Sikap sabar sangat diperlukan dalam kehidupan. Baik dalam rumah tangga maupun saat berinteraksi di tempat kerja atau masyarakat.
Sabar artinya mampu mengelola emosi, mrngendalikan amarah, meski kita disakiti., khususnya perasaannya. Karena bila kita marah, menurut agama, setan yang menguasai pikiran kita.
Dalam rumah tangga, suami harus bisa bersikap sabar menghadapi isteri dan anak-anak. Demikian pula sebaliknya isteri terhadap suami, dan anak-anak terhadap orang tua. Bagaimanpun lelahnya badan, suami harus dapat bersabar mendengarkan omelan isteri. Sebaliknya, isteri harus mampu bersabar menunggu suami memiliki uang untuk membayar sesuatu. Anak-anak harus dapat bersabar menunggu orang tuanya mendapatkan uang untuk kebutuhan sekolah atau kuliahnya. Semua tidak dapat diadakan secara instan.
Didalam lingkungan kerja, dimana banyak terjadi ‘ office politics’, kita harus mampu bersikap sabar dalam menghadapi teman kerja, bawahan bahkan atasan. Jangan karena sedikit kesalahan, bertebaran kata-kata seisi kebun binatang, atau marah yang tidak terkendali. Siapapun pernah berbuat salah, kita harus memberi kesempatan untuk memperbaikinya.
Hubungan dengan tetangga juga harus mampu mengelola emosi, jangan karena suara satwa peliharaan tetangga yang berisik, kita harus ribut dengan tetangga.
Dalam menghadapi suatu masalah, pikirkan dulu secara baik-baik dan bijak, janganlah bila melihat suatu kesalahan langsung timbul keinginan untuk memarahi pihak yang bersalah. Pelajari dulu kesalahan itu timbul oleh sebab apa, dengan bersikap sabar, semua kesulitan dapat diuraikan atau diselesaikan lebih mudah dan cepat. Kemarahan justru dapat mempersilit masalah, karena orang yang menerima kemarahan pasti akan berdalih untuk membela dirinya.
Diperlukan sikap sabar di lingkungan manapun, karena orang sabar, sangat disukai semua orang. Belajarlah untuk mrngendalikan emosi.









