Ikut Arus Menentang Arus
Kita,manusia adalah pemeran utama
Yang bermuara ikuti rentaknya dunia
Penuh panca roba dalam warna warna hitam juga putihnya
Si hitam terus hantam tampakan wajah murkanya
Si putih tertunduk gemetar takut padanya
Yang kuat menjadi nahoda mengarung samudra dunia
Lemah lesu tak berdaya jadi budak suruhannya
Si hitam terus melang lang buana dalam selimuti bangga
Sudah berakar kuat ternama menginjak gundik gundiknya
Dan si putih lingling ikut telunjuknya
Padahal kita sama hamba sahayanya
Di depan ada pasang juga surutnya
Ada tujuan dibalik maksutnya
Makna tersurat seiring tersirat tiada sedikitpun contoh taulannya
Tuk menikam hamba yang berdaulat dalam munanjad
Ikut arus badan binasa
Lawan arus juga sengsara
Memberi umpan untuk memikat
Dalam relung sadar kita sudah terpikat
Ikuti arus wajah yang penuh sesat
Kita kuat jika bersama merangkul menghujat
Tuk lawan arus yang terus menerus amat jauh terseret sesat
Sehingga pintu ribaanya tertutup rapat
Karna kita manusia lebih suka menjadi pengikut jauh dari makrifat
Si pulan terus menerus ulurkan pancing
Pancing diulur sambil menjerat
Cari mangsanya sambil bekerja tuk disikat
Karena MOU sudah kita buat sepakat
Maka jadilah kita manusia yang bejat
Tak takut akan azab di akhirat yang merobek tulang dilipat lipat
Yang baik tak dipandang maksudnya
Yang buruk jadi kawan pengikut setia
Karna ada belen belanya
Sampai kapan kita jadi katak dalam tempurung
Suara nyaring terus terkurung
Sama berfikir,mereka mendapat untung
Kita hanya terima hutang tergantung gantung
Aku menagis pada pemilikku
Lihat pemangku taulan bersahabat sama menekan
Takut pada sesama yang menjadi rekanan
Tidak pada Yang Maha Kuasa pemberi sumber kehidupan
Aku bersimpuh dalam keribaanmu
Panjatkan doa para pemangku
Untuk segera bebalik arah keluar dari liku liku
Yang nantinya tengkorak tak lagi tersenyum karena malu
Sudah terlambat penyesalanpun tlah jauh berlalu
RZAF2492021







