
Firman Allah Subhanahu Wa Ta’alla tentang orang-orang Yahudi;
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ ٱلَّذِينَ ٱعْتَدَوْا۟ مِنكُمْ فِى ٱلسَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُوا۟ قِرَدَةً خَٰسِـِٔينَ
Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”. (QS. Al-Baqarah, 2: 65).
“Dahulu monyet-monyet kudisan tanpa alas kaki dan tanpa baju ini datang dalam keadaan terusir”, begitu kalimat pertama dari tulisan yang berjudul “Monyet Kudisan yang Mengusir Tuannya”.
Di Eropa tidak ada satupun negeri yang mau menerima kehadiran mereka. Hanya Palestina yang mau menyambut hangat kehadiran mereka. Muslimin Palestina memperlakukan mereka layaknya manusia, bukan sebagai monyet kudisan.
Tidak seperti Hitler, muslimin Palestina membuka pintu-pintu rumah mereka untuk orang-orang Yahudi. Hitler memberi sebutan kepada orang-orang Yahudi dengan Race-Tuberculosis of The Peoples ( ras yang menjadi sumber penyakit bagi ummat manusia). Pada saat itu Tuberculosis (TBC) adalah penyakit menular sangat membahayakan. Hitler memusnahkan dari negerinya, tetapi menyisakan sebagian dengan tujuan pada saatnya dunia mengerti mengapa mereka dibinasakan. Hitler berkata, “I would have killed all the Jews of the world, but I kept some to show the world why I killed them. (Aku akan membunuh seluruh orang Yahudi di muka bumi, tetapi aku menyisakan sebagian untuk menunjukkan mengapa aku membunuh mereka).”
Sebaliknya Muslimin Palestina memperlakukan orang-orang Yahudi dengan baik, sesuai tuntunan akhlak seorang mukmin yang seharusnya. Menolong setulus hati, walau beda agama. Namun ternyata kini terbukti orang-orang Yahudi benar-benar menjadi penyakit bagi ummat manusia. Bukan saja tidak berterima-kasih, mereka justru menganiaya dan mengusir Mukmin Palestina yang telah menolong dengan tulus. Tidak hanya itu, tega memfitnah memutar-balikkan fakta di media massa, dan buku-buku. Tindakan serupa orang-orang Yahudi lakukan di beberapa cabang ilmu pengetahuan.
Kelak makhluk terusir yang sebagian di antara leluhurnya dulu ada yang dilaknat menjadi monyet hina itu bertingkah dengan cara sangat menjijikkan. Subhanallah, mereka yang awalnya datang berangsur ke Palestina dalam keadaan sebagai pengungsi yang sangat memerlukan pertolongan, di tahun 1940, 1947 dan masa lainnya, namun saat merasa agak kuat, tahun 1948 orang-orang Yahudi tersebut memproklamasikan berdirinya negara Israel, mengklaim tanah yang bahkan setahun sebelumnya mereka ditampung di sana dalam keadaan hina dan dekil, kemudian mengusir dan memerangi para pemilik tanah yang dahulu menolong mereka setulus hati penuh kehangatan.
Menurut tulisan yang mencantumkan Mohammad Fauzil Adhim sebagai penulisnya ini, para mufassir menjelaskan berkaitan laknat terhadap sebagian leluhur orang-orang Yahudi dikutuk menjadi monyet dalam keadaan terusir dan hina, disebabkan mereka hendak menipu Allah ‘Azza wa Jalla dengan kedurhakaan yang besar, tetapi mereka seolah berbuat ketaatan. Sebuah pelajaran bahwa jika kepada Allah Ta’ala saja mereka ringan berdusta dan berusaha melakukan tipu daya, apalagi terhadap manusia. Tak terhitung kedustaan yang mereka bangun dalam berbagai cabang urusan kehidupan, termasuk dalam ilmu pengetahuan.
Orang Islam yang beriman pada hari akhir, tidak memerlukan Hitler untuk mengusir mereka. Kelak orang-orang Yahudi yang telah mengkhianati Muslim Palestina yang telah menolongnya, akan diburu disebabkan kezaliman dan kebiadaban mereka, hingga mereka bersembunyi penuh ketakutan di tempat manapun mereka dapat bersembunyi, tetapi setiap tempat yang menjadi persembunyian mereka itu akan bicara menunjukkan bahwa mereka sedang bersembunyi di situ. Maka tak ada tempat yang aman untuk bersembunyi, kecuali pohon gharqad (الْغَرْقَد) alias Lycium. Itu pun mereka bersembunyi dalam kondisi tidak aman. Penuh ketakutan.
Di saat itulah mereka akan berusaha lari dalam keadaan yang lebih menakutkan karena bumi manapun tempat mereka lari, tak menerima mereka.
Kita tak memerlukan Hitler karena bahkan dalam perang pun Islam menerapkan adab dan akhlak yang sangat tinggi. Ada aturan sangat jelas dalam agama kita ini yang Hitler dan sejenisnya tidak akan sanggup memenuhinya, kecuali bagi orang-orang yang imannya kokoh kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Mari kita selalu doakan dan bantu dengan apa yang mampu kita lakukan, hanya kepada Allah tempat kita menyembah dan hanya kepada Allah tempat kita memohon pertolongan. Masya Allah, Las Haula Walla quwwata Illa billah





