Sudahkah Kamu Membahagiakan Orang Tuamu?

Terbaru599 Dilihat
Harus diakui bahwa orang tua merupakan orang terpenting dalam hidup kita, karena orang tua yang pertama menyapa kita di dunia,  merawat dari lahir, mengajari berjalan hingga  bisa berlari dan menjadi diri  sendiri.
Orang tua pun akan memberikan segalanya untuk anak-anaknya, bahkan dengan nyawanya sekalipun tanpa ragu demi kehidupan anaknya. Jasanya terlalu banyak sehingga mustahil bisa dibalas dengan apapun. Setidaknya ada berbagai cara untuk membahagiakan orang tua dimasa tuanya.
Memang sering ada persepsi cara membahagiakan orang tua adalah dengan materi yang lebih atau punya prestasi yang tinggi dengan upah yang besar, sah-sah saja, semua tergantung individunya.
Pun ada yang senang dengan memberikan barang-barang branded, terlepas dari itu semua, juga dapat  dilakukan dengan cara sederhana,  seperti; mengobrol dan menanyakan kabar, membuatkan atau memberikan makanan kesukaannya, mendengarkan nasihatnya, memberikan ucapan pertama di ulang tahunnya, memberikan hadiah seadanya, memberikan bantuan semampunya, mengunjungi secara rutin dan masih banyak cara untuk membuat orang tua bahagia.
Namun dengan mengajak berlibur atau traveling adalah sangat baik untuk kepuasan batin para orang tua.
Tren travelling memang sering digunakan anak-anak muda, sehingga merasa enggan mengajak para orang tua, meskipun ada tetapi tidak banyak. Padahal sama halnya seperti anak muda, orang tua juga perlu untuk merasakan dunia luar, perlu mendapat pengalaman, tidak hanya tinggal di rumah dikelilingi trofi dan materi.
Dengan mengajak traveling, memberikan waktu adalah sesuatu yang paling berharga. Karena semakin beranjak dewasa, terlebih  anak sudah ada yang menikah, waktu berkumpul dengan orang tua akan semakin berkurang.
Nah, tampaknya itu pula yang dilakukan oleh anak-anaknya kepada Ibu mereka yaitu Ibu Gardina Gultom (Opung Elo). Mengajak traveling ke beberapa wilayah di Indonesia hingga manca negara  menjadi salah satu cara mereka untuk membahagiakan ibunya.
Ibu Gardina Gultom  memang sangat disayangi oleh anak-anaknya. Betapa tidak, suatu waktu takdir berkehendak lain. Suami Ibu Gardina harus lebih dulu berpulang ke rumah bapak di surga, dimana anak-anaknya yaitu 1 putra dan 3 putri, masih membutuhkan figur seorang bapak, termasuk untuk menyambung hidup. Otomatis ibu Gardina menjadi Single parent (orang tua tunggal) dengan 4 anak yang masih kecil-kecil, sementara beliau hanyalah ibu rumah tangga biasa.
Ibu Gardina pun harus putar otak bagaimana untuk bisa bertahan hidup dengan 4 orang anak, termasuk bagaimana biaya pendidikannya.
Segala cara pun dilakukan seperti berjualan koran, namun cobaan tidak berhenti sampai disitu. Krisis moneter yang pernah melanda negeri ini mengakibatkan banyaknya media cetak gulung tikar, dan hanya beberapa media cetak yang bertahan hingga kini, otomatis berimbas ke penjualnya juga termasuk ke Ibu Gardina, karena hampir semua media cetak tidak bisa  di-return (dikembalikan) akhirnya tutup.
Menyerah kah Ibu Gardina? Tidak, kembali putar otak, termasuk menjual beberapa pakaian mereka sendiri yang masih layak pakai kepada para tetangga, apapun  dikerjakan Ibu Gardina, bagaimana supaya anak-anaknya bisa sekolah.
Mirisnya, ada keluarga dekat memberi saran, supaya anak-anaknya stop bersekolah jika tidak sanggup. Mendengar saran tersebut membuat Ibu Gardina semakin terpukul dan sedih, melihat anak-anaknya termasuk anak-anak pintar.
“Anak-anakku adalah hartaku yang paling berharga, apapun akan aku lakukan, supaya anakku bisa sekolah setinggi-tinggi cita-cita anak-anakku,  aku yakin dan percaya Tuhan akan memampukan aku dan menolong aku, ” cerita Ibu Gardina (Op. Elo) sambil meneteskan air mata.
Dan, iya. Tuhan Baik dan Sangat Baik, ucap Ibu Gardina masih menangis, namun tangisan bahagia.
Berjalannya waktu, segala kesedihannya, lelahnya, tangisnya, terbayar dengan suka cita. Dan Ke – 4 anaknya bisa dikategorikan sukses.
Anak pertama perempuan sudah menikah, mendapat posisi tinggi di salah satu perusahaan Jepang. Anak kedua juga perempuan dan sudah menikah berhasil menjadi dokter, anak ke tiga laki-laki masih single, posisi tinggi di perusahaan Asing dan anak terakhir perempuan masih single bekerja di Wa-kemenhumkam.
Bangga? Pasti ! Ibu Gardina tidak lelah untuk bersyukur, semuanya ini adalah karena campur tangan Tuhan, kata beliau.
“Terkadang saya seperti bermimpi, jika mengingat yang dulu-dulu, saya pun seperti tidak percaya, melihat anak-anak saya sekarang bisa seperti ini (berhasil), saya selalu berpesan kepada anak-anak, jangan lupa berdoa, tetap bersyukur, tidak boleh sombong, tetap rendah hati, membantu yang membutuhkan bantuan, karena apapun yang kita miliki sekarang adalah dari kebaikan Tuhan.” Tutup beliau.
Yuk, kita bahagiakan orang tua kita.

Tinggalkan Balasan