Alhamdulillah berkesempatan menyimak materi Bapak Khamdan Muhaimin, S.Pd. Gr. Bahasan Menjadi Guru Berprestasi dan Berdedikasi di Daerah 3T semakin menarik, karena dipandu oleh Mr. Bams.
Ikhtiar Om Jay menghadirkan pemateri hebat, selalu disambut hangat. Bagaimana tidak, selain pengetahuan yang didapat dari pemateri selalu ada yang lebih membekas di memori yakni inspirasi.
Sakti juga menjadi pendidik, berawal dari merintis membuka PADU GRATIS sore hari untuk yatim piatu fakir miskin tak berbayar. Dalam perkembangannya kalangan ekonomi menengah ke atas juga tertarik daftar, Alhamdulillah hingga kini terjadilah subsidi silang.
Perjuangan yang awalnya dirasa menantang, ternyata dibanding dengan Pak Khamdan tidak ada apa-apanya.
Sudah menikmati listrik, dan sinyal dengan leluasa, sedangkan Pak Kahmdan belum memperolehnya.
Sungguh mengesankan pengalaman yang beliau sampaikan. Semakin membuat diri ini bersyukur.
Di awal pertemuan Pak Khamdan masuk kelas, mengucapkan salam. Sesudah itu beliau mengirim riwayat hidup, yang dikemas dengan file microsoft word.
Berisi paparan menggambarkan ketangguhan beliau sebagai guru yang ulet, pekerja keras.
Beliau membuka kegiatan, mengucapkan salam, dan menyapa peserta yang menyimak materi.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat malam, salam sejahtera untuk kita semua. Bapak/Ibu guru hebat yang saya hormati, Pak Bams selaku moderator dan Om Jay yang saya hormati , semoga malam ini semua dalam keadaan sehat wal afiat Aamiin, ” sapa beliau.
Lanjut Pak kamdan memperkenalkan diri, beliau bertutur dengan memilih kata saya selama materi. Berikut ini yang beliau paparkan:
“Perkenalkan nama saya Khamdan Muhaimin, S.Pd, Gr. Bertugas di SMPN 5 Sambi Rampas Kab. Manggarai Timur, Provinsi NTT. Kelahiran saya di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.”
“Bapak/Ibu guru hebat yang saya hormati, malam ini saya akan berbagi pengalaman selama bertugas di daerah terpencil dengan tema *Menjadi Guru Berprestasi dan Berdedikasi di Daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal)”*
“Sebelum menjadi guru di NTT saya pernah menjadi guru honorer di SMK Muhammadiyah Weleri Kendal dan SMKN 1 Mandiraja Banjarnegara Jawa Tengah” jelas beliau.
Beberapa saat sempat terganggu sinyal hingga beliau meminta peserta untuk bersabar karena sinyal kurang bagus, efek cuaca, sehingga terkirim agak lama.”
Alhamdulillah sesudah tersambung lagi, beliau lanjutkan
“Bapak/Ibu yang saya hormati, Setelah itu saya mengabdi di daerah 3t (terdepan, terluar dan tertinggal) dari tahun 2015 sampai sekarang kurang lebih selama 6 Tahun. Tentu bapak/ibu sudah bisa membayangkan kondisi daerah terpencil. Saya bercerita sedikit tentang kondisi di tempat saya. Di tempat saya tugas tidak ada Listrik, sinyal susah, air susah, jalan rusak mendaki menurun sedangkan mata pencaharian orang tua berkebun/petani kopi yang hasil panennya satu tahun satu kali. Di tempat saya mengabdi kehidupan orang tua siswa adalah golongan ekonomi menengah ke bawah. Desa kami terdiri dari 7 kampung yang lokasinya saling berjauhan.”
“Menuju ibu kota kab. membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam. Jadi kalo mau makan bakso, mie ayam,sate dan menu menu seru ya ke kota dulu heheh… tapi semua itu saya nikmati karena dengan menikmati dan mensyukuri proses kehidupan ini semua terasa ringan.”
Dari foto yang beliau kirim, tampak tempat tinggal Pak Khamdan sangat asri.
