Pagi Menjelang Tung Widut Pekat malam terasa dalm sudut mata Senada alunn kentongan yang meneriakan ajakan Makan sahu bagi warga terlelap Mata lekat hilang kala Selengkapnya
guru blogger
Jingga Ramadhan
Jingga Ramadhan Tung Widut Setahun sudah terkekang virus angkara Berdiam berkaca siapa diri kita Yang sebenarnya memberi jalan menuju bayangan Sedekat apa raga dengan jiwa sebenarnya Dalam istana sendiri Menikmati Selengkapnya
Datangkan Rindu
Datangkan Rindu Tung Widut Cerita lama yang sudah lama pergi Panggil kembali dengan alunan musik Serentetan nafas bahagia yang dulu terangkai Kini hadir kembali Nada rindu setiap kali ada Bila Selengkapnya
Dalam Buaian Alam
Dalam Buaian Alam Tung Widut Kala lara tak lagi suka Bunga aneka warna mekar di taman luas Menyapa mesra dengan wanginya Mengajak becanda bercekerama Sinar Selengkapnya
KABUT DALAM BADAI 10
KABUT DALAM BADAI 10 Tung Widut Arera sangat terpukul. Lelaki yang selama ini diharapkan membawanya terbang ke surga ternyata mempunyai perasaan lain. Tak seperti yang diharapkan. Disaksikan keluarga besar Selengkapnya
KABUT DALAM BADAI 7
KABUT DALAM BADAI 7 Tung Widut Setelah itu hp-nya diletakkan. Kini sarapan pagi yang tadi tak sempat. Menu ayam bakar. Menu kesukaan Arera. Rasa ayan bakar di warung itu Selengkapnya
KABUT DALAM BADAI 6
KABUT DALAM BADAI 6 Tung Widut Sengaja dia tidak menyalakan musik dalam perjalanan itu. Dia benar-benar ingin mengenang semasa melewati jalan itu bersama Arera. Masih seminggu lalu, jalanan Selengkapnya
KABUT DALAM BADAI 4
KABUT DALAM BADAI 4 Tung Widut Tiba-tiba Arera menelpon. Indu membiarkan saja hp-nya yang berbunyi berkali-kali. “Terima! Siapa tahu sangat penting,” kata Marsudi sahabatnya. “ Malas ah,” jawan Indu. Selengkapnya
KABUT DALAM BADAI 3
KABUT DALAM BADAI 3 Tung Widut “Mas aku hanya jalan-jalan saja. Jangan nuduh macem-macem. Saksinya Wena anak kita. Dia lo sering ku ajak,” kata Risa sewaktu diperingatkan Selengkapnya
KABUT DALAM BADAI 2
KABUT DALAM BADAI 2 Tung Widut Rumah Arera sendiri cukup jauh. Memerlukan waktu satu jam perjalanan. Waktu satu jam itulah mereka saling berkenalan. Mulai saling menanyakan nama, Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- …
- 11
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.













