Monolog Cermin

Fajar menyinsing, tak pernah kulewatkan berbincang dengannya kala pagi Dengan sebuah cermin untuk berkaca menemani Jangan engkau menertawai Bahwa cermin ini hanya benda mati Dia sangat memahami lahir pun batin

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.