Riset : Cecak Terbang

Terbaru425 Dilihat

Riset : Cecak Terbang

Oleh :

Rozi Pebrianto, S.Kom

NPA :  03100500006

Guru SMA Negeri 2 Sijunjung – Sumatera Barat

Cecak Terbang

Belum pernah lihat? Serius ada cecak terbang. Ah tidak percaya saya boongin. Beneran, jatuh sih lebih tepatnya . 😅

Ini cerita pagi tadi saat akan mandi sebelum berangkat sekolah. Karena buru – buru, waktu buka pintu kamar mandi saya agak keras bukanya. Akibatnya, cecak yang sedang mengendap – endap mencari mangsa di dinding kamar mandi jadi kaget.

Mungkin kebetulan cecak-nya latah sehingga angkat tangan.

“copot – copot”.

Waktu lepas tangan itu badannya lepas juga dari dinding sehingga jatuh ke dalam ember tempat saya biasa nampung air.

Kalau mau dibikin drama, bisa dibayangin ‘kan cecak jatuh dalam slow motion sambil bilang “aaa…”. Hahaha😆

Saat mengamati cecak yang ada dalam ember saya heran. Kenapa cecak tidak basah, bahkan dengan santai berenang kesana kemari. Akhirnya saya putuskan, untuk hari ini saya mau riset tentang cecak. Riset nya googling aja di internet.

Banyak fakta menarik yang saya temukan saat melakukan riset tentang Cecak ini. Mulai dari Fakta ilmiah sampai pada mitos – mitos yang ada di sekitar cecak.

Salah satu fakta mengejutkan tentang cecak ini. Ternyata sejelek- jeleknya cecak, makhluk melata ini pernah di riset oleh Peneliti dari University of Akron, Amerika Serikat namanya Alyssa Stark bersama teman temannya. Hebat juga cecak. Tau nggak apa yang diteliti Alyssya Stark. Dalam penelitiannnya ternyata cecak juga ada yang bisa kepleset (jatuh) walaupun banyak juga yang tidak.

Fakta berikutnya Prof. Yohanes Surya, dalam sebuah tanya jawab melalui website pribadinya pernah ditanya tentang kenapa cecak tidak jatuh saat merayap di dinding.

Menurut Profesor yang menggagas olimpiade sain Indonesia ini,  Cecak dapat melekat di dinding karena pada telapak kakinya terdapat jutaan bulu-bulu halus berukuran mikro yang disebut dengan seta. Panjang bulu halus ini hanya dua kali dari diameter rambut manusia. Bulu-bulu halus ini dapat melekat dengan erat pada berbagai permukaan, bahkan permukaan kaca yang sangat halus! Satu seta dapat menahan beban sebesar 20 mg. Artinya, jutaan seta dapat menahan beban hingga puluhan kilogram. Bandingkan dengan berat cecak yang hanya 50 g hingga 150 g. Sumber dari gaya lekat ini diperkirakan karena gaya tarik listrik antara molekul permukaan dengan molekul seta (gaya Van der Waals). Cecak dapat melepaskan kakinya dari dinding dengan membuat sudut antara seta dengan dinding. Ketika sudut antara seta dan dinding membesar, gaya lekat antara seta dengan dinding juga ikut mengecil.
Cecak bisa jatuh dari dinding karena dia salah mengatur posisi kaki saja (kesalahan teknis peletakan telapak kaki cecak oleh cecak sendiri). Karenanya ketika cecak ditangkap ia sulit dilepas dari dinding, tetapi mungkin jatuh karena kesalahan sendiri.

Nah, nyambung ‘kan dengan kejadian yang saya alami tadi pagi. (hehe.. masih cari pembenaran)

Menarik bukan? hanya dengan sedikit riset kita bisa menemukan beberapa fakta menarik yang selama ini kurang kita perhatikan.

Sumber :

  1. https://www.solopos.com/sains-kenapa-tokek-tidak-jatuh-meski-dinding-basah-317685
  2. https://www.yohanessurya.com/activities.php?pid=20203&id=171

Tinggalkan Balasan

1 komentar