Jejak-jejak Senja

Lihatlah jejak-jejak itu masih sama seperti senja yang telah kita lalai dulu   Kita selalu menanti senja tiba di pantai ini seraya memandangi camar yang menari-nari   Katamu, anak-anak kita

Senjakala

Senjakala itu ketika matahari pelan-pelan meninggalkan hiruk pikuk manusia berlari-larian mengejar kereta pulang dengan penuh beban di pundaknya   Senjakala itu sewaktu matahari malu melihat perempuan-perempuan bergincu berjajar sepanjang jalan

Kau dan Senja

Kau itu seperti senja datang sesaat, lalu pergi begitu saja tapi hadirmu selalu membawa keceriaan itulah kenapa aku dilanda kerinduan   Aku rindu lembut sorot matamu renyah senyum bibirmu rindu

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.