Mati Hati

Puisi333 Dilihat

Putih bersih terlahir tanpa noda

Harum tak bosan ingin selalu di dekatnya

Cerah tanpa dosa sejukkan pandangan mata

Penenang jiwa penghilang gundah gulana

Bola mata hitam menyirat takdir hidup

Berbinar terang saat terlukis senyum senang

Pipi meranum kemerahan menahan tangis entah karena apa

Kata mereka masih terjaga oleh malaikat

Bahkan bau keindahan selalu terasa dekat

Tercurah segala kasih sayang setiap saat

Terus berfikir buat bahagia agar terkembang tawanya

Semakin bertumbuh dengan cepatnya

Juga berkembang sesuai keinginan dan doa

Tiap hari bergulir tanpa tau kapan berakhir

Hanya nyawanya penguat jiwa

Terus berubah tanpa bisa dielak

Tampaklah wujud remaja kini beranjak dewasa

Apa yang salah hingga itu yang dipilih

Apa yang salah hingga kertas putih itu penuh dengan coretan tak beraturan

Tiada jawaban pasti, hanya waktu yang terus berjalan pasti

Segala kata-kata tak berguna dalam hidupnya

Semua saran dan nasehat terbiar berlumut hingga musnah

Adakah cara tersebut memang buat nyaman

Atau hanya memakan korban

Tanpa henti terus didengarkan bisikan lembut pembuka hati

Tak pernah putus asa agar kembali dari pilihan hidupmu

Bangkitkan semangat meski tau itu tak bisa juga membantu

Mungkinkah masih hidup segumpal daging itu

Atau membusuk bernanah penuh belatung?

Mungkin juga sudah tertutup bahkan berubah menjadi batu

Menangis jiwa merasa gagal dan putus asa

Pilih membiarkan saja dan pasrah pada akhirnya

Wnsri.28Feb2021

Tinggalkan Balasan