Asri Pujaanku 1

Cerpen326 Dilihat

 

Asri Pujaanku

Sepulang dari lomba di kecamatan hatiku gembira bukan main. Shifa muridku unggul dalam lomba mengarang menjadi juara 1. Tiba-tiba pikiranku jauh menerawang ke masa- masa silam.

Saat itu libur sekolah berakhir.Aku senamg sekali,menatap hari esok yang penuh keceriaan,semangat,dan harapan.Rasanya saat itu pula aku ingin secepatnya menemui Asri,sahabat – sahabat sesama guru dan murid- muridku yang lucu – lucu. Walau terkadang mereka menjengkelkan dan membuatku kecewa,tapi rasa sayangku kepada mereka tertancap sudah di lubuk hatiki yang paling dalam.

Ya…Tuhan…mengapa kantukku tak kunjung datang? Untuk bisa tidurpun rasanya susah sekali.Hatiku terasa tak enak,terbawa bayangan keinginan yang semakinĀ  membesar, harapan semakin berkembang,rasanya ingin terbang ke langit tinggi,untuk memetik bintang – bintang di angkasa. Ingin rasanya waktu kembali berputar.Sayang masa – masa yang telah lewat itu berlalu begitu saja,tanpa berharga.

Aku dan Asri telah begitu dekat sekali,tidaklah mungkin untuk bisa dipisahkan. Rasanya setiap saat mengetuk hatiku untuk tetap setia,berdampingan selamanya,agar terwujud kasih sayangku pada murid- muridku untuk menggapai apa yang mereka dambakan.

Aku terkejut sekali, ketika bel alrm pada hp ku berdering. Lamunanku hilang seketika.Aku baru menyadari, malam telah larut.Angin malam mulai terasa masuk ruangan melalui ventilasi kamarku.Dinginnya malam mulai mencubit kulitku.Meski semula kantuk tak kunjung datang, akhirnya lama- lama terpejam jua,ingatanpun menghilang seketika terbawa bersama mimpi yang indah.

Ketika sang surya memancarkan sinarnya di ufuk timur menerangi cahaya kehidupan, akupun mulai bersiap – siap untuk menebarkan benih- benih cintaku ,membagikan keharuman dan kehangatan ilmu kepada horizon- harizon muda yang masih biru, kuntum- kuntum bunga yang belum mekar dan lucu- lucu,agar kelak apabila masanya tiba,bunga- bunga itu mekar, menaburkan wewangian pada dirinya dan mampu membuat wewangian yang dimilikinya mengharumkan alam sekitarnya.

Dengan tekad bulat, seperti hari- hari biasanya aku melangkah pasti menuju tempatku berbakti.Di sepanjang jalan yang kulewati Asri selalu menggoda pikiranku.

Tinggalkan Balasan