Cantik, manis, macam istilah orang sekarang. Bukan aku mau menyombongkan diri tapi aku hanya mengatakan apa yang orang kata kepadaku mengenai diriku. Kadang aku tersenyum geli , bagaimana tidak, aku tidak pernah merasa cantik apalagi manis.
Jika aku cantik dan manis tentu tidak akan seperti ini nasibku, umurnya lebih tua dariku. Anaknya sudah 2 tapi suamiku lebih memilih dia, ranjangku sepi dan dingin. Aku macan tapi tak mengairahkan, berarti aku tidak ada apa – apanya.
Batinku menjerit tapi suamiku tidak mendengarkannya, dia lebih memilih mendengarkan bisikkah halus dari maduku.
Cinta Ayudiah, umur baru 25 tahun, bos dikantorku, tapi kacung dirumahku sendiri. Di kantor aku selalu menyuruh orang mengerjakan apa yang mereka harus kerjakan. Dengan sedikit gaya bos aku memerinta mereka. Tapi dirumahku sendiri, aku bagaikan kacung yang bekerja hanya untuk mencari perhatian suamiku.
Lihat saja, aku baru mendapatkan chat darinya.
“Sore nanti aku pulang.” Kalimat singkat yang dikirim suamiku.
Aku tersenyum, bayangkan baru dikirimi chat saja, aku sudah tersenyum. Aku berdiri dari duduk santaiku. Iya, aku sengaja pulang agak cepat agar dapat mempersiapkan diri untuk kedatangan suamiku, aku harus memasak masakan kesukaanya rumah memang sudah bersih dari pagi, maklum tidak ada anak kecil yang membuatnya jadi berantakan. Tapi aku belum puas, akhirnya aku menyempatkan diri untuk mengepelnya.
***
Sekarang aku berendam dalam bathtub dengan ramuan rempah supaya diriku tercium harum, muka yang masih ditempeli masker bengkong untuk menambah segar dan putih kulit wajahku.
Aku membersihkan diri, memakai pakaian yang sedikit seksi. Aku menatap tampilanku dicermin sudah menarik, aku tersenyum dalam hati.
Menuju ruang tengah, menunggu sambil melihat siaran TV, satu jam dua jam. Sekarang sudah mau mendekati magrib yang kutunggu belum datang. Iseng tanganku mengambil gawai melihat aplikasi whatsapp. Mataku melihat ada chat dari whatsapp cintaku, aku membukanya. Hanya napas berat yang mengiringi kecewanya hatiku
“Maaf, belum ada waktu untuk pulang.” Pesan singkat tapi membuatku kecewa berpanjangan.
Aku berjalan menuju kamar, azan sudah terdengar. Menganti baju seksiku dengan baju daster dan menuju kamar mandi mengambil wudhu. (bersambung)
***






