WALK, WALK AND WALK NO RUN KIAT BUGAR THE JIAO LONG

Terbaru130 Dilihat

Awal musim Semi di tahun 1991, udara kota Beijing begitu cerah. Sinar mentari pagi memancar lembut berseri, seolah menyapa para pejalan kaki.

Memang rombongan pejalan kaki atau pun yang berolah raga pagi sudah jadi kebiasaan melekat pada setiap individu di negeri Tirai Bambu itu.

Selintas terlihat sosok yang tidak muda lagi, berjalan tegap. Meski rambutnya tipis berwarna keabu-abuan tapi tubuhnya masih terlihat kekar.

Tergerak hati ini oleh perasaan ingin tahu, langkahpun terayun mendekatinya. Sapaan ” hallo good morning sir” dibalas dengan singkat seraya menebar senyum sumringah di wajah segar kemerahan.

“Speak English? saya mencoba membuka komunikasi sambil mengikuti langkahnya. “a little” jawabnya singkat sambil menujukkan ibu jari dan telunjuknya yang dijepitkan.

Menit-menit berikut tak ayal pertanyaan-pertanyaan singkat menelusur seputar kebugaran fisiknya mewarnai ayunan langkah kami.

Bapak itu dipanggil Jiao Long, bermarga The. A long panggilannya. Jiao long dalam bahasa Tionghoa artinya “tampak kuat seperti naga”. Cocoklah dengan penampilannya.

Yang lebih mencengangkan ketika ia menyebut angka usianya: 90 tahun, dua bulan lagi genap 91 tahun. Satu bilangan yang mungkin termasuk jarang di beberapa negara lain, tetapi tidak di negeri Cina.

Penasaran dengan angka itu, tentu saja niat mengorek rahasia dibalik kebugarannya tak tertahankan. Kembali lidah ini berdecak ketika mendengar hal yang dikatakan. Begitu sederhana kiatnya tentang rahasia dibalik usia senjanya: “Walk, walk, walk no run” celotehnya.

Tentu saja soal makan dan jenis makanan yang disantap tak kuput ditanyakan. “More fruit and vegetables, and fish. Little red meat, no ‘jiu’ (Arak). And one more meditation and sleep well” ujarnya semangat.

Tinggal di desa yang terletak di lereng pegunungan Hoasan, ternyata sejak kanak-kanak, remaja sampai dewasa dan memasuki usia senja A Long harus berjalan. Karena itu ia wajibkan dirinya untuk berjalan kaki selalu.” Twenty Lie or Ten Thousand steps a day you must walk” tandasnya.

Berjalan kaki 10.000 langkah setiap hari tak dapat disangkal memiliki banyak manfaat kesehatan.Risiko penyakit Tidak Menular seperti jantung, diabetes, kanker, tentu terhindarkan.

Juga membantu menurunkan berat badan lewat pembakaran lemak tubuh. Otot-otot kaki dan tulang serta sendi terlatih kuat. Ada bonusnya meningkatkan suasana hati dan kualitas tidur, ujung-ujungnya bermuara pada angka panjang usia.

Aktivitas fisik ini juga terbukti meningkatkan konsentrasi, daya tahan tubuh, dan melancarkan pencernaan.

Itu segudang manfaat jika mendisiplinkan diri untuk setia berjalan kaki. Tapi bagi banyak orang modern, lebih mengutamakan kemudahan. Enggan untuk nenempuh jarak yang agak jauh. Semisal parkir kendaraan lebih dekat pintu masuk gedung. Menggunakan lift meski hanya berjarak satu lantai.

Di alam pedesaan modern kini, jarang lagi para petani menuju sawah atau kebun dengan berjalan kaki. Motorisasi sudah jadi tren masa kini. Memang situasi sudah berubah. Tetapi soal menjaga kesehatan dengan berjalan kaki tentu bijak jika dibiasakan diri.

Sepulang dari Beijing kata-kata koh A long hingga kini melekat erat dan selalu terngiang di benak. “Walk, walk, walk, no run”. Kini 10.000 langkah jadi target sehari. Jalan pagi jadi sarapan setiap hari. Itu wujud nendisiplinkan diri.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)

Tinggalkan Balasan