Winter Perdana Menggugah Jiwa dan Hatiku Memuja

Sosbud, YPTD659 Dilihat

Winter  Perdana  Menggugah Jiwa dan Hatiku Memuja

 

Bagi orang yang belum pernah melihat turunnya salju,tentu mengharapkannya dengan sangat, bagaimana  bentuk   dan  turunnya salju  yang  seperti  kapas  itu. Sebagian orang, utamanya yang tinggal di negara beriklim tropis, seperti  saya  salju hanyalah  sesuatu yang   hanya  bisa  saya  bayangkan, tanpa bisa dirasakan.

Tapi tidak demikian bagi mereka yang tinggal di negara 4 musim. Meski musim salju menjadi saat paling dingin, namun tetap saja selalu dinantikan. Itu  kudengar  dari  ungkapan  hati  para  susterku  yang  mengharapkan  Natal  nan  bersalju.  White  Christmas.

Keberadaanku di Kettering England sudah dua bulan  waktu  itu. Udaranya sangat dingin cuacapun tak menentu, pagi pukul 08.00 pagi masih remang remang gelap. Sesekali saya berkesempatan untuk turun ke kota,di setiap toko dan rumah sudah mulai terpajang hiasan Natal yang gemerlap,juga lagu – lagu Natal berkumandang dimana- mana.

 

Mulai tanggal   6 Desember Pesta Santo Nikolaus yang lebih terkenal dengan Sinter Claus. Malam menjelang tanggal 6 Desember kami meletakan sepatu kami yang diisi jerami,kami letakkan didepan kamarnya PIKO = Pimpinan komunitas.

 

Eeee paginya sudah terisi kacang dan coklat didepan kamar kami masing- masing. Kebiasaan disini sering ada kejutan yang membuat para suster  gembira.  Saya juga pernah diajak ke London mengunjungi tempat penting dan melihat hiasan Natal yang luar biasa di Trafalgar Square yang ada pohon Natal yang besar.

 

Pohon Pinusnya (sejenis  Cemara) disumbangkan ke alun-alun dari Norwegia sejak 1947 untuk dijadikan Sebuah pohon Natal biasanya  didirikan selama dua belas hari sebelum dan sesudah Hari Natal.

 

Tentu hatiku mengharapkan turunnya salju.  Cuaca di England tidak menentu tak heran kalau bicara soal cuaca menjadi topik yang penting bagi mereka.Apalagi di musim dingin suasananya gelap,kelabu sepanjang hari,minggu,sehingga orang enggan untuk keluar rumah.

 

Suatu siang tetiba turun hujan Es bentuknya seperti kapsul ,saya spontan keluar ke lapangan dengan tangan menengadah,saya pikir itu salju ternyata itu hujan Hael.

Ada perawat yang memanggil saya untuk kembali dengan teriakkan bahaya.

 

Mendengar kata dangerous saya cepat lari masuk rumah dan bertanya memangnya bahaya apa? Mereka menjelaskan disaat hujan Hael sewaktu waktu ada petir,ternyata benar sebentar kemudian kilat yang kuat menyilaukam dan suara gemuruh menggelegar memekakkan.  Itulah fenomena alam di England jika terjadi hujan Hael.

 

Jadi yang kukira salju ternyata  bukan. Sayapun sabar menanti.  Kata  mereka  salju itu   jatuhnya lembut  tak  ada  bunyi.  Suatu  saat  di  awal  senja  yang  gelap turunlah  salju ,maka para Suster mempersilakan saya untuk keluar halaman menengadah salju.

 

Pengalaman yang luar biasa,ada rasa senang,bahagia,kagum campur aduk jadi satu. Saya berputar putar menangkap salju yang jatuh,sementara para Suster tertawa bahagia melihat ulah saya di halaman.maklum saya seperti cucu mereka.Satu satunya orang muda yang tinggal di komunitas itu.

