Siapa Yang Berkarya ?

Kutatap Teja menenggelam di balik cakrawala
Di sebuah batu besar ,saya duduk merenung
Entahlah, saya suka menatap senja nan memerah
Pasrah pada putaran jagad nan bertuah.
Pada jati diriku,
Saya mencari dan mengamati,
Dengan teliti , observasi
Tak mau tertipu anggapan diri yang semu
Mencari diri sejati, dalam bait Suci nubari
Karya utama hati,
Berkiblat kedalam
Lorong yang panjang untuk dimasukki.
Hati menjalarkan akar-akarnya
Menjangkau diri
Apa dan siapa
Yang sebenarnya.
Mencari tujuan yang baka, bukan fana.
Dalam cahaya iman yang menawan
Hati menemukan manusia
Yang benar dan bersinar
Unik,nyeni, tak ada duanya didunia
Bukan hanya otak yang berkarya
Bukan kanya tangan dan kaki,
Yang berkarya,
Hati pun berkarya
Melebihi tangan dan kaki,
Melebihi otak dan fantasi,
Namun kadang sebagai manusia
Kita takut memasukki hati
Takut bertemu kebenaran yang dihadirkan oleh Roh Tuhan.
Dalam sapaannya nan lembut….
Hati mengajak seluruh tubuh dan indra
Untuk bersujud
Untuk bersyukur
Untuk merasakan betapa Allah mencintai kita tanpa syarat.
Jika manusia merasakan pengalaman yang mewah ini
Dia akan menjadi diri sendiri
Tanpa predikat apapun!
Karena dia telah bertemu dengan kemesraan hati dan jiwanya
Yang menggerakkan hidup menuju yang kekal
Yang berkarya pada kebenaran,
kebaikan dan harmoni menuju tujuan.
Oleh : Sr. Maria Monika SND
Hari Ke 12 , 18 Juli 2022 YPTD, Program KMAB ,







