Kota dan Kenangan

Terbaru418 Dilihat

Kota dan  Kenangan

Entah sudah sekian purnama kita tak lagi bisa bertemu apalagi Bersama bercerita tentang indahnya hari di lalui. Pada akhirnya aku di beri kesempatan untuk bisa hadir di kota ini. Di sini ku labuhkan segala harapan dan impian. Di kota ini aku belajar mengerti arti sebuah  perjuangan. Perjuangan dimana aku mengenal jati diri ini yang sesungguhnya. Mengenal bagaimana aku bersaing untuk mampu mempertahankan hidup. Berjalan melangkah mencari sebuah cita dan cinta.

Hari itu Ayah mengantarkanku sampai di kota ini Ayah tak lagi bisa mencegahku untuk mencari pekerjaan ke kota. Dengan segala nasehat yang Ayah sampaikan merupakan bekal yang aku gunakan untuk berjuang di kota.

“Nak, inilah Kota yang kau inginkan. Ayah harap kau bisa betah dan kuat untuk bisa bersaing hidup di kota orang.” Kata Ayah.

“Iya, Ayah. Tinggalkan doa Ayah di sini. Aku akan berusaha belajar untuk mendapatkan penghasilan sendiri, Yah.” Jawabku.

Keesokan harinya Ayah kembali pulang ke kampung. Berpisah dengan orang yang kita sayangi adalah hal terberat yang aku rasakan. Mengingat akan hari esok akupun menepis semua rasa yang menghimpit jiwa. Doakan anakmu bisa mendapatkan apa yang di inginkan,Yah.

Empat belas hari bukan waktu yang singkat setelah aku injakkan kaki di tanah ini,di kota ini. Setiap hari berusaha untuk bisa mendapatkan pekerjaan.  Ijazah SMA yang ku dapat saat itu bukan tidak mungkin untuk bisa mendapatkan sebuah pekerjaan yang baik. Selepas lulus SMA ingin berusaha mencari pekerjaan agar bisa menghasilkan uang, setidaknya bisa mencukupi kebutuhan ku sendiri. Tidak mungkin aku hanya berdiam diri di rumah dan hanya mengaharapkan pemberian orang tua.

Keadaanlah yang membuat aku tidak bisa langsung kuliah selepas SMA. Aku tetap bersyukur memiliki orang tua yang berusaha utuk memberikan pendidikan yang terbaik dan kemampuan orang tuaku hanya bisa mensekolahkanku sampai di bangku SMA. Terimakasih ayah ibu untuk semua yang telah kalian  beri untukku. Semoga apa yang telah kalian beri mendapatkan balasan syurga dari-Nya. Semoga aku bisa mengamalkan ilmu yang telah kalian berikan.

Usaha dan doa selalu aku lakukan  dan akupun di terima bekerja di sebuah perusahaan, aku bekerja sebagai karyawan pabrik biasa. Saat itu aku di terima sebagai karyawan kontrak Selama tiga bulan jika perusahaan masih membutuhkan dan kemampuanku dalam bekerja bagus maka akan di perpanjang. Berharap harap cemas, namun untuk mengisi waktu dan sebagai batu loncatan akupun jalani pekerjaan itu.

Aku segera memberi kabar ke orang tua tentang pekerjaanku, teman-teman baruku dan semua yang telah aku jalani. Aku meminta tolong Ibu kontrakan untuk meminjam telephon yang ada di rumahnya. Setelah aku dapat menghubungi Ayah di kampung lewat telephon rumah Pak Rt di kampungku. Aku pun tanya kabar dan sampaikan rasa kangenku pada Ayah, Ibu da juga kampungku.

“Syukur, Nak jika kau telah mendapatkan pekerjaan, ingat pesen Ayah. Bekerja apapun di manapun selalu jaga kejujuran, niscaya kau akan selamat. Setiap pekerjaan tak ada yang enak namun mengingat hal yang akan kita perolah dan citakan maka jika iklas jalaninya maka kau akan nyaman dan betah bekerja.” Nasehat Ayahku.

“Siap, Ayah. Aku senang dan nyaman dalam bekerja, walau jujur Yah, aku sempat kaget dan capek. Aku bekerja dari jam 7.00 WIB sampai dangan pukul 15.00 ditamabah dua jam lembur, Yah. Dan aku pulang sampai jam 17.00 WIB.” Ceritaku pada Ayah.

