Menikmati  Kendahan  London

Wisata, YPTD305 Dilihat

Menikmati  Kendahan  London

Para  Pembaca  yang  budiman, meneruskan  edisi  artikel  sebelumnya  yang  berkisah  tentang  pengalamanku  di  England. Kali  ini  saya  sajikan  satu  kisah, selamat  menikmati.

Seperti  biasa kami  berangkat  dari  Kettering England, menuju Stasiun St  Pancras  (London)  lalu  naik  train  bawah  tanah  menuju  ke  Stasiun  Victoria. Dari  tempat  ini  kami  naik  Sightseeing tur  bus  yang  keliling  kota  London. Bus  nya  tingkat  dua, dan  saya  memilih  duduk  diatas  dengan  bak  terbuka, sehingga  leluasa melihat  keindahan  kota.

Menikmati  Kendahan  London
Menikmati  Kendahan  London

Kalau  di  kota  kecil  bus  nya  dilengkapi  earphone  dengan  6 atau  7  bahasa, bus  di  London  dilengkapi 12  bahasa( tidak termasuk  Bahasa  Indoesia), mungkin  karena  Ibu  kota  jadi  banyak  turis  dari  negara  lain  yang  datang. Kami  berdua  turun  di  Westminster  Abbey  Cathedral, kami  menyusurinya  lewat  Big  Band  dan  Westminster Bridge.

Saya  kembali  mebuka  catatan  Sejarah    London khususnya  dan  England  pada  umumnya  yang  dikuasai  oleh  William  the  Congcueror pada  tahun  1066 dan  Edward  the Confessor, hingga  Henry  the VIII  yang  mengubah  sejarah  keagamaan  di  England  dari  Katholik  dan menjadi  Angklikan  karena  raja  mengangkat  dirinya  sendiri  sebagai  pemimpin tinggi  gereja  dan  dia  tidak  tunduk  pada  Paus, karena  dia  akan  menikahi  Anne  Boleyn dan  akhirnya dengan ke 4  perempuan  lainnya.

Sejarah  Westminster  Abbey  dan sebagian  sejarah  England sudah  saya  terangkan  pada  cerita  yang  terdahulu. Antara  lain :

Mengenal Kota Kelahiran dan Kematian Pujangga Besar Inggris”

https://www.kompasiana.com/monikaekowati6276/5f6c3ffcd541df32c455f8b2/mengenal-kota-kelahiran-dan-kematian-pujangga-besar-inggris

“Keliling Oxford, Rekreasi dan Menimba Ilmu”

“Keliling Menikmati Keindahan Kota Cambridge (Bagian I)”

https://www.kompasiana.com/monikaekowati6276/5f782538d541df5e8b3cd8e2/keliling-menikmati-keindahan-kota-cambridge-bagian-i

“Keliling Menikmati Keindahan Kota Cambridge (Bagian II)” https://www.kompasiana.com/monikaekowati6276/5f79d0d78ede484f493c3234/keliling-menikmati-keindahan-kota-cambridge-bagian-ii

https://www.kompasiana.com/monikaekowati6276/5f7035b0097f365529030542/keliling-oxford-rekreasi-dan-menimba-ilmu

“Warwick Kastil Lambang Keindahan Abad Pertengahan”

https://www.kompasiana.com/monikaekowati6276/5f660594d541df6e7a039732/warwick-kastil-lambang-keindahan-abad-pertengahan
Wesminter  Abbey  yang  dulunya  sebagai  biara  para  rahib  Benedictin, namun  setelah  dikuasi  Raja, Katedral  ini  menjadi  pusat  Agama  Angklikan dan  menjadi  makam  raja  dan  ratu  Inggris serta  para  tokoh  Inggris, ada  juga  makan  para  serdadu  yang  meninggal  akibat  Perang   dunia  ke II  dan  mereka  dimakamkan  di lantai.

Sewaktu  saya  memasukki  wilayah  yang  dulunya  biara, saya  tak  kuasa  membendung  air  mata melihat  tulisan  kata  mutiara  dan  Puisi  yang  ditulis  oleh  para  rahib (Pertapa), yang  tertulis  didinding, sungguh  sangat  mengagumkan.

Ketika  kami  keluar  gereja  hari  sudah  gelap  meskipun jam  menunjukkan  16.00  sore. Kami menanti   tour bus  dan  naik  lagi  menikmati  keindahan  kota  London  diwaktu  malam,saya  kembali  duduk  di  atas, menikmati  keindahan  kerlap  kerlip  lampu  Natal  yang  sudah  mulai  dipasang, lengkap  dengan  hiasan  Natal  yang  gemerlap.  Pohon  Natal  yang  cemaranya  khusus  dikirim  dari  Norwegia  telah  berdiri  anggun nan  megah  di  Trafagal  Square, sungguh  pemandangan  yang  baru  kulihat  hari  ini.

 

Menikmati  Kendahan  London
Menikmati  Kendahan  London

Bus  itu  melaju  melewati  gereja  St  Paul, Eros  Statue, Nelson’s Colum, Tower  Bridge, Tower of  London, Buckingham  Palace, House of  Parliament dan  Haydn Park. Saya  sungguh  beruntung  bisa  melihat  keindahaan  kota  ini  disiang  dan  malam  hari.

Kami  turun lalu  naik  train (  subway ) menuju  Oxford  Street, sengaja  Sr  patricia  mengajakku  berjalaan  sepajaang  jalan  ini  cukup  lama  melihat  keindahaan  pohon  Natal  yang  dipajaang  disepanjang  jalaan  dengan  hiasan  yang  beraneka  ragam.

Tiba-tiba  hujan  turun, beginilah  cuaca  di  England, cepat  berubah, kami  naik  train  menuju Stasiun  Victoria, entah  berapa  kali  kami  naik  underground  train.akhirnya  sampai  di  Stasiun  St  pancreas  dan  kami  naik  train  lagi  menuju Kettering. Kami tiba  di Rumah  waktu  menunjukkan jam 21.00  menembus  udara  yang  begitu  dingin. Sesampai  dirumah  menikmati  coklat  panas  ditambah  bubuk  kayu  manis, selain  menghangatkan  badan  juga  membuat  nyenyak  tidur tuk  meraih  mimpi dan  kekuatan  baru  tuk  bekerja  di  esok  hari.

Oleh  Sr. Maria  Monika  SND

Artikel  ke :23 YPTD    

  

Tinggalkan Balasan