Ku rangkai kata menyusun madah, berharap kata menembus kalbu
Ku sulam kalimat menjadi penguat rasa, berharap pada dia harapanku
Ku julang harapan, mengharap padanya sia – sia belaka
Tapi semua tinggal dalam hayalan, menuai badai penyebab lukaku
Hatiku bukan dari batu, tapi sekeras batu
Jiwaku tak semurni salju, tapi aku jernihkan bagaikan air mengalir
Ragaku tak sekuat baja, tapi semangatku sekuat pilar berdiri kokoh
Tapi semua tinggal dalam kenangan, menuai badai akhirnya aku luka
Lelahku berharap, tapi harapanku tak sampai
Asaku merajut duka membelah derita
Tak ku sangka luka karena badai itu tiba
Jiwaku meronta memekik membahana membelah rasa perit tak terkira
Lukaku meraja lela, membuatku derita
Lukaku berdarah mengalir menganak sungai di dada
Lukaku tak meninggalkan bekas tapi menyesakkan
Luka menukai badai, harapan tak tercapai







