Jangan Berbohong

Dari sejak kecil, kita selalu dididik dan diajar untuk tidak berbohong. Tentunya dengan tujuan bila kita tumbuh dewasa selalu hidup dalam kejujuran

Sebuah perusahaan besar di Amerika Serikat pernah disebut sebagai contoh penipu terbesar dalam sejarah bisnis  Amerika Serikat. Meski semula perusahaan ini pernah mendapat penghargaan sebagai perusahaan paling inovatif di Amerika Serikat pada perioda waktu tertentu. Sebuah berita menggemparkan terjadi di bursa bisnis Amerika Serikat, dan diakui oleh pejabat resmi di perusahaan tersebut, bahwa keuntungan perusahaannya yang selama ini diumumkan kepada masyarakat adalah fiktif belaka dengan tujuan mendapatkan kenaikan harga saham, namun hal ini membuatnya kehilangan seluruh kepercayaan masyarakat dan mitra bisnis bahkan akhirnya perusahaan ini harus  mengumumkan kebangkrutannya pada awal abad 21. Keuntungan besar yang diperoleh oleh perusahaan ini dapat hancur dalam sekejap akibat kebohongannya yang terungkap.

Mungkin  secara tidak sadar kita pernah melakukan tindakan seperti perusahaan besar Amerika Serikat diatas, dimana pernah melakukan ketidakjujuran untuk mengejar ambisi kita. Tidak jujur demi meraih apa yang menjadi ambisi kita akan berujung pada kehancuran diri sendiri. Bertindaklah jujur senantiasa, agar rencana yang kita rencanakan  dalam hidup kita,  dapat kita jalani dengan benar dan jangan sampai ambisi yang salah membawa kita kepada ketidakjujuran.

Sangat penting untuk jujur. Hindari ketidakjujuran yang kita tutupi demi memenuhi ambisi semata. Sebelum melakukan tindakan, sebaiknya kita mempertimbangkan dulu, apakah ada ambisi kita yang menyebabkan kita berbuat tidak jujur.

Ingatlah bahwa sekali melakukan ketidakjujuran dalam bisnis, selamanya mitra bisnis dan masyarakat akan tidak percaya lagi pada perusahaan kita.  Dalam dunia bisnis, yang paling diutamakan adalah kepercayaan. Bahkan bila bank memberikan pinjaman selalu diikuti dengan jaminan, mitra bisnis kadang-kadang dapat mempercayai memberikan pinjaman dalam bentuk waktu pembayaran yang lebih lama. Tentu saja, kita harus selalu menanggapi kebaikan mitra bisnis dengan ketepatan waktu melunasi pembayaran sesuai dengan waktu yang telah dijanjikan. Bila seandainya tiba-tiba terjadi masalah, kita harus berani mengajukan reskedule pembayaran dengan alasan yang tepat dan niat yang jujur untuk melunasi pembayaran, agar kepercayaan yang telah diberikan tetap terjaga.

Ketidakjujuran dapat berawal dari ambisi yang salah.

Tangerang Selatan, 16 September 2021.

@sg

Tinggalkan Balasan