TERIMA KASIH IBU
Kata kata ibu sama pengertian dengan sebutan umi, mama, mami, bunda, mak, dimana sebutan itu adalah untuk seorang perempuan yang mampu melahirkan anak. mampu mendidik , membesarkan dan mengasuh anak anak nya menjadi anak yang cerdas, berbudi, pintar, sopan, sukses, bersosialisasi dengan yang lain, dan yang paling utama bisa memperkenalkan anak anak nya dengan tuhan.
Ibu ku bukan lah seorang yang berpendidikan tinggi, beliau tidak tamat Sekolah Dasar. Beliau langsung di lamar oleh ayah saya. Ayah saya seorang pegawai Negara istilah lain dengan sebutan PNS yang pekerjaan sehari hari membersihkan kantor dan membuat minuman untuk karyawan / karyawati di kantor. Ibu ku berasal dari keturunan aulia dan dekat dengan Allah. Beliau mempunyai 7 bersaudara 2 laki laki dan 5 perempuan. Satu saudara laki laki nya tinggal di Banda Aceh, satu nya lagi tinggal di Padang, istri nya asli orang Padang Solok . Saudara perempuan ibu tinggal 1 orang lagi beliau tinggal di Aceh Selatan tempat kelahiran ibu. Jika kami pulang kampung kami sering tinggal di sana, kami memanggil nya etek ( adik ibu ) etek idan keluarga nya baikk sekali, dia menerima kehadiran kami seperti anak nya. Ibu ku di nikahi oleh ayah dan langsung di bawa ke Banda Aceh. Padahal usia ibu saat itu baru 12 tahun masih di golong katagori anak kecil belum ada mestruasi . Orang tua ku tinggal di kampung Mulia, kecamatan Kuta Alam , kota Banda Aceh . Ibu ku melahirkan 8 putra putri dalam waktu yang sangat berdekatan, Alhamdulillah anak anak nya hebat, shaleh / shalehah dan berguna untuk bangsa dan Negara ini.
Seperti abang mampu meraih gelar dokter , saya anak ke dua sebagai seorang guru, yang ke 3 juga guru, ke 4 pegawai bekerja di kantor inspektorat dan sudah almarhum kena tsunami. Kami semua bekerja di bawah departemen pemerintah dengan kata lain PNS pegawai negara.
2 diantara nya bekerja di swasta bidang komputer dan pelayaran. Yang no 8 juga sebagai PNS bekerja di kantor PU. Tidak hanya itu beberapa dari anak ibu bisa mengambil kuliah sampai S2.
Jerih payah ibu dan ayah kami, kami anak anak nya lah yang mencicipi nikmat dari kesusahan dan kepayahan orang tua dalam mendidik kami dulu .
Sayang nya orang tua kami tidak bisa melihat ke berhasilan kami anak anak nya karena sudah duluan di panggil Sang Maha Pencipta.
Ibu mengajari dan menerapkan apa pun ke kami dalam keadaan santai, penuh ceramah dan tidak dalam cara memaksa atau pun marah marah , tapi beliau hanya memberi contoh dan berkata, ” Jika kalian ingin di hargai orang lain, ingin hidup lebih terarah, tidak tergantung dengan orang lain, hidup pun akan menjadi mudah cukup dengan ilmu dan iman. ”
Apabila kita punya ilmu maka kita akan menjadi orang yang mulia, diangkat derajat nya oleh Allah lebih dari orang biasa.
Sekarang semua ada di kalian, jika kalian anak anak ibu malas belajar, malas sekolah, malas ngaji dan lain lain, percaya lah semua itu akan sia sia dan akan menyesal dan merugi.
Kami orang tua tidak bisa berbuat banyak, semua nya ada di diri kalian masing masing.
Bila mau hidup enak nanti di saat kalian dewasa maka mulai dari sekarang .Kalian mau tidak mau harus berani berjuang dan hidup penuh dengan ke disiplinan, seperti;
1. Kapan kalian harus bangun.
2. Kapan harus shalat
3 Kapan harus mandi, makan
dan rapi rapi.
4. Kapan harus pergi dan pulang
sekolah.
5. Kapan harus belajar dan
istrahat, serta main.
6. Kapan harus bantu orang tua,
belajar, dan tidur.
Jika kalian mampu menjalan kan semua itu, yakin lah kalian pasti berhasil.
Hidup ini bukan semata mata tempat senda gurau semata, bukan menghabiskan waktu seharian dengan bermain dan tidur, melainkan hidup ini penuh perjuangan untuk kesuksesan dunia dan akhiat.”
