Malaekat di Negeri Sebrang
Diary
Shalom selamat bertemu lagi. Entahlah Dy saya koq tiba-tiba pengin cerita pengalamanku berangkat ke Negeri sebrang, mungkin berguna bagi yang ngebaca, jika punya pengalaman harus pergi sendiri.Percaya deh cinta Tuhan selalu menyertai.
Pada tanggal 8 Oktober 1997, saya meninggalkan Indonesia menuju ke England untuk melaksanakan perutusan baru yakni study Bahasa Inggris. Sebelumnya saya lulus dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, rencananya sih waktu itu kami akan Wisuda bulan Agustus, tapi diundur bulan November, saya tidak ikut Wisuda karena bulan Oktober sudah dimulai kuliah di England.
Meskipun ini bukan kepergianku yang pertama ke luar Negeri, karena tahun 1990 saya bersama 4 suster lainnya menjalani tersiat ( persiapan Kaul Kekal ) kami berangkat dari Jakarta menuju ke Belanda 3 Minggu kami disana, ziarah ke Jerman, tempat berdirinya kongregasi SND Coesfeld jadi sekalian kami napak tilas sejarah Kongregasi.
Kami juga ke Namur ( Belgium) napak tilas Sejarah SND de Namur yang didirikan oleh Santa Julie Billiart ibu Rohani 3 SND Namur Amersfoort ( SPM) dan kami SND Coesfeld. Santa Julie Billiart juga pendiri kongregasi Namur di Amien Perancis waktu itu th 1808.
Kembali ke ceritaku, kepergianku saat ini seorang diri, ke negeri yang belum pernah kuijak, ada perasaan terasing sebelum beranjak , namun saya percaya bimbingan Tuhan akan mengiringi dan memberkati perjalanan ini. Waktu itu belum marak HP seperti saat ini.
Hari itu adalah hari kelahiran kemenakkanku Yandhika, karena sebelum berangkat saya sempat mendapat tilpon dari bapakku, jadi bisa jadi peringatan untuk kepergianku ke Negeri the Rose of England, atau Lady Diana yang pada tanggal 31 Agustus sebelumnya meninggal dunia dalam kecelakaan, yang saat itu menjadi berita duka yang menggemparkan dunia.
Begitu masuk pesawat British Airways, hanya doa yang kupanjatkan, dan kepasrahan yang kudambakan. Masih teringat saya berangkat malam pkl 22.00. kira-kira 17 jam terbang mengawang, dan sampailah saya di bandara Heathrow yang biasanya disebut London Airport hingga 1966.
Pagi pukul 05.15 saya sampai di Heathrow Airport, yang merupakan bandara tersibuk se England juga tersibuk di Eropa. Saat itu saya benar benar sebagai orang asing, keadaan disekelilingku serba asing. Setelah saya mengambil bagasi dan melewati immigrasi yang kucari adalah CR ( Comfort Room atau biasa disebut Toilet )
Kubersihkan badanku, sekadarnya setelah itu saya mencari tempat duduk untuk menunggu jemputan. Udara diluar amat dingin, terasa sekali bila pintu terbuka karena orang yang lalu lalang, musim dingin mulai terasa. Saya duduk menenangkan diri, berdoa pagi dan bersyukur rahmat Tuhan telah membimbingku dengan selamat sampai di negeri sebrang.
Tiba-tiba ada seorang ibu mendekatiku, dia memperkenalkan diri dengan nama “ Christina “ sama dengan nama baptis ibuku. Dia menyapaku dengan lembut dan ramah, bertanya saya akan kemana ? saya jawab ke kota Kettering. “ Oh amat jauh tempat itu”, kata dia.
Dia bercerita bahwa baru tiba dari Perancis, rumahnya tidak jauh dari bandara, dia juga memberi kartu nama padaku, dan mengatakan seandainya tidak ada yang menjemput, bisa tilpon dia, dan akan diantar.
Dia mengajak ku berdoa pagi bersama. Setelah itu dia pergi kopernya dititipkan padaku. Dia kembali dengan membawa secangkir teh panas dan roti bulat & croissant . Mempersilakan saya untuk menikmatinya sebagai sarapan pagi, setelah itu memelukku dan mengucapkan selamat tinggal.
Perasaanku mengharu biru, Tuhan telah mengirim malaekat padaku dinegeri asing, dan namanya seperti nama ibuku, tak terasa rasa syukurku meleleh menjadi air mata haru nan penuh syukur, “Betapa Baik Tuhan Yang Maha Baik “ , dibatinku terucap.Di Negeri seberang Berkat dan rahmat-Nya menyambutku sebagai pendatang tersayang ***
Oleh Sr. Maria Monika SND
Artikel ke :1








Terima kasih kepada Bp Thamrin Dahlan, saya boleh ikut bergabung di sini. Salam dan berkat Tuhan
Terima kasih banyak atas kisah nyata yang dibagikan. Salam sehat selalu, Suster Monika SND.
Terima kasih Admin INA salam sehat dan semangat, Salam literasi
Yang menulis juga melakukan pekerjaan malaikat
Terima kasih Bp Katedra untuk dukunganya, Salam sehat penuh berkat Tuhan.