17. Antre

KMAB401 Dilihat

 

Salah satu budaya yang diterapkan orang ber Budi Pekerti adalah antre. Antre menggambarkan sifat menghargai orang lain yang datang lebih awal, hingga orang yang datang lambat konsekuensinya harus berada pada urutan yang lebih di belakang.

Jadi, bila orang ingin berada di depan pada suatu antrean, orang itu harus datang lebih awal dari orang lainnya.

Karena tidak mendapat pendidikan Budi Pekerti, banyak orang tua yang justru meminta anaknya untuk menyerobot antrean, masuk di sela,-sela antrean atau bahkan langsung ke urutan terdepan dengan mengemukakan alasan yang kurang masuk akal, misal ada urusan penting (padahal orang lain juga mempunyai urusan).

Dari sejak kecil anak-anak harus dikenalkan dengan budaya antre. Tentunya agar anak mau mengatur waktunya dan menghormati hak orang lain.

Selain menyerobot, sikap yang tidak etis adalah titip kepada orang yang sudah berada pada antrean terdepan. Sikap ini yang sering menimbulkan pertikaian karena orang yang mengantre tertib, akan mengajukan protes, misal meneriaki  prnyerobot sehingga situasi dalam antrean menjadi gaduh

Budaya antre diterapkan pada suatu keadaan yang dibutuhkan banyak orang, agar situasi tertib, diaturlah dengan sistem antre. Sekarang, ada cara yang lebih sdil dan dilakukan secara elektronik atau manual, yaitu dengan memberikan nomor antrean. Lalu orang dilayani secara berurut dari nomor terkecil. Sudah banyak diterapkan di bank, rumah sakit dan restoran.

Tinggalkan Balasan