Ucapan itu selalu muncul bila kami dalam keadaan lelah, tidak mood atau pun melanggar peraturan yang di buat nya.
Beliau kadang kadang juga mengatakan ucapan tersebut saat dalam keadaan marah dan jengkel , jika beliau sudah tidak sanggup dalam menasehati kami yang 8 orang itu cukup dengan diam dan buat ultimatum dengan di beri hukuman. Hukuman di berikan sesuai dengan tingkat kesalahan yang di kerjakan oleh kami anak anak nya.
Ibu juga menerapkan tanggung jawab ke kami anak anak nya dan itu harus di patuhi. Anak yang disiplin dalam kerjaan nya akan mendapatkan hadiah yaitu berupa penambahan uang jajan, dan boleh nonton TV agak larut lama, bagi yang melanggar maka pekerjaan nya di tambah , tidak boleh nonton TV , dan jajan di kurangi , bahkan tidak ada ada jajan nya.
Lumayan juga penerapan seperti itu ada hadiah dan ada pula hukuman.
Tugas yang di berikan ke kami itu misal nya
1. Mencuci piring
2. Menyapu
3. Masak
4. Mencuci baju dan strika
5. Belanja .
6. Bantu ibu beres beres untuk dagang.
Pekerjaan diatas semua kebagian oleh kami , dari point 1 sampai point 6.
Kita melakukan tugas itu sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan.
Di sini saya umpama kan saya pribadi
Jika saya punya giliran masak hari Senin maka hari Selasa libur tidak bekerja santai habis.
Hari Rabu tugas nya cuci piring dan beres beres bantu ibu untuk dangang, lumayan lelah karena pekerjaan berulang ulang. Udah cuci piring makan pagi, cuci piring lagi untuk makan siang dan nanti makan malam lagi, inti nya capek lah. Kalau masak bisa di masak waktu pagi sebelum dan sesudah subuh untuk 3 waktu makan.
Piring yang sudah di kotorin itu atau piring habis makan semua keluarga urusan tugas yang dapat giliran hari itu.
hari Selasa saya libur, hari Rabu saya tugas mencuci piring dan beres beres serta membersihkan rumah sampai jam 9 malam . Hari kamis dan juma’t libur lagi.
Hari Sabtu mencuci baju dan nyetrika untuk semua nya.Tidak banyak pakaian nya karena setiap hari ada kegiatan menyuci / menyetrika .Mungin pekerjaan yang paling mudah ya yang hari Sabtu itu. Minggu libur lagi. Hari Senin kembali giliran masak , jika mau tukaran dengan adik boleh boleh aja.
Terus begitu bergantian sampai kami satu satu keluar dari rumah ibu karena pindah tempat tinggal tuntutan kerja.
Kami dari 8 bersaudara semua kebagian dan libur nya pun banyak.
Pada saat itu hal demikian biasa biasa aja dan tidak aneh, kok peraturan orang tua itu ada ada aja. Tapi setelah kami kerja dan tinggal sendiri atau dengan keluarga baru yaitu suami/ istri dan anak kami di sana kami menerapkan hal yang sama dalam keluarga baru kami. Alhamdulillah lumayan juga meringan kan tugas saya sebagai ibu anak di beri tugas rumah tangga.
Kelebihan dari pengajaran ibu , kami bisa bekerja di kontor , di sekolah atau di mana pun tidak harus di pantau oleh atasan atau siapa pun, kita bisa bekerja dengan penuh tanggung jawab dan dari hati.
Karena jika kita bekerja dengan hati apa pun yang kita kerjakan terasa ringan walau pun itu berat.
Saya sangat bersyukur pada Allah beliau sudah memberikan kami ibu yang baik, pintar , dan membimbing kami untuk bertanggung jawab dalam segala hal.Hasil dari didikan beliau banyak sekali hal hal yang baik kami dapat kan. Terima kasih ibu . Semoga Engkau selalu di lindungi Allah , di tempatkan bersama sama orang shalehah dan di di limpahkan nikmat kubur selama nya.
Ketika saya masih gadis saya ingin sekali mencoba untuk menerapkan ke disiplinan untuk anak saya dan dia bisa mematuhi apa yang saya perintahkan.
Sehingga ketika ketahuan saya hamil 1 hari saya langsung bermohon dan berbicara dengan Allah di depan Alquran dan mengambil wudhuk terlebih dahulu. Saya duduk di hadapan Alquran dan membuka nya lalu berkata, ” Ya Allah Tuhan yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui apa yang di ucapkan oleh hamba Mu baik dalam hati maupun dengan keras.
