Hadiah Untuk Tiara

Cerpen, Fiksiana287 Dilihat

Tetaplah Memberi Tanpa Mengingat dan Menerima Tanpa Melupakan

 

Tiara menatap ibunya

Batinnya galau.

“Tir, cepat ambilkan baju kaos baru yang ibu belikan kemarin!” pinta ibu kepada Tiara.

Tiara menuju ke kamar. Langkahnya lamban.

Ia masih berpikir. Baju itu baru saja di beli ibu untuknya dua hari lalu.

Betapa senangnya Tiara ketika itu. Sudah lama sekali ia tidak dibelikan baju baru.

Tiara pun sudah memiliki jadwal untuk mengenakannya.

Hari Minggu, ia sudah janjian  jogging bersama teman-temannya.

Imajinasinya bermain dipikiran. Bahagia terpancar dari rona wajahnya. Mengenakan baju baru sambil berolah raga bersama teman-teman, alangkah senangnya.

“Cepat, Tir ini Tiara sudah kedinginan.”

Tiara anak Tante Dini, memiliki nama yang sama dengannya.

Tiara membuka lemari, sambil memandangi semua baju-bajunya. Tidak ada yang baru, semua sudah kusam. Bahkan sudah banyak yang tidak layak pakai.

Merasa Tiara sangat lama mengambil baju Ibu menyusulnya ke kamar. Ibu menatap Tiara. Terlihat raut wajah yang sedih.

“Ini ibu pinjam dulu, untuk Tiara anak Tante Dini. Dia kehujanan, bajunya basah kuyup, kasihankan?” Ibu memberi pemahaman kepada Tiara.

“Nanti, ibu belikan lagi ya!”

Tante Dini sedang bertamu ke rumah Tiara. Ia ingin mengundang Ibu di acara tasyakuran anaknya yang sudah lulus kuliah.

Tiara mengangguk, baju kaos dengan karakter dorameon berwarna biru ia berikan kepada Ibu untuk Tiara anak Tante Dini  yang umurnya terpaut setahun dengannya. Tapi postur tubuhnya tidak jauh berbeda dengan Tiara.

Hujan reda Tante Dini pamit pulang.

“Tir, bajunya Tante pinjam dulu ya!”

“Tidak usah, buat Tiara saja, sebagai hadiah,” jawab Ibu Tiara kepada Tante Dini.

“Ooh, terimakasih kalau gitu.”

***

 

Sudah dua bulan, Ibu belum juga membelikan baju baru pengganti untuk Tiara. Tiara tidak berani menanyakan kepada Ibu. Suatu hari ibu  ingin mengajak Tiara ke pasar.

“Tir, ayo kita ke pasar!”

“Mau, ngapain Bu?” jawab Tiara penasaran

“Kita beli baju baru ya!” jawab Ibu.

Tiara senang dan bahagia sekali. Hari itu ia akan dibelikan baju baru oleh ibunya. Tiara bersiap-siap.

“Assalamualaikum,” ada suara sayup terdengar dari pintu masuk rumah Tiara.

“Waalaikumsalam,” sahut Ibu Tiara

Ada tamu yang berkunjung. Ternyata Tek Zaenab.

“Kak, mohon maaf  sebelumnya,” Tek Zaenab membuka pembicaraan

“Saya perlu uang Kak, untuk beli beras. Saya sudah kebingungan, jika berhutang di warung sudah tidak ada penjual yang bersedia dihutangi,” sambungnya lagi.

Ibu berpikir sejenak, uang yang ada sebenarnya hanya untuk membeli baju Tiara. Akhirnya Ibu memutuskan uang itu diberikan kepada Tek Zaenab.

Sepulang Tek Zaenab ibu memberi penjelasan kepada Tiara.

“Ibu, minta maaf ya? Ada yang lebih memerlukan.”

Tiara hanya diam dan mengangguk.

***

Keesokan hari.

“Assalamualaikum,”

“Walaikumsalam,” ucap Tiara sambil membuka pintu.

Rupanya Tante Dini datang berkunjung ke rumah Tiara.

“Tiara, ini untuk Tiara,” ucap Tante Dini sambil menyerahkan sebuah kotak yang di bungkus dengan kertas motif doraemon berwarna biru.

“Terimakasih Tante.”

“Waduh, kok repot-repot Din,” ucap Ibu Tiara kepada Tante Dini.

  Tiara menuju ke kamar. Ia sudah tidak sabar membuka bingkisan dari Tante Dini. Seketika rona bahagia terpancar dari wajahnya.

Jembrana, 9 Februari 2020

Naskah hari ke-9

 

 

Tinggalkan Balasan