Kuliner tradisional Nusantara memang sangat beragam. Ada yang berbahan dasar unik. Bisa ditemukan umum di banyak daerah. Tetapi ada juga yang khusus ditemukan di daerah tertentu.
Olahan makanan yang satu ini mungkin bahan dasarnya bisa ditemukan di beberapa daerah lain. Seorang teman bercerita tentang makanan khas ini. Di daerah Klaten yang dikenal juga sebagai “Kota Seribu Candi” karena memiliki banyak candi-candi Hindu-Buddha bersejarah, satu makanan khas yang namanya plecing sama dengan yang dari Lombok. Tetapi bahan dasar plecing Lombok kangkung, sedangkan yang dari Klaten bahan dasarnya rumput Krokot. Bumbu plecing Krokot sama dengan plecing kangkung.
Krokot sebenarnya merupakan rumput liar, dianggap sebagai gulma yang tumbuh di banyak tempat. Nama latinnya “Portulaca oleracea”. Cirinya daunnya kecil bulat telur, hijau dan lunak. Batang kecil berwarna kemerahan, tumbuh tegak atau merayap. Bunga krokot berwarna kuning, putih, atau merah, dan mekar pada pagi hari. Banyak ditemukan tumbuh di sawah, ladang, pinggir selokan, halaman dan sebagainya.
Krokot dipercaya memiliki berbagai manfaat, bisa dijadikan sayuran dan juga digunakan sebagai tanaman hias. Terkait kesehatan dapat digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol, trigeliserida serta menjaga kesehatan pembukuh darah. Kandungan zat gizinya antara lain selain protein nabati dan karbohidrat, ada juga kalium, zat besi, pro-vitamin A, vitamin C, dan magnesium serta asam lemak omega-3 dan serat (fiber), yang menurut referensi bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), trigliserida serta mencegah pembekuan darah. Ini membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan mencegah penyakit jantung.
Itulah kekayaan dunia kuliner tradisional Indonesia yang sejatinya dapat dimanfaatkan dalam menu sehari-hari. Krokot memang bukan rumput sembarang rumput, karena
memiliki rasa segar dan unik yang cocok dimakan sebagai lalapan atau sayuran pendamping hidangan utama.
Rumput krokot, tercatat berasal dari daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia, termasuk Persia, Afrika, dan India.
(Abraham Raubun, B.Sc, S.Ikom)