Maha Besar Engkau ya Allah Yang Maha Hidup.
Di hadapan Firman mu ini saya bermohon kepada Mu Ya Allah
Saya akan membaca atau menghantamkan Alquran ini untuk anak yang ada dalam perut saya ini dengan tujuan untuk di mudahkan dalam beraktifitas, menahan sakit, atau hal hal yang tidak hamba Allah ketahui, perlindungan selalu hamba harapkan.
Hamba juga bermohon untuk anak hamba yang masih dalam perut hamba ini untuk menjadi anak yang shaleh, anak yang baik, anak yang patuh, anak yang tampan, jauh dari penyakit dan selalu sehat serta menjadi anak yang patuh terhadap perintah Mu dan saya sebagai orang tua nya, dan selalu dekat dengan MU . KABULKAN DOA HAMBA MU INI.
Saya selalu baca kan Alquran saya perdengar ke perut dengan mengusap ngusap perut dan berkata kata kecil kepada nya.
Ternyata saya tidak bisa menamatkan Alquran selama 9 bulan. Selesai saya tamat kan Alquran setelah umur anak saya berumur 9 bulan .
Saya berniat sekali dulu waktu masih remaja, jika saya hamil saya membaca Alquran untuk calon anak saya dan saya sendiri.
Luar biasa selama saya hamil, sewaktu melahirkan dan membesarkan nya selalu mendapatkan kemudahan , dan banyak yang bantu saya ,alhamdulillah tidak merasa sakit atau lemah layak nya orang hamil umum nya.
Saat saya di operasi sesar pun tidak ada kesakitan sedikit pun, lempang saja.
Dari nol hari sampai sekarang saya selalu mendapatkan kesenangan terhadap Hafiz. Dia selalu membawa saya terhibur dan bahagia.
Tidak memberi kesusahan, kesulitan serta kepayahan sedikit pun. Jika di minta bantu selalu mau membantu. Yang paling saya banggakan ke dia, dia sedikit pun tidak malu kemana mana pergi dengan saya bahkan kesekolah sekalipun. Padahal anak seusia dia dimana memiliki wajah yang tampan ibu yang sudah tua serta jalan yang harus di pegang saat jalan ..karena sakit , Hafiz siap menuntun nya Hafiz sedikit pun tidak malu. Itu hadiah luar biasa yang di berikan Allah untuk ku.
Pembantu yang jaga dia juga senang dengan anak Hafiz .Mereka rela di gaji murah dan lama. Semua mereka mengatakan Hafiz itu menggemas kan. Alhamdulillah ini lah kebesaran Allah yang Allah berikan kepada saya, padahal saya hanya menghatamkan nya cuma 1kali saja, mana terlambat lagi tamat nya.
Hafiz udah berumur 9 bulan baru selesai.
Memang di waktu kecil , tingkat SD, SMP dan sekarang di SMA dia kadang kadang buat hal yang menyengkelkan saya saya juga harus berhadapan dengan beberapa orang tua teman Hafiz, di sebabkan Hafiz melukai anak anak itu. Walau pun saya harus mengeluarkan uang dan meminta maaf ke mereka, itu wajar aja. Saya tidak mau ribut saya ikutin aja apa mau nya orang tua teman anak saya walaupun itu hanya sepele saja.
Yang penting antara Hafiz dan teman nya serta saya dan orang tua nya tidak marah marahan atau dendam, itu udah sudah merupakan penyelesaian yang luar biasa, uang ngampang di cari persaudaraan itu sulit untuk di pertahan kan apa lagi kita merantau di kampung orang.
Mengenai kesehatan anak saya alhamdulillah sejauh ini masih bisa di tangani dengan doa dan minum obat toko, semoga Allah terus memberi dia sehat sampai Allah menyemput Hafiz kelak.
Kelemahan berikut nya untuk Hafiz ananda saya malas sekali belajar, malas menulis, malas mengerjakan tugas guru, duduk di kelas tidak , tenang, keluar masuk kelas, tidur di kelas dan sejenis nya.
Dari dia sekolah di Madrasah Attaqwa 11 Bekasi sampai sekarang berada di SMA tempat saya mengajar, sama aja tidak ada perubahan tetap saja tidak belajar, tidak mau mengerjakan tugas di GCR , tidak mau ikut Google meet dan lain lain.