 

Sr Tress mengambil camera mengabadikan peristiwa itu. Saya tidak merasa kedinginan karena hati riang kali  ya. Setelah puas memegangi Salju kami makan malam.  Di luar sudah gelap jika musim dingin,setelah rekreasi malam kami biasa berdoa malam terus tidur.

 

Hatiku masih melekat pada salju,kubuka gorden kulihat di luar diantara sinar lampu,salju turun pelan begitu indahnya. Terima kasih Tuhan untuk pengalaman yang indah ini.

 

Paginya salju makin menebal menutupi kolam,yang biasa untuk mandi itik itik liar,pepohonan jadi putih,dingin sudah terasa.sehingga kami butuh mesin pemanas ruangan. Sr Bernadete mengajak saya keliling halaman dan mengambil foto dengan latar belakang salju.

Pengalaman  pertama  itu  membuatku  ingin  tahu  tentang  salju,maka  ketika  saya  di  perpustakaan  biara  kucari  buku  yang  mengisahkan  Salju.  Salju terdiri atas partikel uap air yang kemudian mendingin di udara, lalu jatuh ke Bumi. Salju  bisa diartikan sebagai bentuk padat air yang jatuh ke bumi dari atmosfer atau awan yang telah membeku menjadi kristal padat.

Uap air tersebut jatuh dalam bentuk kepingan empuk, putih, dan seperti kristal lembut. Pada suhu tertentu (disebut titik beku, 0° Celsius,  akhirnya  salju bisa meleleh dan hilang, jika  matahari  bersinar. Pagi  itu  kupandangi  sekeliling  Rumah  tetangga  yang  berbatas  pagar dengan  biara  kami  berwarna  putih, bersih sungguh  mempesona.

Pagi  itu  salju  masih  turun  perlahan, sangat  lembut, bagiku  merupakan  rahmat  putih   yang baru saja jatuh ke bumi.  Dalam  hening  kunikmati  pagi ini Salju  menyerap gelombang suara, membuat segala sesuatu terdengar tak berbunyi, suasana yang lebih  sunyi terdengear setelah hujan salju berhenti, semua  serba  putih. Kata  susterku  Salju  saat  ini  tidak  begitu  tebal  sehingga  beberapa pohon  dihalaman  masih  nampak.

 

Biasanya, temperatur udara butuh titik untuk membentuk salju. Tapi jika hujan turun cukup lama, udara di dearah itu dapat turun drastis dan akhirnya menciptakan lingkungan yang tepat untuk produksi butiran salju. Jadi temperatur bisa saja 6-8 derajat celcius di permukaan tanah, tapi salju tetap berjatuhan dari langit.

 

Konon  Salju dapat jatuh ke permukaan bumi secara perlahan, lembut  seperti  kapas  yang  terbang, namun   juga  bisa   dengan kecepatan tinggi, semisal  8-9 meter per jam, tergantung kondisi udara saat itu.

 

Butiran salju mengumpulkan air saat mereka jatuh dari langit dan arah angin dapat mempercepat proses jatuhnya. Proses salju lepas dari awan dan mencapai permukaan tanah butuh setidaknya satu jam. Jika salju mencair lalu membeku kembali, es itu dapat memantulkan gelombang suara yang terdengar lebih jauh dan jelas.

 

Desember  saat  itu   beberapa kali  salju  turun, apa  yang  kuharapkan  sekarang  kualami, saya  merayakan  Natal  saat  itu  dengan  penuh  salju, meskipun  dingin  namun  penuh  kehangatan  cinta , perhatian  dan  kegembiraan  para  suterku  yang  usianya  75 hingga 89  tahun. Doaku  singkat Tuhan  terima  kasih  untuk  salju yang  kurindukan. Biarkan  hatiku  seputih  salju sepanjang  hidupku, Tuhan  berilah  aku  Natal sepanjang  tahun ***

 

Oleh  Sr  Maria  Monika  SND

3 September, 2021

Artikel  ke  : 6

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan