UMKM Melejit di Saat Sulit

Bisnis, Ekonomi, Peristiwa289 Dilihat

 

Bersama kesulitan ada kemudahan. Meski pandemi membuat kondisi ekonomi menjadi sulit, ikhtiar harus istiqamah dioptimalkan.Semuanya butuh waktu beradaptasi. Demikian juga para pelaku UMKM. Ada yang mampu cepat beradaptasi. Sebagian ada yang lambat, bahkan ada pula yang terpaksa tutup usaha karena tidak mampu menghadapi kondisi terkini.

Untuk menyemangati para UMKM, Bidang Pemberdayaan Jaringan dan Ekonomi (BPJE) PKS Jawa Timur menggelar Webinar UMKM Jatim Bangkit Siap Melejit di Masa Sulit, pada Sabtu (27/2).Wahyu Hermanto, Ketua Bidang BPJE DPW PKS Jawa Timur menjelaskan, “BPJE adalah salah satu bidang yang disiapkan PKS untuk menguatkan pegiat UMKM. Di bidang ini sudah dipilih para pengusaha yang dianggap cukup mumpuni dalam mengembangkan bisnis, khususnya UMKM.”

Beliau menyatakan memiliki kurikulum saat pendampingan UMKM, lengkap, mulai bagaimana mengatur keuangan perusahaan, digital marketing, Human Resources, dan sharing bisnis. Tentang webinar yang akan digelar Sabtu 27 Pebruari 2021, Wahyu Hermanto menyampaikan dimulai pukul 08.00 WIB. Masyarakat memberi sambutan luar biasa. “Target 1000 peserta yang akan bergabung, sudah ada 1200an peserta yang mendaftar. Insya Allah akan terus naik,” ujarnya optimis.

Antusiasme peserta ini, menurut perkiraan Wahyu Hermanto karena tema dan nara sumber yang dianggap menarik oleh peserta. “Dalam tema, kami memberi tawaran untuk melejitkan UMKM di masa sulit pandemi. Karena hal tersebut, saat ini sangat dibutuhkan oleh temen-temen UKM,” lanjutnya menjelaskan.

Dalam webinar tersebut peserta akan diberi berbagai tips dan trik menumbuhkan bisnis di saat pandemi. Menurut beliau dimasa pandemi ada dua hal yang dirasakan sangat berat di masyarakat. Pertama Kesehatan, kedua ekonomi.”D sisi kesehatan, telah ada berbagai kejadian di sekitar kita, isolasi mandiri, banyak yang sakit, bahkan tidak sedikit yang meninggal. Ini tentu sangat berat.” ujarnya

Akan tetapi, lanjut beliau, di sisi ekonomi juga tak kalah beratnya. Banyak UMKM yang tutup, jualan tapi rugi, belum laku. Dan tidak sedikit yang kehilangan pekerjaan karena pengurangan karyawan, atau perusahaan tempat bekerja tutup.“Sebenarnya menangani kesehatan dan ekonomi itu ada kemiripan,” kata Wahyu Hermanto

Menangani para pasien yang kena covid, butuh dipertemukan dengan komunitas para penyintas. Hal ini akan meringankan beban para penyintas itu. “Jika berkumpul, bisa saling berbagi pengalaman, dan saling memberi dukungan. Dengan demikian bisa menguatkan imun, yang berdampak pada membaiknya kesehatan pasien,” jelas Wahyu Hermanto bersemangat.

Begitu pula dengan para pegiat UMKM, juga harus dikumpulkan dengan yang lainnya, sehingga bisa saling menyemangati satu sama lain.“ Dengan berkumpul akan ada interaksi, kesempatan saling berbagi pengalaman dan dengan demikian ada harapan saling menguatkan,” katanya.

Menangani pasien covid, Wahyu Hermanto menambahkan, perlu didampingi dokter yang bisa menganalisis dan berpengalaman menangani pasien covid. Dengan begitu bisa memberi saran yang konstruktif untuk perbaikan kesehatan pasien. Demikian pula dengan para pelaku UMKM, perlu didampingi para mentor yang sudah berpengalaman mengembangkan bisnis.

“Itu semua akan didapatkan dalam webinar besok,” katanya.Dalam webinar itu, akan ada 40 peserta yang beruntung terpilih didampingi dalam mengembangkan bisnisnya. “Ada 10 sesi materi, mulai dari mengenal jualan di marketplace, praktik posting sampai optimasi penjualan di market place,” katanya.

Intinya tegas beliau, bahwa kegiatan ini digagas untuk menguatkan UMKM yang sedang lesu di masa pandemi.”Agar temen-teman UMKM merasa semangat kembali, bisa cepat beradaptasi dan bergairah kembali dalam membangun bisnis,” ujar beliau menutup ulasan.

Simak detail info berikut, pastikan segera gabung.

PKS Peduli UMKM

Kapan lagi

Ada pelatihan wirausaha *Gratis*

*Berhadiah total hingga 99 juta rupiah ?*

Ada hadiah :

🚲🚲 *sepeda angin* yang lagi hit, ada hadiah

*smart phone*, ada hadiah *jaket dan kaos kaos keren.*

Plus ada juga hadiah *Pelatihan Digital Marketing Eksklusive* bagaimana *Jualan Laris di Market Place.*

Sayang sekali, kesempatan langka ini sangat mungkin hanya sekali saja di bulan ini.

