Bertahan Hidup di Era Banyak Pengangguran

Humaniora539 Dilihat

Menurut data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa  jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,28 juta orang hingga Februari 2025. Sedangkan menurut Menteri Ketenagakerjaan Yassierli bahwa data pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga Mei 2025 telah mencapai 24 ribu orang. Ini artinya saat ini banyak pengangguran di Indonesia atau mungkin kita sendiri adalah salah seorang dari pengangguran tersebut. Pengangguran itu sendiri terbagi kedalam tiga macam, yaitu pengangguran terbuka, setengah pengangguran, dan pengangguran terselubung.

Apapun jenis penganggurannya, jelas itu semua merupakan masalah yang perlu diatasi dan dicarikan solusinya. Lantas bagaimana halnya kalau saat ini kita sedang menganggur?

Kata kuncinya adalah tetaplah bersabar, meskipun kita sudah berupaya memasukan lamaran kerja ke beberapa instansi maupun perusahaan. Bisa jadi inilah kondisi terbaik menurut Tuhan buat kita. Mulailah temukan potensi diri terkait hobby ataupun skill yang dapat mendatangkan income.  Kita harus berani berpikir out off the box dan tidak semata-mata melulu melamar pekerjaan ke berbagai perusahaan atau instansi.

Saat ini adalah eranya digital, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan income melalui kegiatan berdigital, yang penting halal dan tidak merugikan diri dan orang lain. Untuk itu kita harus bisa beradaptasi dengan perkembangan terbaru . Kemampuan atau kompetensi yang kita miliki selama sekolah atau kuliah menjadi dasar untuk mengembangkan diri dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi, ditambah dengan upaya kita untuk membangun relationship akan membawa kita pada suatu kondisi dimana kita pada akhirnya akan memiliki penghasilan dan bukan lagi seorang pengangguran.

Beberapa solusi praktis dan langkah nyata yang bisa kamu ambil jika saat ini sedang menganggur: 

1. Evaluasi dan Pahami Kondisi Diri

  • Identifikasi keahlian dan pengalaman: Tulis semua hal yang kamu bisa, bahkan yang tampak sepele—misalnya mengetik cepat, mengelola media sosial, atau berkomunikasi dengan baik.
  • Cek latar belakang pendidikan atau sertifikat yang kamu miliki.
  • Tentukan minat: Apa jenis pekerjaan yang kamu suka atau mau coba?

2. Tingkatkan Skill Gratis atau Murah

  • Gunakan waktu luang untuk upgrade kemampuan:
  • Belajar di YouTube, Coursera, atau RevoU (beberapa programnya gratis)
  • Fokus pada skill yang sedang dicari: digital marketing, desain grafis, coding, atau administrasi.

3. Bangun Jaringan dan Jangan Diam

  • Ceritakan ke teman atau keluarga kalau kamu sedang mencari kerja—bisa jadi mereka tahu lowongan.
  • Gabung grup Telegram/WhatsApp/FB lowongan kerja sesuai daerah atau minatmu.
  • Aktif di LinkedIn, bisa dengan update status atau komen yang relevan dengan bidang pekerjaan.

Semoga kita tetap bisa bertahan hidup di tengah banyaknya pengangguran, sabar, kreatif, inovatif, dan adaptif adalah kunci sukses bertahan.***

Tinggalkan Balasan