Menikmati Kendahan London
Para Pembaca yang budiman, meneruskan edisi artikel sebelumnya yang berkisah tentang pengalamanku di England. Kali ini saya sajikan satu kisah, selamat menikmati.
Seperti biasa kami berangkat dari Kettering England, menuju Stasiun St Pancras (London) lalu naik train bawah tanah menuju ke Stasiun Victoria. Dari tempat ini kami naik Sightseeing tur bus yang keliling kota London. Bus nya tingkat dua, dan saya memilih duduk diatas dengan bak terbuka, sehingga leluasa melihat keindahan kota.

Kalau di kota kecil bus nya dilengkapi earphone dengan 6 atau 7 bahasa, bus di London dilengkapi 12 bahasa( tidak termasuk Bahasa Indoesia), mungkin karena Ibu kota jadi banyak turis dari negara lain yang datang. Kami berdua turun di Westminster Abbey Cathedral, kami menyusurinya lewat Big Band dan Westminster Bridge.
Saya kembali mebuka catatan Sejarah London khususnya dan England pada umumnya yang dikuasai oleh William the Congcueror pada tahun 1066 dan Edward the Confessor, hingga Henry the VIII yang mengubah sejarah keagamaan di England dari Katholik dan menjadi Angklikan karena raja mengangkat dirinya sendiri sebagai pemimpin tinggi gereja dan dia tidak tunduk pada Paus, karena dia akan menikahi Anne Boleyn dan akhirnya dengan ke 4 perempuan lainnya.
Sejarah Westminster Abbey dan sebagian sejarah England sudah saya terangkan pada cerita yang terdahulu. Antara lain :
Mengenal Kota Kelahiran dan Kematian Pujangga Besar Inggris”
“Keliling Oxford, Rekreasi dan Menimba Ilmu”
“Keliling Menikmati Keindahan Kota Cambridge (Bagian I)”
“Keliling Menikmati Keindahan Kota Cambridge (Bagian II)” https://www.kompasiana.com/monikaekowati6276/5f79d0d78ede484f493c3234/keliling-menikmati-keindahan-kota-cambridge-bagian-ii
“Warwick Kastil Lambang Keindahan Abad Pertengahan”
https://www.kompasiana.com/monikaekowati6276/5f660594d541df6e7a039732/warwick-kastil-lambang-keindahan-abad-pertengahan
Wesminter Abbey yang dulunya sebagai biara para rahib Benedictin, namun setelah dikuasi Raja, Katedral ini menjadi pusat Agama Angklikan dan menjadi makam raja dan ratu Inggris serta para tokoh Inggris, ada juga makan para serdadu yang meninggal akibat Perang dunia ke II dan mereka dimakamkan di lantai.
Sewaktu saya memasukki wilayah yang dulunya biara, saya tak kuasa membendung air mata melihat tulisan kata mutiara dan Puisi yang ditulis oleh para rahib (Pertapa), yang tertulis didinding, sungguh sangat mengagumkan.
Ketika kami keluar gereja hari sudah gelap meskipun jam menunjukkan 16.00 sore. Kami menanti tour bus dan naik lagi menikmati keindahan kota London diwaktu malam,saya kembali duduk di atas, menikmati keindahan kerlap kerlip lampu Natal yang sudah mulai dipasang, lengkap dengan hiasan Natal yang gemerlap. Pohon Natal yang cemaranya khusus dikirim dari Norwegia telah berdiri anggun nan megah di Trafagal Square, sungguh pemandangan yang baru kulihat hari ini.

Bus itu melaju melewati gereja St Paul, Eros Statue, Nelson’s Colum, Tower Bridge, Tower of London, Buckingham Palace, House of Parliament dan Haydn Park. Saya sungguh beruntung bisa melihat keindahaan kota ini disiang dan malam hari.
Kami turun lalu naik train ( subway ) menuju Oxford Street, sengaja Sr patricia mengajakku berjalaan sepajaang jalan ini cukup lama melihat keindahaan pohon Natal yang dipajaang disepanjang jalaan dengan hiasan yang beraneka ragam.
Tiba-tiba hujan turun, beginilah cuaca di England, cepat berubah, kami naik train menuju Stasiun Victoria, entah berapa kali kami naik underground train.akhirnya sampai di Stasiun St pancreas dan kami naik train lagi menuju Kettering. Kami tiba di Rumah waktu menunjukkan jam 21.00 menembus udara yang begitu dingin. Sesampai dirumah menikmati coklat panas ditambah bubuk kayu manis, selain menghangatkan badan juga membuat nyenyak tidur tuk meraih mimpi dan kekuatan baru tuk bekerja di esok hari.
Oleh Sr. Maria Monika SND
Artikel ke :23 YPTD








