Penderitaan Manusia Diawali Ketika Merasa Memiliki

Terbaru663 Dilihat

Dunia saat ini tidak sedang baik-baik saja. Banyak hal baru dan bahkan semakin canggih hadir dalam kehidupn kita. Tak jarang orang suka geblinger atau terpengaruh gaya hidup yang glamour. Jika kita tidak hati-hati atau iman kita tidak kuat maka kita akan terbawa arus dan akhirnya terjebsk terlena dalam gemerlabnya dunia fana ini.
Jika kita perhatikan sekeliling kita tidak ada happy ending dari hidup glamour mereka. Terkadang justru mereka makin terhimpit banyak masalah dan akhirnya tidak bahagia. Ada yang bangkrut, ada yang di tinggal anak istri dan bahkan ada yang terkena penyakit kelamin.
Kalau manusia diciptakan dan tujuannya untuk ini kenapa orang ditingkatan itu semakin menderita. Kalau memang bahagia itu dari popularitas, artis mikcael jockson bunuh diri.

Cara Islam mengubah manusianya itu yang beda. Cara pandang masalah terhadap masalah beda. Dalam artian ketika bicara terkait setiap agama mengajarkan umatnya untuk berbuat baik. Tetapi berbuat baiknya untuk apa?
Dalam surat 29 Al-ankabut ayat 111 di jelaskan bahwa.
” Jangan kalian merasa bisa masuk ke surga sebelum kslian di uji sebagaimana orang-orang terdahulu, orang-orang terdahulu itu orang yang lebih taat pada kita, para nabi, para tabiin yang berbuat baik” sampai mereka bertanya kapan masalah ini selesai, kapan pertolongan Allah datang. Dan di sebutkan bahwa berikan kabar gembira pada orang yang sabar. Siapa yang mendapat kabar gembira tersebut? Yaitu orang yang mengucap setiap kali ada masalah ” innalilahi wa innailaihi rojiuun” yang intinya kami milik Allah dan akan kembali kepada Allah.
Dalam artian bahwa ” penderitaan manusia itu diawali ketika merasa memiliki”
Lepas berserah diri di hati adalah tidak ada apa-apanya, tinggal Allah saja sang pencipta.
Bismilah mari kita tanamkan dalam hati dan diri kita bahwa dunia tidaklah ada apa-apanya dan kebahagiaan sejatinya terketak pada jiwa kita yang senatiasa mengingatNya, menjalankan segala apa yang diminta dan Allah satu-satunya tujuan kita. Kita sudah banyak bukti bahwa orang yang bergelimang harta orang yang jabatanya tinggi atau yang kekayaannya berlimpah mereka belum juga menemukan kebahagiaan. Makin kita mengejar dunia makin kita tidak akan bahagia. Tapi justru kita kejar akhirat insyaAllah dunia dapat dan kita akan bahagia.
Yuk sahabat pembaca yang budiman kita pasrah dan menghambakan diri hanya untuk Allah dan menggunakan dunia hanya sebagai sarana untuk menuju kehidupan akhirat kita yang kekal. Semoga di bulan Ramadhan ini moment yang tepat untuk kita makin dekat sama Allah.
Salam sehat, tetap semangat jalankan ibadah puasa, semoga kita daoat meraih predikat taqwa. Aamiin

KMACyptd

Day 21

Gunungkidul 2 April 2023

Tinggalkan Balasan