Pengusaha Sejati (2)

Bisnis197 Dilihat

Bermodal giat, pantang menyerah, tidak malas, para petani dan pemilik tanah kekayaannya berlimpah. Zaman teknologi industri dibutuhkan tenaga lebih banyak dan lebih pintar. Banyak dibutuhkan lulusan yang sesuai keahlian di bidangnya masing-masing. Makin popular kampus gaji makin tinggi, seiring berkembangnya waktu memasuki zaman informasi. Orang yang cepat kaya di zaman ini adalah yang mampu mengelola informasi yang dimiliki. Fakta di lapangan google, youtube, facebook, dan WA menjadikan para pelaku kreasi dunia digital menjadi cepat kaya.

Saat ini pilihan pekerjaan sangat bervariasi, bagi yang memilih profesi pengusaha pastikan bidang yang ditekuni adalah yang dibutuhkan saat ini. Semua berpeluang untuk bertransaksi memanfaatkan media sosial untuk jual beli. Lintas usia mahasiswa, anak SMA, pelajar SMP, siswa SD, banyak yang berhasil berdagang dan menghasilkan puluhan bahkan ratusan juta. Naik derajat ekonomi dari memanfaatkan media sosial telah terbukti dan tak bisa dipungkiri.

Banyak kawan, sahabat, dan peserta didik binaan yang dengan menguasai informasi, lewat media sosial, berhasil memperoleh pendapatan. Gelar pengusaha merupakan gelar yang tepat untuk mereka yang berani kaya sejak belia. Dengan memiliki akhlak dan ilmu menjadi pengusaha islami, insyaaAllah sukses dunia akhirat. Zaman pertanian dan perindustrian telah bergeser menjadi zaman informasi, kekuatan niat, ketekunan dan ke istiqomahan menjadi syarat utama.

Ikuti langkah pengusaha yang telah memulai dan sukses terlebih dahulu dari pada kita. Berguru, pelajari, amati ilmu sukses para pengusaha. Temui dapatkan ilmunya berguru dan jadilah sebagai murid cerdas dengan begitu insyaaAllah kesuksesan dan kebarakahan lebih mudah kita capai.

Memilih profesi pengusaha butuh kesungguhan niat, peluang sukses pengusaha menjadi kaya dan peluang untuk banyak bershadaqoh lebih banyak. Hanya diri sendiri yang mampu memastikan jawaban kapan berani menjadi pengusaha sejati. Mayoritas pilihan profesi sebagai karyawan menjadi impian, karena banyak yang berpandangan bahwa pengusaha itu sulit. Peluang besar jatuh failed masuk dalam ekonomi sulit.

Sebagian berkeyakinan hanya orang kaya yang berhak menjadi pengusaha. Sering kali kita jumpai orang yang bercita-cita sebagai pengusaha diolok-olok, diremehkan, hal tersebut menjadi peluang bagi kita membuktikan kepada mereka bahwa siapapun bisa menjadi pengusaha dengan syarat mempunyai niat dan motivasi kuat dari dalam. Dengan keyakinan menjadi pengusaha sukses meski ada yang meremehkan, menertawakan jalan sukses kita akan menjadi terdiamnya orang-orang yang memandang kita sebelah mata.

 

(bersambung)

Tinggalkan Balasan