Setelah kemaren diumumkan hari ini, selasa 10 Mei 2022 segenap keluarga SMA Negeri 2 Karimun, guru dan siswa akan belajar tatap mukan 100%. Lewat chat whatsapp grup Guru, wakil kurikulum menyampaikan jadwal mengajar yang wajib di share ke grup KBM mata pelajaran apa saja yang harus dibawa siswa pada hari selasa ini.
Sudah biasa bagi kami di bumi berazam, jika tiba – tiba cuaca cerah menjadi mendung. Yang pada puasa enam pasti Alhamdulillah banget mendung membuat nyaman, tapi mendung sekali ini membuat Nyakbaye menjadi geram, mau tahu kenapa Nyakbaye menjadi geram, yuk kita simak celoteh Nyakbaye hari ini.
Cuaca memang lagi tidak bersahabat di Bumi Berazam Karimun, hujan serta garangnya matahari silih berganti. Ditambah dengan ada pengumuman dari PLN bahwa ada giliran PLN karena ada perbaikan. Nah ini yang menjadi permasalahannya, cuaca mendung di sambut dengan pemandaman PLN membuat beberapa kelas menjadi gelap dan perasaan gerah mulai terasa. Siswa yang tadi asyik literasi materi tentu menjadi berisik sehingga suara lebah mulai terdengar. Belum lagi tangan – tangan mereka mengambil buku untuk dijadikan kipas sehingga suasan gelap dalam kelas di tambah suara lebah tentu membuat Nyakbaye mencari cara bagaimana meningkatkan kembali gairah mereka untuk belajar.
Setelah beberapa kali Nyakbaye bersuara menanyakan tidak ada yang mau bertanya, akhirnya waktu yang tinggal setengah jam Nyakbaye gunakan untuk melempar pertanyaan sebanyak lima soal dan siapa yang bisa menjawabnya dengan benar boleh pulang.
Dan Duar serta mereka berkerja, dan benar saja dugaan Nyakbaye tak butuh waktu lama sepuluh menit kemudian ada yang sudah mengantar, sesuai dengan janji Nyakbaye jika pertanyaan dijawab dengan benar di izinkan pulang. Hamper sepuluh siswa bisa menyelesaikan tugas yang Nyakbaye berikan dan mereka diizinkan pulang.
Sementara yang masih ada salah Nyakbaye minta mereka memperbaikinya, sampai dengan jam pulang masih ada tersisa tiga siswa yang belum menyelesaikan tugas yang diberikan. Senyum puas tersungging di bibir Nyakbaye, ternyata dengan adanya reward pulang cepat mereka berlomba – lomba menyelesaikan pertanyaan yang diberikan. Mungkin ini ada salah satu metode yang Nyakbaye gunakan dalam keadaan mendesak karena kelas gelap akibat PLN bermasalah ditambah mendung yang mendukung Nyakbaye mencari solusi untuk menarik minat kalian belajar lagi.***