Beliau menjelaskan bagaimana bertahan di sana. Warga di sana tidak pernah atau jarang sekali membeli sayur ke kota karena mayoritas menanam sendiri untuk dimakan sehari-hari. Beli tidak mungkin karena ke pasar saja jauh sekali. Bertanam labu, daun singkong, kubis, buncis, daun pepaya. Tetapi makanan favorit adalah daun singkong, labu beserta daunnya karena tumbuh setiap saat (tidak mengenal musim), sedangkan kubis menunggu musim kemarau. Untuk lauk biasanya dengan telur,mie instan, ikan asin, ikan basah kalo musim ikan dan ayam pedaging.
Adat di daerah 3T sangat kuat, berbagai acara adat masih ada, antara lain:
1. Irong, tidak boleh berteriak, menyalakan api, ribut, selama 1-2 hari, tujuannya supaya hasil panen melimpah.
2. Acara mbaru dor, adalah masuk rumah baru mereka menggunakan berbagai acara adat.
3. Kepok tuak adalah adat menyambut kedatangan tamu dengan berbicara adat menggunakan tuak, rokok dan ayam kampung. Ungkapan ketulusan orang disini menerima tamu dan kegembiraan menyambut tamu baru.
4. Makan padi baru, acara pesta sekolah
Dari sinilah beliau mulai menulis tepatnya tahun 2016. Menulis tentang berbagai tantangan dan solusi menjadi pendidik di daerah 3. Pertama kali menulis langsung membawakan beliau menjadi finalis (10) besar kegiatan Simposium GTK 2016 di Jakarta yang diselenggarakan oleh Kemdikbud RI.
“Saya menulis karena saya ingin Pendidikan di daerah khusus atau daerah terpencil yang masih serba kekurangan dari berbagai akses dapat diperhatikan oleh pemerintah. Dan saya berharap dengan menulis tentang perjalanan di daerah 3T dapat memotivasi para guru-guru yang berjuang di garis depan daerah terpencil supaya para pendidik semangat berinovasi dan menginspirasi di walaupun di daerah terpencil,” jelas beliau antusias.
“Di daerah 3T saya mendirikan rumah belajar, rumah belajar berdiri tahun 2016 sampai sekarang. Anak-anak setelah pulang sekolah makan istirahat sebentar kemudian ke kebun untuk ambil kayu bakar dan sayur kemudian pulang makan malam dan tidur karena kelelahan sehingga tidak sempat belajar. Melihat kondisi itu maka saya mendirikan rumah belajar supaya anak semangat belajar dengan menyajikan kegiatan les matematika, membaca buku, menggambar, mewarnai, bulu tangkis , bola voli, puzzle dll. Sedangkan malamnya pukul 19.30 WITA, anak-anak juga dapat belajar mengoperasikan laptop dan akses internet gratis di rumah belajar. Dan yang membuat saya senang, rumah belajar pernah mendapatkan kiriman buku dari mba Najwa Shihab sebagai duta baca Indonesia. Dan mengunggah kegiatan rumah belajar saya ke instagramnya.”
“Selain itu saya juga menjadi relawan di daerah 3T dengan membuat proposal bantuan ke berbagi instansi bagi negeri maupun swasta. Yayasan, kampus, komunitas, media online, perpustaakan daerah, nasional, kita menjalin kerja sama dengan mereka. Kemudian setelah mendapatkan apa yang di dapat saya mewakili donator membagikannya seperti membagikan flashdisk vidio pembelajaran program kirim budi ke sekolah SD, SMP dan SMA, membagikan seragam sekolah, buku bacaan, alat tulis ke sekolah SD, SMP dan SMA di tempat saya mengabdi, membagikan mukena, Al Quran, Iqra buku, karpet masjid ke umat muslim minoritas di Masjid Fatahillah. Saya mewakili donator dari Jawa juga membuat dua sumber mata air dan 4 bak penampung air untuk warga sekitar yang kekurangan air di daerah 3T.”
