PISANG MULUT BEBEK KHAS DARI MALUKU UTARA

Terbaru207 Dilihat

Seorang teman asal Tobelo Halmahera Utara berkisah tentang pisang khas daerahnya. Namanya pisang “mulut bebek”

Mendengar namanya sontak terbayang cocor bebek yang pipih memanjang. Ini memang jenis pisang endemik khas Halmahera Utara dan Halmahera Barat. Dinamakan pisang mulut bebek, karena  bentuk pisang ini mirip dengan lengkungan mulut bebek.

Pisang mulut bebek bisa diolah menjadi camilan. Bisa digoreng atau direbus dengan santan sehingga dinamakan pisang “santang”. Pisang ini bagi Orang-orang di Halmahera Barat dijadikan sebagai makanan pokok seperti nasi.

  1. Ada jugnegara-negara seperti Uganda, Rwanda, Grenada, Guatemala, dan Honduras yang menjadikan pisang sebagai makanan pokok penduduknya.

Di Uganda, misalnya, dikenal sebagai “matoke” dan bisa disajikan dalam berbagai cara seperti direbus, diparut, atau dikukus.

Tanaman pisang tentu tidak asing bagi banyak orang. Ada banyak olahan pisang dari berbagai daerah. Dapat diolah dijadikan pisang sale, keripik, digoreng atau direbus/kukus.

Jenisnyapun beragam. Di Indonesia ada pisang raja, pisang ambon, pisang kepok, pisang mas, pisang uli.
Beberapa jenis pisang dari luar negeri yang populer antara lain Pisang Cavendish, Plátano de Canarias, dan Lady Finger (Pisang Mas). Pisang Cavendish, khususnya,  sangat populer  dan menjadi pilihan utama di banyak negara.

Pisang dapat diolah menjadi berbagai panganan semisal
Pisang Goroho khas dari Minahasa dan Gorontalo.  Rasanya tidak  terlalu manis memang. Karena itu sering dijadikan alternatif makanan pokok atau cemilan oleh masyarakat lokal. Konon baik untuk penderita diabetes.  Dapat direbus, digoreng, dibakar, atau dibuat keripik.

Pisang Kapik kuliner khas Bukittinggi. Bahan dasarnya pisang kepok. Dibakar dengan sedikit margarin, kemudian diangkat dan digeprek hingga pipih.

Sulawesi Selatan pun punya pisang Epe yang dibentuk gepeng. Kuliner khas  Balikpapan pisang gapit. Ini pisang kepok kupas dipanggang di atas arang hingga setengah matang, lalu digapit atau dijepit menggunakan kayu dan dibakar kembali sampai matang. Biasanya disantap dengan disiram kuah santan dicampur gula merah dan potongan buah nangka. Ada juga  yang diberi “topping” keju parut dan susu kental manis.

Menurut hikayatnya  dan kata banyak ahli tanaman pisang yang nama Latinya musa sp. konon berasal dari India. Tetapi ada juga yang menduga dari kawasan  Asia Tenggara, khususnya Semenanjung Malaya dan Filipina.

Tanaman pisang ini kemudian menyebar luas, seperti ke Madagaskar, Afrika, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan sekitar 500 tahun SM. Para pedagang dan ekspedisi, termasuk para penyebar agama Islam, turut berperan dalam menyebarkan pisang ke berbagai belahan dunia.

Kini banyak dikenal banyak jenis pisang. Namun pisang yang ada sekarang diduga merupakan hasil persilangan alami dari pisang liar dan telah mengalami perubahan genetik sehingga cocok hidup di lingkungan manusia tempatnya tumbuh.

Manfaatnya banyak,
merupakan sumber energi, mendukung pencernaan, menjaga kesehatan jantung, meningkatkan kekebalan tubuh.

Kandungan zat gizinya juga banyak seperti vitamin B6, vitamin c, ada beta karoten  bakal vitamin A yang merupakan pigmen warna kuning-oranye yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A. Juga vitamin A yang siap digunakan meski dalam jumlah yang tidak banyak.

Kandungan zat mineralnya seperti asam folat, niasin dan serta serat cukup tinggi.  Khususnya kalium  berfungsi menjaga keseimbangan cairan tubuh, membantu fungsi otot dan saraf, mengontrol tekanan darah, dan mencegah hipokalemia (kekurangan kalium dalam darah).

Pada kasus kekurangan kalium dapat terjadi otot melemah. Ini karena komunikasi antara otak dan otot yang seharusnya dibantu kalium terganggu. Pada kasus yang parah,  dapat menyebabkan beberapa otot tidak berfungsi sama sekali.

Demikian juga saraf  akan mengalami gangguan dan menyebabkan kesemutan. Kerap terjadi pada beberapa bagian tubuh, seperti tangan, lengan, tungkai.

Banyak negara penghasil pisang yang terbesar di dunia  adalah India. Pada tahun 2024 India menghasilkan sekitar 33 juta ton pisang. China berada di urutan kedua dengan produksi sekitar 12 juta ton per tahun.

Indonesia berada di posisi ketiga dengan produksi sekitar 7-9 juta ton per tahun.  Terutama  dihasilkan dari daerah Jawa Timur dan Lampung.

Beberapa literatur menunjukkan pusat keanekaragaman tanaman pisang ada di kawasan Asia Tenggara. Pohon pisang memang mudah tumbuh. Hampir semua bagian pohonnya dapat dimanfaatkan

Tidak heran juga kalau pohon pisang sering dijuluki tanaman serbaguna, mirip dengan pohon kelapa, karena berbagai bagiannya dapat dimanfaatkan.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)

Tinggalkan Balasan