2. Harus Dipikirkan di Awal

 

Ceritanya kita sudah mantap ingin berbisnis Kuliner. Modal sudah tersedia, persetijuan dari pasangan atau orang tua sudah didapat.

Apa lagi yang harus dipikirkan? Tentu masih banyak yang perlu dipikirkan. Misal, modal berapa besar, mau berbisnis membuka restoran besar, sederhana atau kecil, tempat sewa atau milik sendiri, makan ditempat (dine in), bawa pulang (take away), pesan antar atau buka PO saja. Jenis kuliner yang akan dipasarkan juga beragam, makanan atau minuman? Atau keduanya? Siapa yang memasak? Panggil chef atau masak sendiri? Buat merek sendiri atau beli waralaba (franchise)? Kuliner global atau nusantara?

Tampaknya daftarnya panjang ya. Dan daftar diatas belum selesai, masih akan bertambah panjang bila dilanjutkan.
Koq nampak mengerikan ya?

Jangan takut dulu, .mari kita bedah satu perastu. Agar kita dapat memahaminya lalu mulai menentukan pilihan yang kita minati. Bisnis kuliner ini seperti bisnis lainnya, harus dimengerti dan dicintai oleh pendirinya. Jangan sekali-kali berbisnis karena sekedar iseng atau latah, karena sangat berbahaya.

Semua hal harus kita pikirkan dulu di awal, agar tidak panik saat menghadapi masalah setelah bisnis dijalankan. Bila kita sudah memikirkan di awal, semua kesulitan / kendala sudah dipetakan, dan kita cari dulu solusinya dengan tepat, barulah kita mulai membuka bisnis.

Memikirkan di awal secara matang bukannya melewatkan peluang atau kesempatan. Asalkan waktu berpikirnya juga cepat dan taktis Jangan berpikir terlalu lama, karena peluang yang ada di depan mata harus segera diraih Jadi cukup petakan masalahnya, lalu cari solusinya. Boleh dipikirkan sendiri maupun minta bantuan konsultan atau orang yang sudah berpengalaman Setelah semua masalah di awal dipikirkan secara matang, ambil keputusan bulat dan mulai Berbisnis.Harus dengan tekad kuat dan semangat tinggi supaya tidak loyo ditengah jalan.

Hal-hal yang harus dipikirkan di awal, akan dibahas pada bab 3 hingga bab 14.

Tinggalkan Balasan