ENTREPRENEUR KIDS

Terbaru613 Dilihat

 

 

Masih tingginya jumlah TKI pada tahun 2016 kemarin sangat dipengaruhi oleh pengangguran. Patut mendapat perhatian kita, berdasarkan data Indonesia Investment bahwa TKI tahun 2016 jumlah pengangguran sekitar 7 juta sementara yang masuk angkatan kerja 120, 8 juta jiwa. Hal ini senada dengan data pengangguran dari majalah Tempo Pebruari 2016 yang menyebutkan tingkat pengangguran sebesar 7,02 juta orang. Ini sekaligus alarm bagi dunia pendidikan.

 

Sementara itu dampak dari kenyataan ini timbul kejahatan dan penyalahgunaan narkoba sebagai pelariannya. Fakta tersebut di atas sebenarnya tidak akan terjadi apabila rakyat Indonesia sejak kecil sudah diberi pengalaman melalui pendidikan yang menanamkan jiwa wirausaha sejak usia dini. Pengalaman masa kecil mampu menimbulkan dorongan daya kritis, kemauan mencoba, disiplin, dsb yang membantu anak mengembangkan rasa percaya diri serta keinginan berprestasi. Dalam hal ini sekolah bisa mengambil peran mengatasi permasalahan dengan memberikan materi kewirausahaan sesuai tingkat kemampuan, yang lebih kita kenal dengan entrepreneurship. lebih sering menyebutnya entrepreneur kids. materi tentang kewirausahaan sejak usia dini telah diterapkan di paud dan juga madrasah yang dikelola penulis. Materi entrepreneur kids diberikan dengan menyelenggarakan kantin kejujuran santri praktik langsung mengelola usaha dengan pilihan patungan atau menjual secara perorangan. dari kegiatan tersebut santri mengenal apa itu investasi, apa itu marketing, bagaimana cara bagi hasil dan latihan mempraktikkan menghitung zakat mal.

Nabi Muhammad saw mulai merintis karir dagangnya saat berusia 12 tahun. Beliau mengawalinya dengan magang atau ( mengikuti pamannya ) dalam berdagang. Terjunnya Nabi saw dalam perniagaan dini tidak terlepas dari kenyataan yang menuntut beliau untuk belajar hidup mandiri. Dengan bekerja serabutan membantu tetangga, merapikan pekarangan, memikul batu untuk sedikit upah, mengambil kayu bakar atau semak belukar dari hutan lalu menjualnya di pasar. Intinya melakukan apa saja yang halal untuk memperkecil ketergantungannya kepada sang paman. Bersikeras untuk ikut ekspedisi dagang menunjukkan betapa besar semangat mengubah nasib memperbaiki keadaan dan tidak merepotkan.

Sumber : Ensiklopedia Leadership dan Manajemen Muhammad SAW

“ The Super Leader Super Manager”

Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec

Tahun 2012

 

Tinggalkan Balasan

1 komentar