Ayah maklumi dan selalu beri aku support. Bisa bercakap dengan Ayah dan mendengarkan nasehatnya membuatku semakin semanagt dalam bekerja.

Alhamdulilah selama tiga bulan aku bisa mencukupi kebutuhan hidupku tanpa harus menggantungkan orang lain. Bisa merasakan hasil dari kerja ku adalah suatu hal yang sangat buatku bahagia puas. Dari sana aku juga bisa merasakan betapa mencari uang itu sangat sulit dan membutuhkan tenaga dan pikiran yang super extra. Dari sana aku bisa merasakan betapa Ayah Ibu begitu keras memperjuangkan untuk bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Membesarkan kami anak-anaknya. Terimakasih ayah terimakasih ibu.

Tiga bula berlalu dan akupun tidak di perpanjang dalam kontrak kerjaku. Bukan hanya aku tapi juga beberapa teman yang lain. Sebelum aku di lepas dari kontrak kerja itu aku sudah persiapan untuk bisa mencari pekerjaan lain. Allah maha baik Allah selalu mendengar doa-doa hambanya yang bersungguh-sungguh. Akupun mendapatkan pekerjaan lagi. Hanya saja aku harus  masuk ke mes karyawan. Selama ini aku ikut adek putra dari bulik yang berbaik hati untuk aku bisa tinggal bersamanya.

Tiba waktunya aku harus benar-benar mandiri, berada d mes karyawan perusahaan.  Aku harus ikuti dan taati peraturan dalam mes tersebut. Tidak jarang aku merasa benar-benar lelah. Pekerjaanku sekarang di bagi menjadi tiga sif dimana jika aku bekerja di sif malam itu benar-benar tantangan tersendiri. Mungkin  karena belum terbiasa jadi aku merasa berat. Berangkat bekerja mulai jam 22.00 WIB sampi jam 06.00 WIB. Pagi harinya aku baru bisa tidur,biasanya seelah sarapan mandi aku langsung tidur sampai menjelang duhur.  Sudah istirahat namun badan masih saja merasa lelah. Mungkin karena pengaruh kerja  di malam hari

Semua aku jalani dengan iklas karena begitu besar keinginanku untuk bisa bekerja apapun itu yang penting halal. Aku tetap bersyukur dengan semuanya. Alhamdulilah aku bukan hanya bisa mencukupi kebutuhanku, namun aku juga bisa sedikit menabung dan juga bisa sedikit mengirim uang jajan untuk adikku di kampung.

Hari-hari kulalui dengan penuh semangat,jauh dari orang tua, saudara dan semua kenangan indah di kampung halaman. Mencari sebuah cita dan cinta yang dulu sempat tertanam benihnya. Tiap ada orang yang mendekat aku tak biasa untuk menerima. Keyakinan kuat tentang dirimu yang membuatku mampu bertahan.  Ku isi hari-hariku dengan aktivitas positif,mulai dari mengaji dengan beberapa teman, menambah ketrampilan-ketrampilan dengan kursus dan juga jalan-jalan ke toko buku jika memang aku benar-benar meras galau.

Buku adalah sahabat terbaikku hingga aku juga bisa tuangkan segala rasa dengan menulis. Membaca dan menulis akhirnya menjadi hal yang aku sukai. Sampai akhirnya aku harus meninggalkan kota ini karena orang tua mengharapkan aku pulang. Berat memang setelah dua tahun lamanya aku sudah bisa mandiri dan merasa sudah nyaman namun tiba-tiba aku di minta untuk pulang.

Tiada bisa menolak jika orang tua yang meminta. Aku tau pasti mereka tanpa alasan memintaku untuk pulang. Dengan sedikit berat meninggalkan kota ini. Banyak pelajaran berharga yang aku dapatkan di kota ini. Semua yang kudapatkan di sini adalah sedikit bekal untukku di hari esok. Tak ada yang sia-sia apa yang kita lakukan. Selalu niatkan ibadah nisacaya semua akan terasa ringan. akhirnya aku tinggalknan juga kota di mana aku bisa mengerti arti sebuah perjuangan, kesabaran dan tanggung jawab. Untuk bisa membuat bahagia orang tua aku harus relakan apa yang telah aku perjuangkan.

 

#KarenaMenulisAKuAda

#Day24KMAAYPTDChallenge

Gunungkidul, 14 Sepetember 2021

Tinggalkan Balasan

1 komentar