Hafiz anak saya benar benar membuat saya bingung kenapa dia dalam hal pelajaran sama sekali tidak berambisi untuk mengikuti nya. Saya benar benar di buat malu oleh Hafiz di hadapan guru guru SMA N 10.
Saya sering menangis di buat nya, bahkan ada beberapa teman yang melihat kami dengan pandangan miring, bahkan ada yang mencibir.
Saya tidak tau harus mengeluh kepada siapa hanya kepada Allah tempat saya mengadu, mengeluh dan semua nya lah.
Tidak hanya itu saja, saya pernah pondokin dia selama 3 tahun di Pondok Hafiz Nurul Jannah . Di Pondok itu Hafiz keluar masuk, sering bolos dan lain lain.
Di pondok sering di hukum, waktu tidur di bawa main, giliran setor Alquran atau ngaji dia tidur. Jadi kelihatan sekali ketidak berhasil nya dia di pondok tersebut.
3 tahun hanya bisa menyelesaikan 4 juz.
Air mata saya keluar, saya bingung, saya malu dan semua campur baur. Sebelum dia ada saya sudah ingin punya anak bisa hafal Alquran.
Saya tidak berhasil menjadi ibu , saya tidak tau bagaimana untuk membuat dia mau menghafal Alquran dan juga belajar. Saya sudah bicara dari hati ke hati dengan dia dengan mengatakan ” Hafiz anak ku yang di sayang Allah, Hafiz tampan, Hafiz pintar,umi bisa kasih kebutuhan Hafiz dengan rezeki yang di kasih Allah. Dan banyak sekali rahmat dan kasih sayang Allah untuk Hafiz dan umi. Seharus nya Hafiz harus bersyukur kepada Allah. Biar Allah tambah nikmat nya. Bagaimana anak ku. Orang yang berilmu dalam hidup nya pasti terarah , mudah hidup nya dan di sanjung orang. Hafiz ngak mau itu. ”
Ananda saya hanya mengatakan insya Allah umi , Hafiz akan berusaha umi, dia bicara sambil ketawa. Berulang kali saya sampaikan itu tapi tidak juga berubah.
Apakah saya bukan golongan ibu yang mampu membawa anak nya ke arah yang baik, atau saya belum bisa di sebut ” Ibu ku guru terbaik ku ,” apakah aku termasuk ibu yang gagal dalam mendidik anak nya.
Ibu ku anak nya 8 orang, SD saja tidak selesai, tapi semua anak anak nya berhasil dan sungguh sungguh dalam belajar , baik pelajaran umum atau pun pelajaran agama. Sukses di dunia, sukses pula di akhirat. Walau pun agama kami sedang sedang saja tapi kami bisa menjalan kan perintah Allah dengan rutin seperti mendirikan shalat, puasa , bersedekah, bermuamalah dan baik dengan makluk Allah.
Tapi saya di beri nikmat dan rahmat oleh Allah sampai ke jenjang S 2, satu anak aja sulit untuk di suruh belajar.
Apakah ini ujian Allah untuk ku, atau memang uang yang saya dapatkan sedikit tidak halal karena main riba dengan meminjamkan uang di BANK.
Walau pun sampai hari ini ananda ku Hafiz belum bisa memperlihatkan kemamauan nya untuk belajar ke saya. Saya terus berdoa untuk Hafiz ” YA ALLAH TUHAN YANG MEMBOLAK BALIK HATI HAMBA MU, BUKA KAN LAH HATI ANAK HAMBA UNTUK DIA MAMPU MENGHAFAL ALQURAN 30 JUZ, MAMPU MENJADI ORANG MULIA DIANTARA YANG MULIA, MUDAH BERSEDEKAH, FAN MENJADI IMAM MASJEDIL HARAM…. Rabbanaa hablanaa
Min azwajina wa dzurriyatina qurrota a’yun waj’alna lil muttaqina imama.aamiin.
Semoga tulisan ku ini bisa menjadi inspiratif untuk kita semua.
Salam literasi
Profiile Penulis
N
ama : Rosinah,S.Pd .M.M
Lahir : Banda Aceh/ 21-6-1966
Agama : Islam
Pekerjaan : Guru SMAN 10 Bekasi.
Asal : Banda Aceh
Pendidikan : S2 , STIE Rawamangun
Motto : Jangan merendahkan orang lain, belum tentu yang kita rendah kan
jauh lebih baik dari kita
Saya berterima kasih kepada ibu Risma yang dengan senang hati
membimbing saya sehingga keluar satu karya dengan Judul Ibu ku guru terbaik ku dari thema Terima kasih ibu.






Bu Risma udah