Berkerumun

Berkerumun Tung Widut Bersama dalam ruang Saling bercerita tanpa batas Tak ada sekat berarti Gembira bersama menjadi alasan Melupakan sebentar soal pandemi Atau tak pernah ada dan sudah sirna Tanpa

Secangkir Teh Hangat

Secangkir Teh Manis Tung Widut Malam makin larut Sepi menggelayut bercerita sendirian Diantara gulita menelan cahaya mentari Hitam menghilangkan pandangan kita Kaki terlalu pegal Jalan seharian tanpa jeda Pintu rumah

Terejam Hari

Terejam Hari Tung Widut Kata manis terucap dengan bibir yersenyum masyuk setiap irang yang mendengar Hati bertauta dalam ruang persahabatan Tetap hangat walau petir telah menyambar Hujan badai sebagai hiasan

Rekayasa Hidup

REKAYASA HIDUP Tung Widut     Nafas tertur telah diberikan Jangan pernah mendustai derap setiap hembusan Bukan menyucikan diri daro tong sampah tanpa cuitan Hanya seonggok harapan yang bisa memenggal 

Jangan Hilang

Jangan Tinggalkan Tung Widut Cahaya rindu baru saja ada Hati berbunga walau petang menyelimuti Bintang menari riang menyambut kedatangan Apa lagi yang dihindari Mendung tipis tercurah sudah Menghalau matahari yang

Halal

  Halal Tung Widut Kau dustai hati dengan menyamarkan kata Jelas hukum tak bisa diatur Kau tahu semua dengan mata kepala Rasa telah buramkan makna Ambisi merajai hal yang seharusnya 

Kebersamaan Istimewa

Kerbersamaan Istimewa Tung Widut Kala hari berhenti di satu warga Kesempatan bersama telah terwujud Dari sekian ratus hari terlewati sepi Ini istimewa Berkumpul bersama di satu meja Menonton tivi dengan

Keramaian yang Dirindukan

Keramaian yang Dirindukan Tung Widut   Setiap cahaya matahari menelisik hati Kerinduan terpendam sembunyi di balik berita wabah Bergumam dalam kesunyian siang malam Menyerah permasalahan sederhana Menjadi pelik karena corona

Tergoncang Wabah

  Tergoncang Wabah Tung Widut   Dunia yang seharusnya tenang Dalam rengkuhan mesra sang keluarga Bercanda dalam satu ruang kegembiraan Tak disangka Goncangan membubarkan semua kemesraan Berlarian saling menjeritkan nama

Kobaran dalam Kegembiraan

  Kobaran dalam Kegembiraan Tung Widut Hari ini Saat senda gurau yang tersimpan Meluap terungkap seuntai dengan lebaran Tak hanya ungkapan hati berupa kata Saling bersalaman cermin saling percaya  

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.