Pastikan jangan lewatkan, segera daftar, dapatkan ilmu- ilmu keren dari para praktisi dan mentor mentor bisnis yang sudah proven bisnisnya, plus dapatkan juga hadiah- hadiah bergengsinya.

Yuk daftar segera

Klik link : *bit.ly/PKS4UMKM*

Yuk ikutan share info keren ini, semoga Allah catat sebagai bagian dari amal jariyah Aamiin.

 

Tinggalkan Balasan

2 komentar

  1. Belajar bisnis dari tukang roti dan makanan ringan.

    Pagi ini saya berjalan kaki ke pasar Andir Bandung. Niatnya mau berolahraga pagi sambil silahturahim ke kang Asep Surya dan Teh Ucu. Mereka berdagang makanan ringan di pasir Andir Bandung. Tepatnya di dekat pertigaan jalan Jamika dan jalan Jenderal Sudirman Bandung.

    Saya berjalan kaki mulai dari apotik jamika hingga jalan Jenderal Sudirman. Sebuah jalan yang penuh dengan kenangan. Saya melewati sekolah modern islamic school dan sekolah Budha terang di kota Bandung yang masih sepi. Biasanya sekolah sekolah tersebut ramai sekali di pagi hari. Wabah Corona merubah kondisinya.

    Kalau mendengar lagu sepanjang jalan kenangan karya Lis Haryanto ini membawa saya ke masa silam. Sebuah masa dimana saya berjalan kaki dengan kekasih hati. Alhamdulillah sekarang sudah resmi menjadi istri yang setia menemani sampai ajal menjemput nanti.

    Banyak orang menjemput rezeki di pagi hari. Saya melihatnya disepanjang Jalan Jamika – Вandung . Ada tukang bubur ayam, nasi Kuning, martabak, KUPAT TAHU dan pedagang lainnya.

    Sampailah saya di tempat jualan kang Asep dan Teh Ucu. Katanya sekarang sepi pembeli akibat apndemi. Corona membuat suasana pasar yang tadinya ramai menjadi sepi pembeli. Begitulah cerita dari teh ucu yang saya wawancarai di pagi hari.

    https://youtu.be/pL-r1M5EFtI

    Teh Ucu dan Kang Asep berjualan makanan ringan sudah lebih dari 15 tahun. Suami istri ini sudah mulai menyiapkan dagangannya mulai pukul 02.00 pagi. Kang Asep sering sholat tahajud di dekat tempat dagangnya. Kemudian sholat subuh di masjid terdekat.

    Saya melihat banyak yang membeli dagangannya. Lumayan juga pembelinya. Tapi tidak seramai sebelum wabah Corona. Sekarang ini yang membeli makanan ringan rata rata untuk dijual lagi. Untungnya tidak banyak tapi cukuplah untuk menghidupi kami sekeluarga. Kata kang Asep bercerita kepada saya. Dari hasil berdagang, kang Asep yang lulusan SMK bisa membangun rumah dan membeli mobil serta motor untuk mendukung usahanya.

    Saat asyik ngobrol, teh Ucu menawari roti yang enak sekali. Saya memakannya satu buah dengan rasa keju. Kemudian kang Asep memberi saya segelas aqua tapi mereknya bukan aqua. Kalau di Bandung merknya Ron 88. Tapi rasanya tidak jauh beda dengan merk Aqua. Nikmat sekali rasa airnya. Sejuk dan dingin di tenggorokan ini.

    Kami mengobrol tak terasa lama. Tahu-tahu mereka sudah siap membereskan dagangannya. Cepat sekali membereskannya. Semu barang dagangan sudah rapih tertata di dalam mobil dan gerobak.

    Sambil menunggu Kang Asep dan Teh Ucu merapihkan dagangannya, saya ngobrol dengan Kang Dani penjual roti. Katanya sekarang sepi pembeli. Biasanya jam segini sudah banyak yang beli rotinya. Kang Dani membawa 5 rantang roti yang isinya sekitar 30 buah dengan berbagai rasa.

    Pabrik rotinya di jalan kepatihan belakang Yogya katanya. Pulang dari berdagang roti di pasar andir beliau kembali ke pabrik untuk menyetorkan hasil roti yang terjual. Semakin banyak roti yang terjual, maka semakin banyak pemasukannya.

    Saya membelinya 2 roti lagi. Dari teh ucu sudah dikasih 2 buah. Saya makan 1 buah dan 3 buah saya bawa pulang ke rumah kakak di Bandung.

    Kang Asep mengajak saya pulang dengan mobilnya. Sementara teh Ucu naik motor. Sampai rumah saya langsung membeli kupat tahu untuk sarapan pagi. Sementara kang asep dan teh ucu kembali lagi ke pasar mengambil gerobaknya.

    Saya belajar bisnis dari tukang roti dan penjual makanan ringan pagi ini. Siapa yang fokus dengan profesi yang ditekuninya pasti akan sukses. Rezeki manusia tidak ada yang tertukar. Mari kita jemput rezeki masing masing.

    Salam Blogger persahabatan
    Omjay
    Guru Blogger Indonesia
    Blog http://wijayalabs.com