Semua Bisa Punya Buku

Terbaru930 Dilihat

Tepat satu tahun lalu, Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) diresmikan secara sederhana, karena pandemi masih membelit dunia, termasuk Indonesia. Dengan tujuan dan visi mulia, yakni menerbitkan buku bagi para penulis yang selama ini mengalami kesulitan dalam menerbitkan buku, Bisa dikarenakan masalah finansial, karena bila penulis belum terkenal, penerbit mayor biasanya enggan menerbitkan, karena sexara komersial dikawatirkan tidak laku terjua;, sehingga akan merugikan penerbit mayor. Kendala lainnya adalah banyaknya penulis yang frustrasi karena setiap mengajukan naskah rata-rata berkali-kali ditolak dengan alasan penulisan belum memenuhi standar.Keberadaan YPTD menjadi angin segar bagi para penulis aru. Guru maupun komunitas yang belum memiliki rekam jejak penulisan yang sohor. YPTD menerima dan bersedia ,enerbitkan semua naskah tulisan menjadi sebuah buku, dengan persyaratan sangat ringan, yakni memiliki naskah tulisan minimal 150 halaman, yang dilengkapi dengan judul buku, kata pengantar, daftar isi dan sinopsis dan dikirimkan melalui surat elektronik ke YPTD serta mengunggah 10 artikel di situs “terbitkanbukugratis”. Maka YPTD akan menyiapkan cover buku dan menerbitkan secara gratis menjadi sebuah buku. Maka terwujudlah impian penilis-penulis untuk memiliki sebuah buku hasil karyanya. Sesuai motto pendiri YPTD, pak Thamrin Dahlan bahwa buku adalah mahkota bagi setiap penulis.

YPTD lalu menguriuskan ISBN agar buku resmi  memilki hak karya cipta penulisnya, dan tidak dapat dibajak oleh  penulis lain. Setelah nomor ISBN diperoleh dan disain cover buku jadi, YPTD segera menerbitkan dan mencetak empat buku, yang didistribusikan dua buku dihibahkan ke Perpustakaan Nasional, sebuah buku dikirimkan ke alamat penulis dan sebuah buku lainnya disimpan sebagai arsip YPTD. Semua kegiatan ini benar-benar gratis alias tanpa biaya sesenpun keluar dari kocek penulis.

Lalu bagaimana bila penulis ingin memasarkan bukunya? YPTD akan mereferensikan percetakan yang dikenalnya atau penulis boleh mencari pencetak sendiri. Lalu penulis dapat memasarkan bukunya dengan cara “open PO” atau mencari peminat yang ingin membeli buku aru mencetaknya sesuai jumlah pesanan, atau penulis mencetak dulu sejumlah buku yang diperhitungkan bisa laku terjual, bisa 20 buku, 50 buku atau 100 buku lalu baru dipasarkan melalui situs tokobuku YPTD atau jalur pemasaran lain. Melalui cara ini penulis sudah bisa mempunyai sebuah buku dapat memeluk buku karya tulisnya dan bahkan memasarkannya.

Kiprah YPTD yang sangat mulia ini boleh dikatakan berhasil. Dalam usia satu tahun, YPTD telah berhasil menerbitkan ratusan judul buku ber ISBN. Target per bulan dapat menerbitkan 30 buku selalu dapat tercapai. Apakah pada tahun kedua usianya YPTD tetap mempertahankan misinya atau perlu merevisi visinya? Menurut pendapat saya, kiprah YPTD ini sudah benar, namun sebaiknya ditambah kurasi dan penyuntingan, sehingga buku yang diterbitkan benar-benar terlepas dari kesalahan tulis, ejaan maupun tata cara penulisan. Adanya kurasi dan penyuntingan ini sangat diperlukan agar buku yang diterbitkan bertambah sempurna dan tidak tergantung pada ketelitian penulisnya saja Memang proses penerbitan sebuah buku akan menjadi lebih panjang karena ada tambahan waktu untuk kurasi dan penyuntingan, lalu penulis harus melakukan perbaikan disana sini secara cepat. Mungkin target penerbitan 30 buku per bulan perlu ditinjau ulang, agar target benar-benar dapat dicapai. Dengan dilakukannya kurasi dan penyuntingan buku-buku yang diterbitkan oleh YPTD diharapkan akan lebih berbobot. Sehingga nama penerbit YPTD selain dikenal membuat penulis mampu memiliki sebuah buku, juga berkibar menjadi penerbit berkelas. Semoga harapan saya yang tidak terlalu muluk ini dapat diterima dan diterapkan oleh YPTD.

Selamat ulang tahun YPTD, semoga tahun-tahun mendatang makin mendekati sempurna.

Tangerang Selatan, 14 Agustus 2021

@sutiono

 

 

 

Tinggalkan Balasan

1 komentar