“Di sekolah saya yang merupakan daerah 3T sinyal susah kadang blank sinyal 3 hari, coba bayangkan 3 hari tanpa HP, oleh karena itu saya menginisiasi sekolah berbasis digital seperti : Computer Based Tes offline dan pemilihan ketua Osis offline merupakan pertama kali dilaksanakan di sekolah kami dan pertama kali juga di Kab. Manggarai Timur. Cara kerja digital, akan tetapi tanpa menggunakan sinyal dan kartu perdana, selain itu kami juga membuat kelompok belajar mini di setiap kampung.”
“Bapak/Ibu yang saya hormati, Prestasi terakhir kemarin di nobatkan menjadi Guru SMP Inspiratif Tingkat Nasional 2020 yang diselenggarakkan oleh Dirjen GTK Kemdikbud di Hotel Serpong, Tangsel. Semoga berikutnya Bapak/Ibu hebat akan mendapatkan apresiasi ini Aamiin”
“Disini pasti banyak guru-guru hebat yang terus berjuang demi kemajuan Pendidikan, terus berkarya. Salam dari NTT. Terimakasih. Wassalamu’alaikum Warahmatulllahi Wabarakatuh”
Materi ditutup, peserta di beri kesempatan bertanya.
Banyak poto bagus ditampilkan Pak Khamdan, terlihat beliau menikmati perjalanan hidup, tanpa beban, gembira bersama menghantarkan anak-anak 3T menuju kesuksesan.
Dilanjut sesi pertanyaan. Pertanyaan pertama dikirim Mr. Bam dari Ibu Mujiatun Lampung sangat kagum menyimak kisah perjuangan Bpk di daerah 3T.
Dalam kondisi serba minim Bapak masih bisa bertahan bahkan berprestasi.
“Saya jadi malu ini Pak, berada di daerah yg serba mudah hingga saat ini belum memiliki prestasi apa-apa” ujar Ibu Mujiatun
“Dan saya pun jadi penasaran ini Pak. Mohon berikan kami tips, trik, dan kiat apa yg membuat Bpk mampu berinovasi dan berprestasi di tengah keterbatasan tersebut.Terimakasih”
Setelah menjawab salam Pak Khamdan mengucapkan terimakasih atas pertanyaan Ibu Mujiatun.
“Kalau saya biasanya ada persoalan di sekitar kita catat bu kemudian dibaca malamnya sembari mencari solusi dengan aneka inovasi yang bisa kita lakukan, jika belum ketemu cari sampai ketemu bu, suatu saat dengan kesabaran nanti ada solusi untuk mengatasinya, terima kasih.
Pertanyaan selanjutnya
dari Dadang Huzazi dari Lebak Banten.
Bahwa jadi guru adalah pekerjaan mulia Ketika dikerjakan dengan hati. Dari paparan bapak, bapak sudah sampai pada posisi itu.
“Apakah motivasi dari apa yang bapak lakukan, hingga bapak bisa sukses seperti sekarang? ”
“Wa alaikumsalam wr wb, Terimakasih Pak Dadang, saya pribadi masih merasa belum melakukan apa-apa Pak, mungkin ada yg lebih dari saya, hanya saja mungkin belum terekspose, mengikuti perlombaan hanya untuk menginspirasi Bapak/Ibu yg lain supaya lebih dari saya, tentang kesuksesan saya hanya bisa melakukan ini. Saya belum sukses pak, masih minim prestasi, yang penting bekerja dengan ikhlas, dinikmati dan disyukuri, ” jawab beliau rendah hati
Pak Khamdan menutup materinya, kalimat penutup yang beliau sampaikan sangat berkesan.
“Teruslah mengabdi dimanapun Bapak/Ibu berada, ilmu yg kita berikan akan berdampak pada generasi berikutnya, guru tidak hanya mengajar tetapi juga bisa berkontribusi bagi lingkungan sekitar yang membutuhkan, terus menjadi teladan bagi anak didik, terus berkarya, berinovasi dan menginspirasi, selamat mengabdi, semoga sehat selalu dan berusaha memberi manfaat kepada orang lain.Terimakasih pak Bams” beliau pun mengakhiri pertemuan.






