

Sudah sekian lama, siswa belajar dari rumah. Sudah sekian lama guru melaksanakan pembelajaran daring. Kadang work from home ( wfh ) , kadang work from office ( wfo ). Berselang-seling sesuai jadwal yang diberikan sekolah. Ada kalanya rasa bosan mendera hati, tatkala melaksanakan pembelajaran daring. Rasa rindu bertemu secara langsung dengan siswa sudah pasti ada. Rindu mendengar kicauan dan canda mereka. Rindu kalimat manja dan saying dari mereka.
Berbagai cara dilakukan agar pembelajaran daring menjadi menarik. Mungkin banyak yang ingin Anda lakukan, membuat video pembelajaran, membuat media presentasi, dan membuat konten pembelajaran yang menarik. Berbagai upaya Anda lakukan agar pembelajaran menjadi menarik dan tidak ditinggalkan siswa. Namun terkadang, ada rasa bosan muncul disana. Ketika Anda berbicara dengan siswa Anda secara online melalui pembelajaran daring, seolah semua siswa Anda mendengarkan dan memperhatikan Anda. Dengan bersemangat Anda menjelaskan materi dan memaparkan materi melalui media yang menarik. Anda yakin, bahwa siswa Anda mendengarkan dan memperhatikan Anda. Namun apa yang terjadi, ketika disela-sela pemaparan, Anda mengajukan pertanyaan, yang ternyata tidak direspon dengan cepat oleh siswa Anda. Apa yang Anda pikirkan? Tentu Anda berpikir, wah jangan-jangan mereka tidak di depan laptop, atau bahkan mungkin, anda sudah ditinggal tidur oleh siswa Anda.
Sangat menyedihkan, jika Anda sedang memaparkan materi di meeting M365, namun tidak ada respon ketika Anda mengajukan pertanyaan. Sedih? Jelas. Sudah berbagai cara Anda lakukan, namun masih saja ada siswa yang slow respon ketika diberi pertanyaan.
Membuat siswa aktif ketika pembelajaran selama daring, memang tidak mudah. Mereka bukanlah mahasiswa yang bisa dilepas tanpa kontrol selama pembelajaran. Seorang guru masih harus mengontrol kehadiran siswa, dengan sekali-kali memberi pertanyaan pada siswa ditengah-tengah pemaparan materi. Dengan cara demikian, Anda dapat mengukur diri sendiri, sudah menarikkah materi yang diberikan pada siswa. Perlu dibangun komunikasi dua arah antara guru dan siswa untuk mencapai hasil pembelajaran yang maksimal.
Guru membuat media yang menarik, guru memaparkan materi dengan menarik, guru membuat siswa aktif dengan mewajibkan siswa untuk presentasi. Namun kendala selama pembelajaran daring masih sering terjadi.
Ketika siswa sedang presentasi, tiba-tiba hilang dari layar. Tidak ada suara, tidak ada paparan siswa. Apa yang terjadi? Layar tiba-tiba kosong, dan ketika diajak bicara tidak ada jawaban.
” Maaf, bu. Kuota saya habis”, itu jawaban yang sering terjadi ketika siswa dikonfirmasi di wa, atau grup kelas. Meeting dengan menggunakan M365 memang membutuhkan kuota yang tidak sedikit. Banyaknya fasilitas yang Anda dapatkan dari teams M365, sudah tentu menyerap kuota Anda. Jika siswa Anda memiliki banyak uang untuk membeli kuota sehingga kuota siswa terpenuhi untuk mengikuti pembelajaran daring barangkali hal ini tidak akan menjadi masalah. Namun apa yang terjadi jika siswa memiliki kuota yang terbatas. Jangan paksakan siswa untuk selalu oncam selama pembelajaran. Jika siswa menggunakan wifi, jaringan stabil dan selalu on cam, ini lebih baik. Namun jika tidak, tidak usah dipaksakan. Siswa bisa on cam, di awal dan di akhir pembelajaran, sudah cukup menguras kuota siswa. Jadi pastikan kuota Anda dan siswa tercukupi untuk mengikuti pembelajaran daring.





