Sate yang satu ini berbeda dengan sate biasa yang banyak dijajakan orang
Asalnya dari Purwakarta yang konon sudah ada sejak zaman kolonial Belanda
Tempat penjual sate terkenal ini satu bangunan dibawah naungan pohon-pohon jati
Entah sudah berapa lama berada disitu yang jelas jadi pusat kuliner dilintas Jakarta Purwakarta tepatnya di Cibungur
Mula-mula hanya berupa warung kecil yang kemudian berkembang jadi bangunan besar lengkap dengan berbagai jenis makanan dan beragam minuman
Ada karedok, asinan, sate kambing, sate ayam, es kelapa muda, es alpuket dan lain sebagainya
Rasanya legit, dagingnya empuk karena sebelum di bakar dibungkus daun pepaya agar menjadi lunak
Ada banyak ragamnya. Satu diantaranya menggunakan bumbu seperti 3 siung
bawang merah , 2 siung bawang putih 1 sdt lengkuas bubuk, 1 sdt ketumbar bubuk, 1/2 sdt
lada putih, 2 ruas jari gula merah iris, 1 ruas jari jahe , 2 sendok makan kecap, 1 buah tomat, garam, gula putih, air asam secukupnya, 7 buah cabe rawit merah, jeruk nipis
Nanti waktu dibakar diberi bumbu oles berupa 4 sdm mentega blueband, 2 sdm minyak, 5-7 sdm kecap manis
Giling bumbu marinasi : haluskan bawang merah, bawang putih dan jahe. Balurkan bumbu yg sudah dihaluskan, tambahkan bumbu lainnya (lengkuas bubuk, ketumbar, lada, air asam, gula merah, 2 sdm kecap, garam). Setelah daging dimarinasi tutup kurang lebih 10 menit dengan daun pepaya agar daging empuk sempurna
Itulah sate Maranggi selain lezat juga sumber protein hewani yang punya nilai biologi yang cukup tinggi (Abraham Raubun, B.Sc, S.Ikom)



