KEBIASAAN DILAKUKAN, KARAKTER TERWUJUDKAN

Terbaru57 Dilihat

Steven R. Covey tahun 1989 menulis buku. Judulnya: “7 Habits Highly Effective People”.
Isinya tentang pengembangan diri.

Di dalamnya Covey bertutur tentang  kebiasaan seseorang yang bisa membuat dia dikatakan sebagai orang yang efektif. Dalam artian  sesuatu yang dilakukannya berhasil dengan baik.

Berbagai petunjuk disediakan sebagai panduan praktis dalam membangun karakter dan mencapai kesuksesan jangka panjang.

Tujuannya adalah membantu individu bertransformasi dari kebergantungan menjadi kemandirian dan kemudian saling kebergantungan, menciptakan perubahan pribadi dan profesional yang nyata. ini membantu individu bertransformasi dari kebergantungan menjadi kemandirian. Kemudian muncul saling kebergantungan, menciptakan perubahan pribadi dan profesionalisme yang nyata.

Tindakan berfokus pada prinsip-prinsip abadi seperti proaktivitas, tujuan, empati, sinergi, dan pengembangan diri berkelanjutan.

Nilai-nilai abadi seperti kejujuran, tanggung jawab, dan sinergi, menjadi dasar yang ditanamkan dalam setiap pemikiran dan tindakan. Juga
bukan sekadar motivasi sementara. Namun berfokus hal pembangunan karakter melalui kebiasaan berperilaku.

Selain itu membantu orang beralih dari hanya bergantung pada orang lain menjadi mandiri. Tumbuh sikap kebiasaan saling kebergantungan yang positif dalam memenuhi kebutuhan masing-masing.

Kebiasaan itu adalah tindakan atau pola perilaku yang diulang secara teratur sehingga menjadi otomatis dan melekat pada diri pribadi yang sering kali dilakukan tanpa disadari. Kebiasaan yang dilakukan terus menerus akan membentuk karakter.

Mengapa 7 Kebiasaan yang dianggap penting? Ini berdasar pada prinsip-prinsip abadi yang mendorong pengembangan karakter dan membantu individu mencapai potensi tertinggi mereka .

Ke 7 hal yang dianggap dapat membuat seseorang dikatakan efektif yang diulas Covey itu mencakup:
perilaku proaktif, penetapan tujuan, penentuan prioritas, manfaat bersama, komunikasi, sinergi kolaboratif, dan pengembangan diri berkelanjutan.

1. Jadilah Proaktif, (be
     proactive)
Bertanggung jawab atas hidup pribadi. Fokus pada apa yang bisa dikendalikan sendiri. Jangan pernah  menyalahkan faktor eksternal atas setiap tindakan yang dilakukan. Dengan kata lain jangan pernah menyalahkan keadaan.

Pilih dan  kendalikan respons yang ditetapkan secara konstruktif dari pada bereaksi impulsif terhadap situasi, yaitu melakukan tindakan secara tiba-tiba, spontan, dan tanpa berpikir panjang tentang konsekuensi atau akibatnya.

2. Mulai dengan Tujuan Akhir,(begin with the end in mind)
Memiliki visi dan tujuan yang jelas untuk hidup ini. Tindaklanjuti  dengan langkah-langkah terarah untuk mencapai tujuan tersebut.

3. Dahulukan yang Utama,( Put First Things First)
Tetapkan prioritas, kerjakan hal-hal yang paling penting dan bernilai tinggi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

 4. Berpikir Menang-Menang,(Think Win-Win)
Miliki pola pikir kolaboratif untuk sama-sama menang atau sama-sama untung. Ini akan nendorong mencari solusi yang menguntungkan semua pihak, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

5. Berusaha Mengerti Terlebih Dahulu,
Bangun kepercayaan dan hubungan dengan orang lain. Caranya mendengarkan dengan empati, berusaha memahami perspektif orang lain sebelum menyampaikan gagasan sendiri. Sejatinya pembicara ulung adalah prndengar ya g baik.

6. Sinergi,
Ciptakan hasil yang lebih besar melalui kolaborasi yang saling melengkapi. Kekuatan gabungan setiap individu akan menjadi lebih besar jika digabungkan dalam suatu kerjasama.

 7. Asah Gergaji.
Ini suatu kiasan karena kebiasaan-kebiasaan adalah prinsip-prinsip fundamental untuk mencapai kematangan pribadi dan mengembangkan hubungan yang efektif. Ibarat kata pepatah “alah bisa karena biasa”.

Perbarui diri secara berkelanjutan dengan cara luangkan waktu untuk menjaga dan meningkatkan empati dalam dimensi kehidupan: spiritual, mental, fisik, dan sosial/emosional.

Terapkan kebiasaan baru setiap hari dengan secara rutin, berolahraga, meditasi, membaca, atau menghabiskan waktu berkualitas dengan orang terdekat dan sahabat.

Kata bijak mengingatkan  “Kebiasaan berubah menjadi karakter- Ovid”. Namun Benjamin Franklin mengatakan
“Lebih mudah mencegah kebiasaan buruk daripada menghentikannya.”
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom).

Tinggalkan Balasan