“Abang talak Ain dengan talak satu.” Bergetar seluru tubuhku bagaikan ada gempa bumi serta puting beliung yang memporakperandankan hidupku saat ini. Aku memandang dia yang bergelar suamiku, bukan sekali tapi Selengkapnya
Cerita kehidupan
Jalan Cintaku (5)
Ada yang berbeda dengan Bang Dahlan, sekarang bagaikan makan obat saja buatnya, sehari tiga kali menelepon menanyakan kabar Dani padahal dulu jangankan menelepon, mengirim chat saja jika terdesak saja. Sekarang Selengkapnya
Jalan Cintaku (4)
Nanar netraku melihat infuse yang terpasang di tangan mungil Dani, begitu egonya sampai mengorbankan Dani hanya karena takut menjadi buah bibir tetangga. Tak bisa lagi aku tahan air yang sejak Selengkapnya
Jalan Cintaku (3)
Dani masih saja manja, padahal sudah tidak panas lagi. aku melirik jam dinding sudah lewat pukul dua puluh satu, apakah aku harus menginap lagi, Dani bagaikan anak kanguru yang menempel Selengkapnya
Jalan Cintaku (2)
Dalam tidurku sepertinya aku mendengar ada yang mengetuk pintu rumah kami, aku mendengar suara langkah ayah yang menuju pintu depan rumah kami, aku memandang sepintas ke arah jam dinding di Selengkapnya
Jalan Cintaku (1)
Senyum manisnya membuatku jatuh cinta, sesekali dia berlari kearahku. Lucu mau menganggu tapi tidak mau diganggu, netraku terus mengawasinya. Teriakan kecil lucu mengusik kalbuku membuatku semakin cinta kepadanya. Sudah beberapa Selengkapnya
Resah (2)
“Papa mau menikah lagi tapi sinta dan adikku sinta tidak suka dengan calon Papa, dandannya norak belum lagi jika tidak ada Papa tingkahnya sok ngatur – ngatur. Tidak ada pintar Selengkapnya
Resah (1)
Tidak ada yang terjadi, sudah beberapa hari ini dadaku bergemuruh. Instingku berkata ada yang tidak beres tapi aku tidak tahu apa itu. seperti biasa aku melakukan rutinitasku dengan biasa saja Selengkapnya
Salam Mimpi (part 4)
Aku berkutat di dapur membuat nasi goreng pedas sesuai permintaanya, setengah selesai aku membuat nasi goreng dengan toping telur mata sapi setengah matang kesukaan Bang Andra ada juga timun dan Selengkapnya
Salam Mimpi (part 3)
“Ain bau, belum mandi.” ujarku sebelum Bang Andra membuka mulutnya. Terdengar jelas, hembusan napas jengkel dari mulut Bang Andra. “Ain sengaja menjaga jarak dengan Abang?” ucapnya tidak jelas “Abang Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- …
- 24
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.






