Berita duka dan bahagia selalu datang silih ganti, sebagai manusia tentu kita tidak lepas dari berita duka maupun berita bahagia. Bagaimana menyikapinya tentu hanya kita yang tahu.
Menyikapi berita duka tentu dengan intropeksi diri, manusia tidak ada yang kekal. Tinggal menunggu waktu kapan akan dijemput saja, hari ini ada berita duka dari salah satu kerabat warga SMA Negeri 2 K, sebelumnya tiga hari yang lalu kerabat sendiri yang berpulang kerahmatullah.
Yang tinggal tentu berharap yang pergi diberikan kelapangan kuburnya serta diringankan azab kuburnya, sementara bagi yang tinggal bisa mengadakan kenduri jika berlebih dananya. Seperti malan ini kami mengadakan niga hari atau kenduri tiga hari setelah berpulangnya kerabat kami, berharap doa yang kami kirim akan lebih meringankan segala azabnya dan memberikan kelapangan di alam kuburnya.
Yang ditinggal selain menyelenggarakan apa yang wajib untuk yang pergi, jangan lupa menginggatkan diri bahwa kita juga akan meninggalkan dunia yang fana ini. Membaca surat yasin jangan hanya pas ada niga hari, tujuh hari atau empat puluh hari. Doakanlah mereka yang pergi seiring kita mendoakan diri kita dan selalu mengingat mati.
Hari ini tidak, mungkin besok giliran kita. Sebelum datang giliran kita, sempatkan untuk diri untuk selalu intropeksi diri bahwa yang namanya manusia tidak pernah lepas dari silap dan salah. Perkecil kesilapan, ingatkan diri untuk jangan melakukan kesalahan.
Saling mendoakan dan didoakan adalah lumrah hidup, jika masih sempat berdoa berdoalah sebelum kita butuh doa orang lain untuk diri kita, semoga celoteh Nyakbaye hari ini mengingatkan kita bahwa tidak ada hidup yang kekal bagi ciptaan – Nya.
Semoga kita termasuk orang – orang yang selalu ingat akan mati dan melakukan kebaikan dalam menjalani kehidupan yang sementara ini, amin.***








