Artikel ke 36 Terburu-buru dalam Menulis Menulis itu harus santai dan dinikmati, kalau terburu-buru jadi tidak hikmad dan dinikmati. Jangan salah, menulis terburu-buru itu bisa merusak motivasi. Karena, ketika ada Selengkapnya
KMAA
Sketsa Hari dalam Nyanyian Jiwa
Pagi yang basah dan dingin hanya kupandangi titik-titik air sisa hujan semalam Bergelantung pada helai dedaunan Beningnya membawa hati merasa entah Mataharipun belum menampakkan diri Masih tersembunyi malu-malu di balik Selengkapnya
Puisi-Puisi untuk Pujangga
1/ Jangan pernah bermain dengan kata-kata Bila pada akhirnya membuat sebuah hati gulana Bahkan mungkin raga pun terluka. Selamat pagi Pujangga, Malam yang terlewati tak kuucap selamat bermimpi, karena mungkin Selengkapnya
Merdeka Tanpa Tapi
Hari ini aku datang lagi ke rumahmu Mengetuk perlahan pintu yang tak terkunci Kulihat ada cahaya redup di ruang tamu Sebuah lentera yang kacanya mulai buram, sendiri di dekat jendela Selengkapnya
Sehari Dalam Pelukan Ibu
Kala masih sebagai bayi merah Dalam balutan kain yang masih meninggalkan bercak darah Aku hanya bisa menatap seorang perempuan muda Yang berlinang air mata Yang menciumi berkali-kali Kemudian, aku ditinggalkan Selengkapnya
Hanya Tanya
Hanya Tanya : Kharir Hatta Bila kau bertanya, Apa yang hendak kutulis, Tentu jawabnya, Hanya kamu Bila kau menanya, Apa yang hendak kuceritakan, Tentu jawabnya, Hanya Selengkapnya
Diam
Diam : Kharir Hatta Telinga ini sudah pengar Oleh cerita dan kisah yang melaju dari mulutmu Bibir tebal dan hitam bau tembakau Lebih baik kau diam saja Dari Selengkapnya
Kapan Lagi
Kapan Lagi : Kharir Hatta Santap saja sekuat kau sanggup Bukankah kau lapar? Laparmu menelan segala Dahagamu tiada terkira Dahulu orang berperang rebutan lahan Menjajah demi Selengkapnya
Duka Lara Seorang Wanita Pengidap HIV/AIDS di Karawang
“Wah, mungkin jantung saya sudah copot kalau saya lemah jantung,” kata Cici (bukan nama sebenarnya), mengenang ketika dia dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS. Cici, 21 tahun, warga sebuah desa di Kabupaten Selengkapnya
Kau Penuhi Janjimu
Kau Penuhi Janjimu Tung Widut Semerbak harus merasuk Membangunkan hidup yang terlelap semalaman Bersama embun pagi Menyebar menembus setiap sisi ruang Ketika membuka jendela Serumpun merpati putih datang menyapa Dengan Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 30
- 31
- 32
- 33
- 34
- …
- 83
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.










