BERBEDA BUKAN BERARTI DIBEDA-BEDAKAN

Terbaru36 Dilihat

Perbedaan adalah suatu keniscayaan. Ia membuat kehidupan beragam. Ibarat taman berhiaskan bunga-bunga yang tumbuh dengan indah beraneka warna.

Perbedaan pasti ditemukan dalam kehidupan. Entah itu cara berpikir, keyakinan, kebiasaan sampai pada selera makan.

Namun kerap kali, perbedaan justru dijadikan alasan untuk membentang jarak, menjauhkan hubungan, menilai, atau bahkan kelentingan diri sendiri yang dipaksakan.

Sejatinya berbeda tidak pernah berarti harus dibeda-bedakan. Di tengah masyarakat pun diperkaya oleh berbagai karakter, sikap dan tindakan. Dilengkapi dengan etika dan adab yang  penuh santun membawa kedamaian.

Ketika kita mampu melihat perbedaan sebagai kekuatan, ia bukan suatu ancaman. Alih-alih kita sedang membangun pondasi sejati hidup bertoleransi.

Hidup bertoleransi bukan hanya soal menerima keberadaan orang lain, tetapi menghargai mereka tanpa syarat Dan tidak dibeda-bedakan. Itu memberi ruang bagi orang lain untuk menjadi diri mereka sendiri, tanpa perlu dipaksa menjadi sama dengan kita.

Memang tidak harus selalu sepakat, tapi tetap saling menghormat menjaga martabat. Tidak harus seragam, senada ataupun seirama, tapi tetap berjalan bersama membangun ketentraman menuju bahagia.

Dengan semangat ini, setiap orang belajar membawa cerita, pengalaman, dan nilai yang tak selalu sama. Dari situlah kebijaksanaan tumbuh atas perbedaan yang tak dibeda-bedakan.

Pada akhirnya, dunia bukan milik satu warna saja. Ia indah justru karena keberagaman yang saling melengkapi sepanjang zaman. Karena berbeda bukan berarti dibeda-bedakan.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)

 

Tinggalkan Balasan