 

Kita sangat sempurna dimataNya

Tapi sayang, kita masih ragu untuk menyempurnakan segala pemberianNya

Kita masih terus menerus merasa takut pada kegagalan

pada keraguan diri yang membuat kita mati keyakinan diri

 

Kita manusia sangat lengkap

Prasa,praba sangat sempurna menikmatinya

Hanya keyakinan pada diri sendiri sering terjual

karena kita tidak sanggup menerima kegagalan

Yang kita inginkan langsung sempurna

Mana bisa Wai !

 

Kita harus terus belajar,belajar

tanpa jeda

rajin membaca,banyak bertanya

rajin bergaul antar sesama

tanpa melirik,menggukur kekurangan dan kelebihannya

 

Wai

setiap kemahuan pasti ada jalan

setiap keinginan kan memberikan kesan

setiap tulisan kan memberi suntikan masukan

tuk kita berjalan melakoni peran

peran yang memberikan sebuah arapan

menjunjung rasa tinggi persaudaraan

 

Wai

menulis adalah mengngikat suatu bahasa kita yang berbeda

padangan kita

penilaian kita

keinginan kita

Namun menyatukan semua tujuan kita bersama

dalam sebuah ikan

Karena Menulis Aku Bahagi

Karena Menulis Aku Bangga

Karena Menulis Aku menjadi manusia bersahaja

Karena Menulis Aku Memanusiakan Manusia

Karena Menulis Aku Dikenal Di Indonesia juga Maca Negara

Karena Menulis Aku Banyak Keluarga

Karena Menulis Silaturahmi Terus Bernuansa Dalam Hidup Bahagia

 

Sanglar,26 Juli 2022

 

Tinggalkan Balasan