Ini LebaranKu, Mana lebaranmu

Literasi294 Dilihat

Alhamdulillah, hujan yang mulai turun dari pukul 2.30 dini hari tidak sampai ke pagi. Walaupun ada kekhawatiran dalam hati, bagaimana tidak Masjid kami baru saja direnovasi sehingga ruang utamanya atapnya langsung langit biru ciptaan yang Maha Kuasa. Pasti bisa dibayangkan jika hujan sampai ke pagi dimana kami akan sholat Id nanti.

Dengan langkah penuh kemenangan berjalan dari rumah menuju Masjid, walaupun dalam hati masih bertanya – tanya apakah semua persiapan dari tadi malam tidak basah kena hujan dini hari tadi. Salut dan ucapan terima kasih akhirnya kami seluruh warga kampung ucapkan kepada pemuda kampung kami yang dengan sigap membersihkan ruang utama masjid yang atapnya langit  biru. Air yang tergenang dengan sigap dikeringkan dengan menggunakan mesin penyedot air, hasil kerjasama para pemuda kami hari ini bisa sholat Id di Masjid kampung kami.

Mulai dari seremoni yang tidak melebih waktu yang sudah ditentukan, pengurus masjid menyampaikan hasil dari dana yang terkumpul baik dari zakat fitrah, zakat mal, fidyah serta infak seribu sungguh mengembirakan mendengarnya. Sudah ada kesadaran dalam membayarnya, tidak lupa disampaikan juga dana dikeluarkan untuk apa saja.

Setelah menyelesaikan sholat Id, tentunya ada amanat yang disampaikan oleh khotib yang tidak melebih waktu yang juga sudah ditentukan oleh pertokol kesehatan selama 20 menit, dalam 20 menit singkat masih ada hikmat yang bisa dipetik dari yang disampaikan khotip. Sungguh Lebaran tahun ini ada hikmahnya walaupun semua dilaksanakan dalam keterbatasan dan ada hujan pada dini hari tidak mengurangi rasa bahagia menyambut hari kemenangan, serta ada rasa sedih entah bisa atau tidak akan bertemu dengan ramadhan yang akan datang.

Setelah pulang dari Sholat Id tentu tujuan utama mengunjungi orangtua yang sudah sepuh, Ayahnda yang selama bulan ramadhan tidak bisa melaksanakannya untung saja seminggu terakhir ramadhan sudah menunjukkan kesembuhan.

Setelah berjanji lewat grup whatsapp keluarga, kami satu persatu setelah melaksanakan sholat Id menuju rumah orangtua. Memonon maaf serta keampunan dari orangtua, setelah itu kami juga meminta maaf dari saudara tertua sampai dengan ponaan dan cucu.

Tahun ini sekali lagi, kami hanya bersilaturahmi ke rumah orang tua berkumpul di sana menyantap rendang, ketupat, sayur nangka dan tidak ketinggalan Ibunda selalu membuat ketupat pulut. Sementara dalam toples sudah tersedia kue – kue kering yang dibuat oleh adik bungsu kami yang masih tinggal dengan orangtua. Walaupun hanya bisa bersilaturahmi bersama keluarga saja tidak mengurangi rasa kemenangan semoga tahun depan kita masih bisa bertemu dengan ramadhan yang mengajarkan kita banyak hal, amin.

Tinggalkan Balasan