“Make Every Word Count”
Roland Fisman
Diterjemahkan menjadi “buatlah setiap kata menjadi berarti”. Kalimat ini menjadi semacam teguran bagi saya sebagai penulis pemula. Terkadang karena untuk memenuhi minimal jumlah kata atau halaman penulisan, seringkali saya menulis kalimat-kalimat panjang yang kurang efektif. Sehingga naska tulisan saya terlihat panjang dan memenuhi syrata dalam sebuah penulisan seperti jumlah kata dan sebagainya.
Sejak mengikuti kelas Belajar Menulis Nusantara, saya saya menyadari sepertinya gaya penulisan saya memang lebih cocok di puisi. Karena tidak perlu terlalu bertele-tele dan tidak perlu merasa tertuduh jika hanya menulis 3 bait saja. Sedangkan dalam artikel bisanya kita perlu menulis lebih terarah, jelas serta cukup panjang.
Setiap kata yang kita tuliskan menjadi kalimat usahakan menjadi manfaat bagi pembaca. Dengan demikian setiap tulisan kita memberikan makna yang bermanfaat, tanpa perlu bertele-tele.
Hal ini kita dapat lakukan saat kita memahami apa yang akan kita bicarakan dan kita memiliki cara pandangn yang tepat tentang topik yang akan kita bicarakan. Karena setiaptulisan yang kita tuliskan akan terasa kekuatanya saat kita memahami secara mendalam hal yang kita tuliskan.
Dari pengalaman ini, saya perlu banyak belajar menggunakan kata, menulis kalimat efektif, dan teliti dalam menulis. Sehingga menggurangi kesalahan dalam menulis, dan meningkatkan kualitas tulisan. Hal ini dapat terjadi dari banyaknya latihan menulis dan membaca ulang aetiap tulisan yang saya buat.








